oleh

Cegah Kebocoran Retribusi Pemkab Lambar Gandeng BNI 46 Pembayaran Elektronik

Liwa (Netizenku.com): Mencegah kebocoran retribusi pasar yang dikelola Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan serta retribusi pariwisata yang dikelola Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Pemkab Lampung Barat menggandeng PT BNI 46 berupa sistem pembayaran non tunai atau elektronik.

Kerjasama kedua belah pihak ditandatangani langsung pimpinan BNI KCU Kotabumi Wawan Setiawan, dengan Kadis Koperasi Perindustrian dan Tri Umaryani dan Kadis Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Nukman, dengan disaksikan langsung Wakil Bupati Mad Hasnurin, di Aula Kagungan Kantor Bupati setempat, Kamis (2/6).

Baca Juga  Parosil Warning Kabinetnya Tidak Berpangku Tangan di Kantor

Mad Hasnurin, berharap dengan kerjasama berupa pembayaran elektronik dengan sistem e-Pasar dan e-Pariwisata, akan menjadi solusi terbaik dalam kebutuhan ekonomi, terutama pengamanan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya harap masing-masing pihak untuk menjalankan kerjasama dengan baik, kawal implementasinya, sehingga dengan sistem pembayaran elektronik akan menjadi solusi terbaik dalam mencegah kebocoran PAD dari kedua obyek tersebut, sehingga akan dapat digunakan dengan baik untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Mad Hasnurin.

Baca Juga  Nuansa Lampung Barat Dominasi Launching Festival Krakatau 2018

Sementara Wawan Setiawan yang didampingi pimpinan BNI KCP Liwa Ade Mirza, mengatakan, e-Pasar dan e-Pariwisata, merupakan bagian dari program BNI Smart City. Program tersebut merupakan solusi pemerintah daerah mencegah kebocoran sumber PAD.

“Pasar dan dunia pariwisata merupakan obyek yang sangat menjanjikan sebagai sumber PAD, tetapi selama ini belum maksimal, terutama karena dugaan adanya kebocoran, maka dengan pembayaran elektronik melalui e-Pasar dan e-Pariwisata akan menjadi solusi,” kata Wawan, seraya mengatakan kerjasama tersebut merupakan yang pertama antara pemerintah dengan Perbankan di Lampung.

Baca Juga  Lereng Pesagi, Jalur Favorit Komunitas ¬†Untuk Ngejalur

Jadi dengan program tersebut kata Wawan, obyek retribusi pasar dan pariwisata, tidak lagi melakukan pembayaran dengan tunai, tetapi dapat dilakukan dengan sistem cashlees, scan barcode atau menggunakan kartu/ATM.

“Pembayaran dengan sistem elektronik, selain mempermudah monitoring, reporting juga akan semakin cepat, efisien dan transparansi, dan yang paling penting dengan sistem tersebut akan meminimalisir kebocoran, sehingga retribusi sebagai sumber PAD tersebut dapat digunakan untuk pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (Iwan/Len)