Labuhan Jukung Ditinggal Wisatawan, Ada Apa dengan Tata Kelolanya?

iwan

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali dijadikan mimpi.

Labuhan Jukung dijadikan ATM.

Pesisir Barat (Netizenku.com): Sejak dulu Pesisir Barat digadang-gadang akan menjadi “Bali-nya Lampung”. Alamnya ada, ombaknya kelas dunia, matahari gratis tiap sore. Tapi satu yang tak pernah ditiru dari Bali: cara menghormati wisatawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta sederhana yang entah kenapa sulit dicerna:

👉 Di Bali, masuk pantai tidak bayar.

Datang silakan. Duduk silakan. Main air silakan.

Yang dibayar itu parkir resmi, hotel, makanan, dan jasa—bukan sekadar menginjak pasir ciptaan Tuhan.

Sementara di Labuhan Jukung, baru turun dari motor saja dompet sudah diajak dialog serius.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Masuk bayar.

Parkir bayar.

Pakai fasilitas bayar.

Kelapa muda bayar mahal di banding di kota, padahal Krui merupakan penghasil kelapa, tapi harganya seperti hasil riset luar negeri.

Pantai ini milik pemerintah. Fasilitasnya dibangun dari uang rakyat. Tapi entah kenapa, rasa-rasanya seperti dikelola oleh kelompok “yang kebetulan punya karcis”. Semua terasa legal, tapi logikanya ilegal di akal sehat.

Ironinya, menyambut Tahun Baru 2026, wisatawan justru memadati Pesisir Barat—namun bukan Labuhan Jukung. Jalan macet iya, pengunjung banyak iya, tapi ikon wisata malah ditinggal. Wisatawan memilih Pantai Mandiri di Krui Selatan. Alasannya sederhana dan sangat memalukan: lebih manusiawi, lebih ramah dompet, lebih ikhlas.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Labuhan Jukung sekarang bukan kalah ombak, tapi kalah sikap.

Pantainya makin kumuh, pengelolaannya semrawut, tapi urusan pungutan rapi, disiplin, dan konsisten. Sampah dibiarkan, tapi tarif diawasi. Ini bukan pariwisata, ini eksperimen kesabaran publik.

Dan publik makin paham, ini bukan soal ketidaktahuan. Ini soal kesengajaan. Apalagi ketika yang bertanggung jawab kabarnya adalah mereka yang “berkeringat” saat pilkada, lalu “beristirahat” sambil menarik retribusi setelah pelantikan.

Mungkin inilah konsep wisata versi baru:

Wisata loyalitas, bukan wisata kualitas.

Bali membangun pariwisata dengan filosofi: wisatawan adalah tamu.

Labuhan Jukung hari ini seperti berkata: wisatawan adalah objek.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Kalau Bali bisa hidup dari kenyamanan tanpa memalak pintu masuk pantai, kenapa kita justru bangga memungut dari pasir, angin, dan matahari?

Kalau semua mau dijadikan duit, jangan kaget kalau suatu hari nanti ombak disuruh scan QRIS sebelum menggulung.

Labuhan Jukung tidak kekurangan potensi.

Yang kurang itu keberanian untuk jujur:

apakah mau membangun pariwisata,

atau sekadar mengamankan “jatah”?

Kalau begini terus, jangan lagi sebut Bali sebagai pembanding.

Karena Bali jadi contoh nasional bagaimana wisata dirawat.

Sementara Labuhan Jukung berpotensi jadi contoh nasional juga—contoh bagaimana ikon wisata bisa ditinggalkan karena terlalu banyak tangan di dompet wisatawan.

Berita Terkait

Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG
Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher
Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Fraksi PKB Soroti Struktur APBD, Dorong Anggaran Lebih Berpihak ke Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:20 WIB

DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:17 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Rencana Peluncuran Satelit Lampung-1, Dinilai Jadi Terobosan Visioner

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:15 WIB

Mukhlis Basri Dukung Trans Sumatra Railways, Nilai Perkuat Konektivitas dan Dongkrak Ekonomi Lampung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Sahdana Desak Audit Menyeluruh Bank Syariah Way Kanan, Minta Dirut hingga Jajaran Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:27 WIB

Wagub Lampung Buka KPDK Pramuka Lampung 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Vokasi untuk Kerja Global

Berita Terbaru

Bupati dan Wakil Bupati Tubaba, Novriwan Jaya - Nadirsyah

Tulang Bawang Barat

Tubaba Jadi Contoh Daerah Lain Berkat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:11 WIB

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Dorong Penguatan Pencegahan Korupsi Lewat Implementasi MCSP 2026

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:43 WIB

Tulang Bawang Barat

Bupati Tubaba: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Fiskal Daerah

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:54 WIB