Masyarakat Lamtim Keluhkan Harga Singkong, Pemerintah Tak Berkutik

Redaksi

Rabu, 4 Maret 2020 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur (Netizenku.com): Tidak ada regulasi yang mengatur tentang harga singkong, pemerintah kabupaten Lampung Timur (Lamtim) melalui Dinas Perdagangan tidak bisa berbuat banyak terkait keluhan masyarakat tentang adanya penurunan harga singkong serta besarnya potongan tonase yang dilakukan oleh para pemilik pabrik singkong yang ada daerah setempat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamtim, Rosdi mengatakan, terkait adanya keluhan warga tentang penurunan harga singkong dan besarnya potongan tonase singkong memang akan selalu menjadi polemik karena tidak ada aturan yang mengatur.

\”Kalau informasi adanya penurunan harga dan sudah dikeluhkan para petani singkong tersebut memang sudah kami dengar. Meski hal ini sudah masuk dalam pemberitaan, namun kami tidak bisa berbuat atau mengatasi hal penurunan harga maupun besarnya potongan tonase timbangan yang dilakukan oleh para pengusaha yang ada tersebut. Kami bisa bertindak kalau memang ada regulasi yang mengatur. Untuk saat ini kita hanya melakukan pengawasan ditimbangannya saja,\” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilanjutkannya, kalau ada timbangan yang tidak sesuai baru kita lakukan teguran karena sudah merugikan konsumen. Kalau ada timbangan yang kira-kira dicurigai atau tidak sesuai dengan ukuran, maka hal itu dapat ditegur dengan aturan perlindungan konsumen.

\”Kalau terkait adanya penurunan harga dan besarnya potongan tonase timbangan atas hasil pertanian para petani yang dijual ke pabrik singkong tersebut, itu di luar wewenang kami. Biasanya harga dan potongan tersebut merupakan kesepakatan antar penjual dan pembeli. Kalau kira-kira para petani kita memang merasa keberatan dengan harga dan besarnya potongan tonase timbangan tersebut, maka masyarakat dapat menyampaikan hal ini ke pihak pabrik secara langsung. Yang jelas dalam hal ini pemerintah tidak dapat intervensi, paling hanya sekedar memfasilitasi keluhan masyarakat dengan pengusaha. Kalau ada keluhan yang disampaikan para petani singkong kita secara langsung kepada pemerintah kabupaten, maka mau tidak mau pemerintah kabupaten Lamtim akan mencoba memfasilitasi para petani dengan para pengusaha pabrik yang ada. Sifatnya hanya sebatas itu, mencoba memfasilitasi antara masyarakat dan para pengusaha pabrik singkong yang ada. Kalau untuk membuat suatu batasan harga dan berapa potongan tonase tersebut kita memang tidak ada wewenang karena tidak ada regulasi atau perda yang mengatur,\” ungkapnya.

Sebelumnya telah diberitakan, masyarakat petani singkong di Kabupaten Lampung Timur menjerit. Pasalnya, harga singkong hasil ladang mereka hanya dihargai Rp1.080/Kg dan potongan tonase mencapai 35 persen.

Salah satu petani singkong, Fauzi mengatakan, sekarang harga singkong kembali anjlok menjadi Rp.1.080/Kg, padahal beberapa waktu yang lewat harga singkong mencapai Rp1.600/Kg. Penurunan harga ini sangat jauh dari harga sebelumnya.

\”Namun meski harga turun, kami tak ada pilihan lain untuk harus tetap memanen meskipun harga sedang jatuh. Sebab kalau tidak dipanen usia singkong akan semakin bertambah menyebabkan kualitasnya menjadi kurang baik ditambah pula ladang menjadi terlambat diolah kembali. Selain harga turun, potongan tonase timbangan juga naik, dimana sebelumnya hanya 25 persen, ini menjadi 35 persen. (Nainggolan)

Berita Terkait

Cegah Narkoba Sejak Dini, Kwarda Lampung Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
Irham Jafar: Waspadai Ancaman Globalisasi
Irham Jafar: Data Penerima Bansos Belum Akurat
Perkuat SDM Pengawas, Bawaslu Lampung Fokus Tekan Politik Uang dan Netralitas ASN
Irham Jafar: Kita Patut Bersyukur Punya Pancasila Sebagai Perekat
Ferliska Berikan Hewan Qurban untuk Desa Raman Fajar
Pemprov Lampung Dukung Penguatan SDM Melalui Pelatihan Kader PMII di Lampung Timur
Anggota DPR RI Irham Jafar Tinjau UPPO di Bandar Agung

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:20 WIB

Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:15 WIB

Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Konvoi 30 Jeep PPM Jadi Magnet Festival Budaya HUT ke-344 Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:10 WIB

Oplus_131072

Tulang Bawang Barat

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Rabu, 29 Jul 2026 - 12:03 WIB

Bandarlampung

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 - 11:45 WIB