“GoodB(a)y” Bibi, Lupakan Mimpi Jadi Raja Bayangan

Hendri Setiadi

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ambisi seorang bibi yang tega menggunting dalam lipatan langkah keponakannya yang menjadi raja.

Ilustrasi ambisi seorang bibi yang tega menggunting dalam lipatan langkah keponakannya yang menjadi raja.

Seorang raja muda kini duduk di tampuk kekuasaan. Di sampingnya ada sahabat yang jadi tangan kanan. Sementara sang bibi berdiri sebagai pengawas. Awalnya semua tampak tenang. Sang raja merasa dalam dekapan keluarga, sampai ia sadar, kalau bibinya sendiri sedang menanam duri di dalam daging.

(Netizenku.com): Kisah ini terjadi di sebuah negeri antah berantah di ujung pulau. Meski berlabel kerajaan, rakyat tetap punya kuasa setiap lima tahun sekali. Raja muda ini sebenarnya memulai segalanya dengan baik. Ia tak canggung dalam menjalankan tugas. Pribadinya punya pembawaan religius. Tak pelak rakyat makin jatuh hati dibuatnya. Tapi kenyamanan itu rupanya punya masa kedaluwarsa.

Syahwat Berkhianat

Ketulusan raja rupanya berbalas ambisi busuk. Sang bibi, yang seharusnya jadi mentor, malah sibuk mengurus agenda sendiri. Statusnya sebagai kerabat raja dipakai untuk memuluskan jalan pribadinya. Sebagai “pemain lama”, ia sangat paham lorong-lorong gelap di pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Lampung Dapat Apa dari MBG?

Untungnya, telik sandi raja bukan amatir. Mereka mencium ada yang janggal. Si bibi mulai mengumpulkan kawan-kawan lamanya, sesama alumni sebuah padepokan. Ini bukan sekadar ajang kangen-kangenan atau reuni biasa. Ini adalah gerakan bawah tanah untuk merapatkan barisan. Jaringan yang dulu sempat mati suri, kini dihidupkan kembali.

Untuk apa? Sederhana saja. Memburu kekuasaan. Bibi tahu ia tak bisa jadi raja. Maka, ia memilih jalan lain yang tak kalah menggiurkan, menjadi “Raja Bayangan”.

Tanam Orang, Jual Tiket

Rencana itu disusun sangat rapi. Langkah awalnya adalah menyusupkan orang-orang kepercayaan ke posisi strategis. Mereka “ditanam” di sana bukan untuk bekerja bagi raja, tapi untuk tunduk pada titah sang bibi.

Bahkan, bibi mulai bermain dengan “tiket jabatan”. Kursi-kursi di pemerintahan mulai diperjualbelikan. Transaksinya tentu bukan di loket resmi. Tapi melalui satu pintu yang kuncinya hanya dipegang oleh sang bibi. Lewat cara ini, ia mendapat dua keuntungan sekaligus. Selain kantong makin tebal, pengikutnya pun makin loyal. Lantaran merasa berutang budi.

Baca Juga  MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Tujuan akhirnya sudah jelas. Ia ingin siapa pun raja yang terpilih nanti, harus berada di bawah kendalinya. Sang bibi ingin memegang “remote kontrol” atas anggaran dan kebijakan. Licik, memang. Tapi itulah permainan yang ia pilih.

Kesantunan yang Terluka

Lalu, apa reaksi raja? Laporan intelijen sudah menumpuk di mejanya. Sebenarnya, satu jentikan jari saja cukup bagi raja untuk mendepak bibinya dari istana. Tapi ia memilih diam. Bagi sang keponakan, hormat kepada yang lebih tua jauh lebih berharga dibanding takhta dunia.

Raja hanya bisa mengurut dada. Ia memilih jalan sunyi, sembari melangitkan doa agar hidayah sudi mampir ke hati bibinya. Di titik ini, kita melihat kontras yang getir. Kiranya uban di kepala bukan jaminan matangnya jiwa. Bagi sang bibi, umur hanyalah deretan angka untuk memuaskan syahwat kuasa yang tak kunjung padam.

Baca Juga  Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Namun, drama ini tidak akan berakhir dengan kepasrahan yang cengeng. Di sudut remang istana, sang perdana menteri mulai melipat lengan baju. Ia tak akan membiarkan tangan rajanya kotor hanya untuk menyapu remah-remah pengkhianatan.

Baginya, kesabaran raja ada batasnya, tapi kesetiaan seorang sahabat tak punya ujung. “Tunggu saja,” bisik perdana menteri. Suaranya rendah, nyaris tak terdengar, namun ada getaran baja di sana. “Pada saatnya nanti, kita hentikan langkah mereka. Kalau membandel, kita ladeni. Kalau masih nekat melawan…”

Ia menjeda kalimatnya. Sorot matanya tajam menembus kegelapan malam. “Kita lipat kekuatannya. Kita gulung sampai tak ada lagi yang tersisa. Biarlah bibi terbang tinggi dengan mimpi jadi raja bayangannya. Biar saat kita jatuhkan nanti, ia tahu betapa kerasnya tanah yang selama ini ia injak-injak.”

Fajar hampir tiba. Dan biasanya, mimpi-mimpi yang dibangun dari kebohongan akan hangus terbakar tepat saat matahari menyapa. Selamat jalan, Bibi. Lupakan mimpi itu. (*)

Berita Terkait

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik
MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Lampung Dapat Apa dari MBG?
Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan
Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum
KPN Sai Betik Lampung Barat: Tanpa Rapat, Tanpa Sepakat Iuran Naik Seenaknya
Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:56 WIB

Pemprov Lampung Segera Terapkan Kebijakan Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Sesuai STNK

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Jumat, 24 April 2026 - 11:16 WIB

Sekda Lampung Marindo Kurniawan Motivasi Lulusan Teknik Unila Hadapi Bonus Demografi dan Tantangan Masa Depan

Jumat, 24 April 2026 - 09:12 WIB

Kunjungan Komisi VII DPR RI ke Lampung, Gubernur Lampung Dorong Industri, UMKM, dan Pariwisata

Kamis, 23 April 2026 - 21:43 WIB

DPRD Lampung Dorong Sopir Angkot Dilibatkan dalam Rekrutmen Taksi Listrik

Kamis, 23 April 2026 - 11:45 WIB

Swadaya Warga Perbaiki Jalan, DPRD Lampung Minta Pemda Lamteng Bertindak Serius

Rabu, 22 April 2026 - 20:30 WIB

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 - 16:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Berita Terbaru

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia. (Foto: ist)

Celoteh

MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik

Jumat, 24 Apr 2026 - 12:41 WIB