oleh

Lereng Pesagi, Jalur Favorit Komunitas  Untuk Ngejalur

Liwa  (Netizenku.com): Lereng gunung Pesagi Pekon Bahway Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, selain menjadi jalan utama menuju puncak gunung yang terkenal dengan daya magisnya. Juga menjadi jalur favorit komunitas \”Ngejalur\” baik lokal maupun dari luar Lampung Barat.

Selain memiliki medan yang menantang dengan track tanah, sungai, naik dan turun bukit, sehingga tidak sedikit yang harus jatuh bangun, juga hamparan tanaman kopi milik warga setempat dan aliran sungai way jurak juga menjadi daya tarik, terutama keindahan sunset di sore hari.

Baca Juga  Parosil Ajak Pahlawan Kebersihan Sarapan Bersama

Momen bulan Ramadhan saat ini, dijadukan komunitas motor Trail Jajaran Gudang (Trajang), Lampung Barat, yang sering \”Ngejalur\” di lokasi tersebut, untuk berbagi dengan masyarakat setempat, dengan melakukan buka bersama dan pembagian paket sembako.

\”Alhamdulillah, kami sering Ngejalur di Kaki Bukit Gunung Pesagi, disambut masyarakat setempat dengan baik, bahkan ketika kami mengalami gangguan masyarakat secara sukarela memberikan pertolongan,\” kata ketua Trajang Bamsoed, Rabu (15/5).

Baca Juga  Kesehatan dan Pendidikan Jadi Konsentrasi APBD TA 2018 dan 2019

Maka pada momen bulan penuh berkah ini, komunitas Trajang melakukan buka bersama serta membagikan paket sembako pada masyarakat setempat, dengan harapan akan terjalin terus kebersamaan dan keakraban.

\”Kami setiap melakukan hobby yang membutuhkan adrenalin tinggi tersebut, setiap istirahat selalu berbincang dengan warga setempat, tidak sedikit yang menyambut dengan kopi panas. Untuk membalas kebaikan tersebut hari ini, kami mengajak mereka untuk buka bersama, serta pemberian paket sembako,\” kata Bamsoed.

Baca Juga  HUT Bhayangkara, Sat Intelkam Polres Lambar Gratiskan 30 SKCK

Bamsoed juga, menyampaikan setiap kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 orang raider Trajang, walaupun kegiatan ditengah hutan, tetapi pihaknya tetap menjaga keutuhan ekosistem lingkungan setempat, dengan tidak merusak alam, menebang pohon dan membuang sampah sembarangan.

\”Kesadaran dan kedisiplinan anggota Trajang sudah terbentuk, maka prinsip kami, takluk kan alam dengan menjaga keutuhan, jangan tinggalkan sampah. Sehingga hobby sudah tersalurkan tidak ada pihak yang dirugikan,\” tandasnya. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *