DPRD Tubaba Dukung Penolakan UU Cipta Kerja

Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulangbawang Barat (Tubaba), mendukung penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law karena dianggap merugikan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan setelah melakukan diskusi bersama Ikatan Alumni Mahasiswa (IKAM) Tulangbawang Barat, dan Ormas Ikatan Pemuda Bergerak di ruang kantor Komisi I DPRD, Tiyuh (Desa) Panaragan, Tulangbawang Tengah, Rabu (14/10).

Ketua Komisi II DPRD Tubaba, Sudirwan, mengatakan pihaknya sangat  mendukung sepenuhnya tuntutan mahasiswa juga pemuda menolak UU Cipta Kerja apabila di dalam undang-undang tersebut ada poin-poin yang merugikan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Tubaba dan Universitas Muhammadiyah Jakarta Bahas Kolaborasi Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan

\”Dari Perwakilan DPRD Tubaba sangat mendukung dan akan menyampaikan usulan penolakan ini ke Pemerintah Provinsi Lampung dan DPR RI,\” tegas Sudirwan.

Hal itu juga diamini Wakil Ketua II DPRD Tubaba, S Joko Kuncoro, yang mengapresiasi upaya, langkah yang dilakukan mahasiswa dan organisasi pemuda dalam menyampaikan aspirasi penolakan UU Cipta Kerja atau dikenal Omnibus Law tanpa unjuk rasa melainkan dengan cara berdiskusi, dan mediasi lewat DPRD.

\”Kami mengapresiasi langkah, niat baik dari mahasiswa yang tergabung di IKAM Tubaba dalam menyampaikan aspirasinya dengan cara seperti ini. Aspirasi ini kami terima dan segera kami tindaklanjuti ke pimpinan untuk langkah selanjutnya,\” kata politisi Partai Nasdem ini.

Baca Juga  Tubaba Optimis Banper 2.250 Ha Direalisasikan Awal Musim Hujan

Sementara Ketua IKAM Tubaba, Abdurahman Cury, menyampaikan pihaknya tidak akan berhenti menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh pemerintah.

\”Kami tegas menolak UU Cipta Kerja yang membuat kegaduhan di masyarakat. Meminta draf asli pengesahan dan penetapan Omnibus Law yang nantinya agar dipublikasikan secara terbuka. Meminta DPRD Tulangbawang Barat turun langsung ke lapangan untuk menenangkan masyarakat yang resah terkait penetapan Omnibus Law yang merugikan rakyat atau cacat hukum,\” kata Abdurahman.

Baca Juga  Busroni Kawal Aspirasi Warga Gading Kencana soal Jalan dan Listrik

Diketahui ada 7 Poin draf inti yang menjadi pembahasan dalam diskusi dan mediasi tersebut. Diantaranya, upah minimum penuh syarat, pesangon berkurang, kontrak kerja tanpa batas waktu, outsourcing seumur hidup, baru dapat kompensasi minimal 1 tahun,  waktu kerja yang berlebihan, dan hak upah cuti yang hilang.

Selain dihadiri wakil ketua II DPRD Tubaba dan ketua Komisi II DPRD, mediasi dan diskusi dengan mahasiswa tersebut juga dihadiri Ketua Komisi III, Paisol.SH, Gunawan Agung Kuncoro, Mua\’ammil.S.Ag, Arib, Hairul Amin, dan perwakilan dari IKAM Tubaba, Ormas Ikatan Pemuda Bergerak Kabupaten Tubaba sejumlah 13 orang. (Arie/len)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Identifikasi Kebutuhan SMP Karya Bhakti untuk Perbaikan Fasilitas Belajar
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Para Bakal Calon Jalani Verifikasi Administrasi
Enam Pelajar Tubaba Berangkat ke Sekolah Rakyat, Pemkab dan BAZNAS Siapkan Dukungan Pendidikan
Bupati Tubaba Teken MoU dengan UMJ, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan
BSI dan Pemkab Dorong UMKM Lewat Program TubabaQ Berdaya, KUR Super Mikro
Dishub Tubaba Mulai Susun Andalalin Pembangunan Sekolah Rakyat
Sekda Tubaba Iwan Mursalin Perkuat Sinergi Pemerintahan se-Lampung Lewat Retreat
Bupati Tubaba Ikuti Rapat Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Fiskal dan Tata Kelola Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:21 WIB

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:18 WIB

Wulan Mirza Lantik Pengurus PMI Lampung Selatan 2026-2031, Tekankan Respons Bencana Maksimal Enam Jam

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:12 WIB

Pemprov Lampung Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026 dan Rancangan APBD 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:10 WIB

Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:16 WIB

Kostiana, Ingatkan Bapenda Optimalkan Seluruh Potensi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:27 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:23 WIB

Lampung

Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:21 WIB