BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Kesehatan setempat mengadakan Dekralasi Open Deficationd Free (ODF) Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) kabupaten, berlangsung di ruang rapat bupati, Selasa (27/10).

Bupati, Umar Ahmad SP, melalui Pj Sekdakab, Novriwan Jaya SP, mengatakan Kabupaten Tubaba siap menyukseskan gerakan ODF/Stop BABS secara berkelanjutan didukung oleh 103 tiyuh (desa) di 9 kecamatan yang telah mendeklarasikan Stop BABS sesuai dengan Program Nasional Universal Acces dan SDGS 2030.

“Salah satu isu terpenting dari program Kementerian Kesehatan dengan mencanangkan Universal Acces di tahun 2020, yaitu 100% acces sarana air bersih 0 kawasan pemukiman kumuh 100% sarana sanitasi layak yang dilanjutkan dengan Program Nasional SDGS (Substainable Development Goals) dengan melibatkan atau memberdayakan seluruh komponen masyarakat, tanpa terkecuali guna pencapaian kondisi sanitasi total berbasis masyarakat, melalui perubahan perilaku higienis,” kata dia, saat mendeklarasikan ODF di ruang rapat bupati, dan dihadiri Kementerian Kesehatan RI diwakili oleh Eli Setiawan S.Km.M.Kes, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, diwakili oleh Kabid Kesmas, Uki Basuki S.Km.M.Kes secara virtual.

Menurut Umar, tujuan STBM adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat, di mana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan 5 pilar, yaitu tidak buang air besar sembarangan (Stop BABS), mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir (CTPS), mengelola air minum dan makanan aman  mengelola sampah rumah tangga dengan aman, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

“Perilaku BABS dapat mempengaruhi kejadian penyakit berbasis lingkungan diantaranya penyakit diare, thypoid dan lain-lain. Dengan Stop BABS dapat memutuskan rantai penularan penyakit, dan dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dapat mewujudkan Kabupaten Tubaba menjadi kabupaten yang sehat,” tuturnya.

Mewujudkan program Stop BABS, lanjut Umar memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan apalagi di situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang tengah melanda, khususnya di Kabupaten Tubaba dan umumnya di dunia. Akan tetapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat untuk bekerja dan berkarya, atas dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri, program Stop BABS dapat terlaksana dengan baik di tahun 2020.

“Saya berharap tiyuh-tiyuh yang sudah ODF dengan status sanitasi layak berkelanjutan ke akses sanitasi aman, agar memanfaatkan Dana Desa yang salah satu programnya jambanisasi sekaligus bersinergi dengan OPD terkait, PMD, PUPR, PKK, camat, kepala tiyuh, kader STBM dan semua pihak supaya berperan aktif agar terwujudnya penghargaan STBM Awards di 2021,” mintanya.

Dalam kegiatan Deklarasi ODF dihadiri Pj Sekda Novriwan Jaya, SP, Sekretaris Dinas Kesehatan Kaizar, MH, Camat Tulangbawang Tengah, Achmad Nazaruddin, serta kepalo tiyuh, dan beberapa kepala OPD terkait.

“Komitmen bersama dalam mendukung dan mencanangkan program sehat ODF ini yakni dengan tidak ada lagi yang melakukan perilaku Buang Air Besar Sembarangan, semoga ini dapat terus dilaksanakan oleh semua masyarakat di Tubaba yang didukung oleh pemerintah dan stakeholder terkait,” katanya.

Uki Basuki berharap dengan situasi pandemi Covid-19, Kabupaten Tubaba tetap bergerak dalam melakukan program ODF sebagai salah satu pilar STBM dalam rangka menuju Universal Acces di bidang sanitasi.

“Dengan dilakukannya Deklarasi ODF ini, kami dari Pemprov Lampung Mengucapkan terima kasih dan ucapan selamat, karena Tubaba kabupaten ODF ke-5 di Lampung. Kami berharap Kabupaten Tubaba pada 2021 mendatang dapat mengikuti STBM Award Kabupaten Sehat 2021,” singkatnya. (Arie/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here