Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

iwan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Liwa, Lampung Barat, dapur MBG tampaknya sedang jatuh cinta pada romantisme kuliner. Sambel nanas dihidangkan. Sambel tradisional. Sambel yang mungkin dulu menemani leluhur membuka hutan, mengusir dingin Balik Bukit, dan mengajarkan bahwa hidup tak selalu manis. Kadang asam, kadang pedas, kadang bikin dahi berkeringat.

Lampung Barat (Netizenku.com): Masalahnya satu, yang makan bukan leluhur, tapi anak TK dan SD.

Di sinilah dapur MBG seolah lupa membedakan antara pelestarian budaya dan uji nyali kuliner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak-anak yang kesehariannya akrab dengan telur, ayam, dan rasa aman bernama kecap manis, kini dihadapkan pada sambel nanas yang jujur tanpa basa-basi. Sambel yang tidak mengenal kata “opsional”. Sambel yang datang dengan aura, “Ini budaya, terima atau menangis.”

Baca Juga  SMAN 1 Liwa Ditarget Masuk Lima Besar Sekolah Unggulan di Lampung

Akhirnya, sambel itu tak disentuh. Bukan karena tak cinta budaya, tapi karena lidah anak-anak belum siap diseret ke masa lalu tanpa persiapan.

Namun yang lebih mengkhawatirkan bukan soal sambel ditinggal, tapi jangan sampai sambel nanas ini menjadi modus. Jangan sampai dalih “menu lokal” justru dipakai untuk mengeruk untung besar, sementara nilai gizi ditaruh di urutan belakang.

Baca Juga  MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo

Karena kita semua tahu, nanas murah, sambel murah, tapi label “tradisional” bisa mahal di laporan. Anak-anak butuh protein, zat besi, dan energi, bukan sekadar cerita bahwa mereka sudah “dikenalkan budaya” lewat sambel yang bahkan tak mereka sentuh.

Program Makan Bergizi Gratis seharusnya bicara tentang gizi, bukan sekadar rasa lokal yang kebablasan. Jangan sampai dapur MBG sibuk menghitung margin sambil berkata,

“Yang penting khas daerah.”

Khas daerah boleh.

Untung wajar boleh.

Tapi kalau yang kenyang justru laporan keuangan, sementara anak-anak pulang dengan perut setengah terisi dan trauma rasa nanas, itu bukan program gizi—itu eksperimen rasa.

Baca Juga  Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Pelestarian budaya itu penting, tapi anak-anak bukan alat promosi kuliner. Mereka subjek yang harus dilindungi gizinya, bukan objek yang harus dibiasakan menelan konsep.

Jadi sambel nanas silakan tetap hidup.

Di meja orang dewasa.

Di acara adat.

Di lomba kuliner.

Untuk anak TK dan SD, cukupkan dulu gizinya.

Budaya bisa menyusul.

Jangan dibalik.

Karena negara yang baik bukan yang paling kreatif mengolah sambel, tapi yang paling serius memastikan anak-anaknya makan cukup, sehat, dan pulang tanpa rasa takut pada nanas. (*)

Berita Terkait

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?
Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan
MBG Lampung Beruntung “Dikawal” Duet Kakak Beradik
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
MBG Lampung Gamang Wujudkan Asta Cita Prabowo
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Lampung Dapat Apa dari MBG?

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:42 WIB

Wagub Jihan Groundbreaking Ruas Bandar Jaya-Mandala, Targetkan Kemantapan Jalan 96%

Selasa, 28 April 2026 - 14:32 WIB

Bidik Prestasi di Bandung, FGI Lampung Siapkan 6 Atlet Unggulan untuk Kejurnas Gimnastik 2026

Senin, 27 April 2026 - 22:25 WIB

Gaji ke-13 ASN Pemprov Lampung Cair Juni 2026, Anggaran Rp150 Miliar Disiapkan

Senin, 27 April 2026 - 22:10 WIB

DPRD Lampung Dorong Strategi Khusus Hadapi El Nino Mei 2026

Senin, 27 April 2026 - 13:43 WIB

Harlah ke-80 Muslimat NU di Lampung, Jihan Nurlela dan Khofifah Resmikan Paralegal

Minggu, 26 April 2026 - 17:12 WIB

Purnama Wulansari Dukung Agita Nazara di Puteri Indonesia 2026

Minggu, 26 April 2026 - 17:04 WIB

Sinergi Sumbagsel, Mirza dan Tokoh Nasional Bersatu Percepat Pembangunan

Minggu, 26 April 2026 - 16:59 WIB

Wagub Jihan Ajak Ulama Mesir Perkuat Sinergi Pendidikan di Lampung

Berita Terbaru

Tersedia 10 armada (3 unit beroperasi tahap awal) dengan tarif Rp5.000 menggunakan sistem pembayaran non-tunai.(Foto: ist)

Bandarlampung

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:08 WIB

Lampung

DPRD Lampung Dorong Strategi Khusus Hadapi El Nino Mei 2026

Senin, 27 Apr 2026 - 22:10 WIB