BERBAGI
Foto: Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus.

Liwa (Netizenku.com): Satu pasien Covid-19 asal Lampung Barat, S, dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) Bandarlampung, sekitar Pukul 00.00 WIB, Sabtu (4/4).

Setelah  mendapat berita duka tersebut, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, langsung melakukan koordinasi dengan Pemprov Lampung terkait kepastian meninggal dan penanganan proses pemakaman.

“Innalilahi wainnailaihirojiun, saya atas nama pribadi dan Pemkab Lampung Barat, turut berdukacita atas wafatnya saudara kita S, semoga Almarhum Husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Parosil, dengan rasa duka yang mendalam, Sabtu (4/4).

Hasil koordinasi dengan Pemprov Lampung, kata Pakcik, sapaan akrab Parosil Mabsus, S harus dimakamkan dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dan telah disampaikan kepada pihak keluarga, mereka menyetujui.

“Terima kasih, keluarga S sudah sangat mengerti imbauan pemerintah bahwa warga yang meninggal dunia karena menderita Covid 19 akan dimakamkan sesuai dengan standar yang berlaku, dilakukan oleh petugas dengan APD lengkap,” kata Pakcik.

Serta kata Pakcik, keluarga telah menerima S dimakamkan di Bandarlampung, yang merupakan tanah pemakaman yang disiapkan oleh Pemprov, dan dirinya berharap keluarga tidak usah menghadiri proses pemakaman, karena untuk menjaga keselamatan bersama.

“Karena sudah menjadi prosedur, pemakamnya tidak boleh dihadiri oleh keluarga, maka saya minta keluarga besar S serta seluruh masyarakat Lampung Barat untuk mendoakan dari jauh supaya S diberikan kelapangan di alam kuburnya, dan ditempatkan di surganya Allah SWT,” harap Pakcik.

Pakcik yang merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Lampung Barat, meminta masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian, kewaspadaan, dan tetap menjaga jarak dengan selalu berada di rumah, menjaga imunitas tubuh dengan tidak panik.

“Sampai saat ini penularan virus Covid-19 masih ada dimana-mana, maka kita harus terus waspada dan hati-hati, tetapi tidak boleh panik, untuk menjaga imunitas tubuh tetap baik, dan selalu berdoa untuk kebaikan bersama, artinya kita sebagai manusia yang beriman harus terus berikhtiar dan berdoa,” tandas Pakcik. (Iwan/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here