DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi III DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menyoroti proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang dikerjakan PT Brantas Abipraya melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Sorotan tersebut muncul setelah Komisi III melakukan inspeksi lapangan di delapan titik pembangunan jaringan irigasi pada Kamis (18/6/2026). DPRD menilai proyek senilai Rp48,35 miliar itu diduga bermasalah sejak tahap perencanaan dan belum memberikan manfaat optimal bagi petani.

Ketua Komisi III DPRD Tubaba Edi Anwar bersama Wakil Ketua Komisi III Sugara Jaya Rades meninjau sejumlah lokasi, di antaranya di Tiyuh Gedung Ratu dan Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil inspeksi, DPRD menemukan sejumlah persoalan, mulai dari kerusakan konstruksi hingga jaringan irigasi yang dinilai belum berfungsi sesuai tujuan pembangunan.

“Setelah meninjau beberapa titik ini, kami meminta pihak PT Brantas Abipraya dan BBWS terbuka. Delapan titik yang dibangun harus diperbaiki dan dibenahi seluruhnya. Pekerjaan ini memang dari pusat dan provinsi, tetapi lokusnya ada di Tubaba sehingga menjadi perhatian kami. Pekerjaan harus benar-benar sesuai dan bermanfaat, jangan asal-asalan,” kata Edi Anwar.

Baca Juga  Bupati Tubaba Teken MoU dengan UMJ, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan

Menurut Edi, pembangunan jaringan irigasi seharusnya mampu menjaga produktivitas lahan pertanian saat musim kemarau. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebagian saluran belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Tujuan dibangunnya jaringan irigasi ini agar saat musim kemarau sawah tetap produktif. Tetapi faktanya di beberapa lokasi tidak bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menilai persoalan proyek tersebut bukan hanya terjadi pada tahap pelaksanaan, tetapi juga diduga bermula dari proses perencanaan.

“Dapat kami sampaikan bahwa sejak perencanaannya sudah gagal. Pembangunannya asal-asalan dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Komisi III DPRD Tubaba berencana menyampaikan hasil temuan tersebut kepada pimpinan DPRD serta instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat. DPRD juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh titik pekerjaan.

“Kami akan menyampaikan kepada DPRD Provinsi dan BBWS bahwa realisasi proyek ini tidak sesuai harapan. Ini uang negara, bukan uang pribadi, sehingga pihak terkait harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian DPRD adalah jaringan irigasi di Way Nughik, Tiyuh Gunung Katun Tanjungan. Menurut Edi, proyek tersebut belum menunjukkan manfaat yang jelas bagi masyarakat setempat.

Hasil inspeksi lapangan akan ditindaklanjuti melalui surat resmi kepada pihak berwenang agar dilakukan evaluasi, pembenahan, dan perbaikan pada seluruh titik pekerjaan.

Baca Juga  Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam peninjauan itu, DPRD juga melihat adanya aktivitas perbaikan pada proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Way Gemol di Tiyuh Gedung Ratu. Meski demikian, DPRD meminta pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis agar kerusakan tidak kembali terjadi.

“Kami melihat memang ada yang sedang diperbaiki. Tetapi harus sesuai spesifikasi, jangan sampai beberapa bulan kemudian rusak lagi. Titik yang lain juga harus dibongkar dan diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan PT Brantas Abipraya, Dedi, membenarkan adanya pekerjaan perbaikan pada DI Way Gemol. Perbaikan telah dimulai sejak Sabtu (13/6/2026) dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan.

“Kami melakukan perbaikan sejak Sabtu lalu. Targetnya seminggu, tetapi ada beberapa kendala dalam mendatangkan material,” ujar Dedi.

Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan memperkuat pondasi saluran U-ditch beton menggunakan bronjong dua trap serta memperbaiki bagian bendungan yang mengalami keretakan.

“Untuk pondasi U-ditch beton kami pasang bronjong dua trap, kemudian bagian bendungan yang retak juga kami perbaiki menggunakan batu,” jelasnya.

Dedi menambahkan, proyek pembangunan jaringan irigasi tersebut dikerjakan pada akhir Januari hingga Februari 2026 melalui satu kontrak pekerjaan yang tersebar di sejumlah lokasi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci nilai kontrak maupun spesifikasi teknis proyek karena hanya bertugas sebagai pelaksana lapangan.

Baca Juga  Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Nasional, proyek dengan Kode RUP 60668183 itu merupakan bagian dari program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah BBWS Mesuji Sekampung melalui Instruksi Presiden (Inpres) Tahap III.

Nilai keseluruhan kegiatan mencapai sekitar Rp48,35 miliar dan ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan pasokan air bagi sekitar 21 ribu hektare lahan pertanian di Tubaba.

Delapan titik pembangunan yang menjadi objek evaluasi meliputi DI Way Gemol, DI Way Nughik, dan DI Way Jambat Tejang di Kecamatan Tulang Bawang Udik; DI Way Tegamoan di Kecamatan Pagar Dewa; serta DI Way Gemak, DI Way Lilin, DI Way Kaffi, dan DI Way Bedarow Petaw di Kecamatan Batu Putih.

DPRD Tubaba berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BBWS Mesuji Sekampung, dan pihak kontraktor segera melakukan pembenahan menyeluruh. Bahkan, DPRD mendorong audit oleh lembaga berwenang terhadap proyek tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, guna memastikan penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)

Berita Terkait

DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna
Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik
Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan
HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan
Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita
Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:22 WIB

Polres Pringsewu Bersihkan Fasilitas Publik dan Bagikan Masker Pascasebaran Abu Vulkanik

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Pascahujan Abu Vulkanik, Polsek Pardasuka Bersama Warga Bersihkan Masjid

Selasa, 8 September 2026 - 12:30 WIB

Pendapatan dan Belanja Pringsewu Naik dalam Perubahan APBD 2026

Jumat, 4 September 2026 - 20:02 WIB

PWI Pringsewu Bekali Siswa MAN 1 dengan Keterampilan Jurnalistik dan Literasi Media

Jumat, 4 September 2026 - 19:59 WIB

Polisi Pringsewu Tingkatkan Patroli, Warga Diimbau Perkuat Pengamanan Kendaraan

Rabu, 2 September 2026 - 15:03 WIB

Kapolres Pringsewu Bawa Tumpeng ke Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Pemkab Pringsewu Dorong Pemuda Jadi Pelaku Ekonomi Digital dan Ciptakan Lapangan Kerja

Rabu, 2 September 2026 - 14:51 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Penguatan SPIP dan Manajemen Risiko hingga Level 3

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:04 WIB