Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sektor pariwisata menyusul tingginya angka kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Lampung (Netizenku.com): Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung pada Januari–November 2025 mencapai 24.702.664 orang. Hingga akhir Desember 2025, total kunjungan diperkirakan menembus 27 juta orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Potensi wisata di Lampung sangat besar. Ini harus terus ditingkatkan, baik dari sisi destinasi, sumber daya manusia, maupun pemasarannya,” ujar Tony, pada Rabu (22/4/2026).
Dari sisi destinasi, Tony menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana serta aspek lingkungan. Selain itu, faktor keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian utama.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas, termasuk peningkatan akses infrastruktur menuju destinasi wisata,” katanya.
Di sektor sumber daya manusia (SDM), Pemprov Lampung berupaya meningkatkan kapasitas pengelola wisata melalui pendidikan dan pelatihan, serta penguatan pemahaman manajemen pariwisata.
“Lampung punya potensi alam yang besar, namun SDM juga harus mumpuni agar pengelolaan wisata bisa maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi pemasaran, promosi dinilai menjadi pekerjaan rumah penting. Di era digital, strategi promosi difokuskan melalui media sosial dengan melibatkan influencer dan brand ambassador guna memperluas jangkauan informasi wisata Lampung.
Pengembangan desa wisata juga terus diperkuat dengan pendekatan berbasis pengalaman (experience). Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga merasakan kehidupan desa, mulai dari kebersihan, budaya, hingga kuliner dan kriya lokal.
“Wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang utuh, bukan sekadar melihat tempat wisata,” jelas Tony.
Saat ini, sebanyak 133 desa di Provinsi Lampung telah terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Pemerintah akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan desa prioritas, termasuk menilai keaktifan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong integrasi konsep desaku maju, desa wisata, dan desa budaya untuk menciptakan destinasi yang lebih komprehensif.
“Jika potensi wisata, infrastruktur, dan nilai budaya dapat digabungkan, maka akan terbentuk desa wisata yang lengkap dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dalam penguatan sektor ini, aspek keselamatan wisata tirta juga menjadi perhatian, termasuk melalui peran Balawista di kawasan sungai, air terjun, dan laut. (*)








