Perkuat Tata Niaga Ubi Kayu, Wagub Lampung Jihan Nurlela Bertemu Wamendag

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bertemu Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini fokus pada penguatan tata niaga ubi kayu sebagai komoditas unggulan Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Langkah ini menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan sistem perdagangan yang transparan, tertib, dan berkeadilan.

Dalam pertemuan tersebut, Jihan menegaskan bahwa Lampung merupakan produsen ubi kayu terbesar di Indonesia. Potensi besar ini, kata dia, harus didukung kebijakan tepat serta pemanfaatan teknologi dalam sistem perdagangan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MCSP KPK 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu upaya yang didorong adalah percepatan penggunaan alat ukur kadar pati. Teknologi ini dinilai penting untuk meningkatkan akurasi penentuan harga singkong di tingkat industri.

“Standardisasi kadar pati masih menjadi tantangan utama. Ini berpengaruh langsung terhadap harga yang diterima petani,” ujar Jihan.

Baca Juga  Perempuan Lampung Diajak Teladani Semangat Kartini Lewat Pendidikan

Pemerintah Provinsi Lampung sendiri telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) singkong sebesar Rp1.350 per kilogram dengan batas rafaksi maksimal 15 persen. Di lapangan, harga singkong Lampung bahkan telah naik menjadi sekitar Rp1.450 per kilogram.

Menurut Jihan, kepastian alat ukur kadar pati akan memberikan perlindungan bagi petani sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat.

Pemprov Lampung juga meminta dukungan Kementerian Perdagangan untuk mempercepat sosialisasi penggunaan alat ukur tersebut kepada industri tapioka. Selain itu, pengawasan tera timbangan juga perlu diperkuat.

Baca Juga  Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti memastikan pihaknya akan terus bersinergi dengan daerah. Tujuannya untuk memperkuat tata niaga komoditas agar lebih transparan dan adil.

Penguatan koordinasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Di sisi lain, posisi Lampung sebagai pusat produksi ubi kayu nasional juga akan semakin kokoh. (*)

Berita Terkait

DPRD Lampung Dorong Sopir Angkot Dilibatkan dalam Rekrutmen Taksi Listrik
Swadaya Warga Perbaiki Jalan, DPRD Lampung Minta Pemda Lamteng Bertindak Serius
HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata
DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Senin, 20 April 2026 - 11:21 WIB

Lampung Dapat Apa dari MBG?

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Kamis, 2 April 2026 - 15:58 WIB

KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:09 WIB

“GoodB(a)y” Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:04 WIB

Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Menara Siger Residence I Mulai Dibangun, 30 Unit Ludes Terjual

Kamis, 23 Apr 2026 - 19:03 WIB