Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Status Gunung Anak Krakatau (GAK) resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik, masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif serta mengikuti seluruh rekomendasi pemerintah.

Lampung (Netizenku.com): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang telah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi. Meski demikian, aktivitas masyarakat di kawasan pesisir masih berjalan normal dan situasi tetap terkendali.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Imelda SH, meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh video maupun informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Gubernur Lampung Dukung Lampung Financial Festival 2026

Menurut Imelda, dalam beberapa hari terakhir banyak video lama letusan Gunung Anak Krakatau yang kembali diunggah dan diberi narasi seolah-olah merupakan kejadian terbaru. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Yang harus kita lawan bukan hanya potensi bencana alamnya, tetapi juga bencana informasi. Jangan sampai masyarakat mempercayai video lama yang dikemas seolah-olah merupakan kejadian hari ini. Informasi seperti itu sangat menyesatkan dan merugikan banyak pihak,” tegas Imelda, Selasa (7/7/2026).

Anggota Komisi II DPRD Lampung ini menilai, penyebaran hoaks tidak hanya memicu keresahan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap perekonomian daerah, terutama sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Lampung.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

“Begitu muncul video yang tidak benar, wisatawan langsung membatalkan perjalanan. Hotel, restoran, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, hingga nelayan yang menggantungkan pendapatan dari sektor wisata ikut terkena dampaknya. Padahal kondisi di lapangan belum tentu seperti yang digambarkan dalam video tersebut,” ujarnya.

Imelda meminta seluruh masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak sembarangan membagikan informasi yang belum terverifikasi.

“Pastikan dulu sumber informasinya. Jangan menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Cukup ikuti informasi resmi dari pemerintah, PVMBG, BMKG, BPBD, maupun instansi terkait. Itu yang harus menjadi pedoman masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak pelaku industri pariwisata di Lampung untuk tetap memberikan pelayanan kepada wisatawan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta menyampaikan informasi yang benar.

Baca Juga  Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

“Status Siaga bukan berarti seluruh wilayah Lampung berbahaya atau aktivitas wisata harus berhenti. Yang terpenting adalah mematuhi zona yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak mendekati kawasan yang memang dinyatakan berbahaya. Wisatawan tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” ujar Imelda.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, pelaku wisata, media massa, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik agar tidak runtuh akibat informasi yang menyesatkan.

“Jangan biarkan hoaks merusak citra pariwisata Lampung. Mari kita sama-sama menjaga situasi tetap kondusif dengan menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian
Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB