Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Novriwan Jaya menghadiri pelepasan ekspor perdana tepung tapioka asal Lampung ke pasar China di Pelabuhan Panjang, Selasa (5/5/2026).
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Ekspor ini menjadi momentum penting bagi Provinsi Lampung dalam memperluas pasar komoditas unggulan sekaligus memperkuat daya saing industri berbasis singkong di tingkat internasional.
Sebanyak 3.330 ton tepung tapioka diekspor dengan nilai transaksi mencapai Rp26 miliar. Produk tersebut diproduksi oleh CV Central Intan dan dilepas langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama CEO Intan Group, Jeremi Gozal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahan baku singkong berasal dari sejumlah daerah sentra produksi di Lampung, antara lain Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat. Keterlibatan Tubaba sebagai salah satu pemasok menunjukkan kontribusi sektor pertanian lokal dalam mendukung rantai industri ekspor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Lampung Helfi Assegaf, Plt Deputi Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra, Ketua DPRD Tubaba Busroni, serta Ketua Harian HKTI Umar Ahmad.
Ekspor ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pelindo, Badan Karantina Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut ekspor ini sebagai langkah strategis untuk mengembalikan daya saing industri tapioka Lampung di pasar global.
“Ke depan kita harus memperbaiki produktivitas dan kualitas tapioka. Ekspor ini membuktikan produk Lampung mampu bersaing di pasar dunia, baik dari sisi kualitas maupun harga,” ujarnya.
Ia menambahkan, industri tapioka Lampung sebelumnya sempat menghadapi tekanan daya saing harga. Namun, dengan terbukanya akses ekspor, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pelaku usaha mulai membaik.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong pengembangan bibit unggul singkong guna meningkatkan produktivitas dan kadar pati, yang diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan petani.
Selain itu, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperkuat produksi singkong dalam negeri.
“Impor itu cerita lama. Sekarang kita fokus memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya.
Ekspor perdana ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru serta memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu sentra industri singkong dan tapioka terbesar di Indonesia. (*)








