Tulangbawang Barat (Lentera SL): Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) periode 2017-2022 Ir. H. Umar Ahmad, S.P, meminta doa agar rasa cintanya terhadap kabupaten ini tidak akan pernah berubah, tetap menjadi salah satu semangat dan penyebar kebaikan di daerah yang dicintainya, sehingga perjalanan menuju Tubaba tidak akan pernah dihentikan.
Hal itu disampaikan Umar saat acara halal bihalal insan pers se-Kabupaten Tubaba, di Kulon Rowo Cafe dan Resto, Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Jumat (27/5) malam.
“Perjalanan menuju Tubaba ini tidak akan pernah kita hentikan, orang-orang di wilayah ini harus memegang teguh prinsip Nenemo, sederhana, setara dan lestari,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, dirinya yakin dan percaya perjalanan menuju Tubaba hingga sejauh ini berkat kekompakan, kebersamaan, yang pada hari ini menyampaikan dan meneguhkan perjalanan kita menuju Tubaba yang kita cita citakan. Termasuk seluruh rekan pers di Kabupaten ini punya peran yang sangat penting dalam sebuah perjalanan menuju Tubaba.
“Dalam perjalanan ini tentunya sudah banyak yang teman-teman berikan, kami mengucapkan terima kasih untuk menemani perjalanan menuju Tubaba,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai manusia biasa tentu ada hal-hal yang kurang berkenan dilakukan. Oleh karenanya pihaknya memohon maaf.
“Dalam proses perjalanan kemarin sekitar 11 tahun ber-Tubaba, mungkin ada hal yang masih kurang berkenan kami mohon maaf. Tetapi sungguh bahwa yang kita lakukan benar-benar untuk perjalanan kita menuju pulang kemasa depan,” ungkapnya.
Dia juga berharap dalam menjalankan sebuah profesinya masing-masing, sama-sama untuk melihat dan mendengar guna menjaga keutuhan serta kebersamaan proses pembangunan di kabupaten Tubaba.
“Sehingga gasnya tidak pernah berubah, dengan kecepatannya yang tidak pernah berubah untuk perjalanan kita pulang ke masa depan,” harapnya.
Sementara itu, mantan Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, S.E., M.M., mengapresiasi diselenggarakannya acara tersebut dan menurutnya kegiatan itu sangat luar biasa.
“Jika ada istilah the power of emak-emak, maka ini adalah the power insan pers,” tukasnya.
Dikatakannya, sepuluh tahun yang lalu dirinya telah bergabung di Kabupaten Tubaba, dan untuk itu ia merasa bersyukur untuk tiga hal.
“Pertama saya bersyukur dipertemukan Allah SWT dengan Kabupaten Tubaba, suasana yang penuh aura kebersamaan, kesederhanaan dan ketulusan, lalu saya bersyukur dipertemukannya dengan saudara-saudara sekalian dengan persahabatan yang ikhlas, tulus, dan saling mendukung selama ini, serta saya bersyukur juga dipertemukan dengan orang yang sangat menginspirasi saya, yaitu Umar Ahmad,” terangnya.
Menurutnya, tidak ada yang utama dalam membangun Kabupaten Tubaba dan tidak ada istilah peran besar dan kecil, yang menjadi kebanggaan Kabupaten adalah kita semua dalam semua peran.
“Mari kita lanjutkan dari posisi dan keberadaan kita masing-masing. Kita hanya berpisah raga, tetapi jiwa dan gagasan kita saya rasa tidak pernah berpisah,” pungkasnya. (Arie/Leni)








