Beri Perlindungan Hukum Bagi Guru, PGRI-Polres Tubaba Teken MoU

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Dalam rangka memberikan perlindungan hukum bagi dewan guru di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Persatuan Guru Republik Indonesa (PGRI) setempat menandatangani Nota kesepahaman MoU (Memorandum of Understanding) dengan Polres Tubaba yang berlangsung di Aula Mapolres, Selasa (29/11).

Ketua PGRI Kabupaten Tubaba Supriyadi, mengatakan bahwa tujuan nota kesepakatan antara PGRI dan Polres ini untuk kepentingan bersama memberikan perlindungan bagi guru, dalam rangka pelaksanaan tugas dari guru masing-masing sesuai dengan profesinya.

Baca Juga  Novriwan Jaya Terima Kunjungan Komisioner KPU

“Nah perlindungan bagi guru tentunya, juga melalui beberapa proses bukan berarti guru kebal dengan hukum, tetapi harus mematuhi peraturan dan kode etik tenaga pendidikan seperti selogan kami PGRI, bahwa PGRI itu mengayomi guru mendukung sekolah aman dan nyaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Supriyadi khusus untuk perlindungan hukum antara PGRI dan Polres Tubaba tentunya dalam kapasitas guru saat melaksanakan tugas di sekolah.

Baca Juga  Kerukunan Antar Umat Beragama di Tubaba Patut Dicontoh

“Perlindungan ini pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Selepas itu, pada jam-jam diluar sekolah seperti libur bila mana guru terkena kasus yang masuk keranah hukum, nah itu diluar tanggung jawab PGRI,” tegasnya.

Ia menambahakan bila mana tenaga pendidik dan Kepala Sekolah (Kepsek) tersandung masalah administrasi hingga keranah hukum. Maka PGRI tidak memberikan pendampingan hukum.

Baca Juga  360 Warga Tubaba Terancam Tak Bisa \'Nyoblos\'

Semerntara itu, Kapolres Tubaba Barat AKBP Sunhot P. Silalahi, S.I.K, M.M, mengatakan setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan naskah kerja sama teknis dan sosialisasi oleh para pihak dengan secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri. (Baca Selwngkapnya di Lentera Swara Lampung) (Arie/Leni)