oleh

Wisata Religi Menara Masjid Agung Al-Furqon Bandarlampung

Bandarlampung (Netizenku.com): Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meresmikan Menara Masjid Agung Al-Furqon, Jumat (18/6), di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 55, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara.

Menara Masjid Agung Al-Furqon setinggi 144 meter dibangun di masa pemerintahan Wali Kota sebelumnya, Herman HN, dan diklaim sebagai menara masjid tertinggi se-Indonesia.

Pembangunan menara masjid menelan biaya sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kota setempat yang terbagi dalam tiga termin yakni di Tahun Anggaran (T/A) 2017 sebesar Rp3 miliar, T/A 2018 sebesar Rp7 miliar, dan T/A 2019 sebesar Rp10 miliar. Pembangunan menara rampung pada akhir 2020 lalu.

Menara Masjid Agung Al-Furqon diharapkan menjadi ikon baru kota yang berjuluk Tapis Berseri dan mampu menarik kunjungan wisatawan sebagai destinasi wisata religi.

“Menara masjid berfungsi sebagai sarana untuk menikmati pemandangan Kota Bandarlampung dan menjalankan syiar agama Islam,” kata Eva Dwiana.

Baca Juga  Jelang Mudik, Pemkot Benahi Jalan Rusak

Menara Masjid Agung Al-Furqon dilengkapi pendingin ruangan, lift kapasitas 5-8 orang yang mampu mencapai puncak menara dalam waktu 45 detik, dan jalur khusus difabel.

Eva Dwiana meminta jamaah, khususnya Takmir Masjid Agung Al-Furqon, untuk selalu menjaga dan merawat kebersihan menara masjid.

“Terutama Takmir Masjid selama masa pandemik masih banyak kebutuhan yang belum mencukupi, insyaallah, Bunda Eva bersama OPD akan memberikan khusus dana Takmir Masjid yang ada di Kota Bandarlampung,” kata Eva Dwiana.

Wisata Religi Menara Masjid Agung Al-Furqon Bandarlampung
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meresmikan Menara Masjid Agung Al-Furqon di Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Jumat (18/6). Foto: Netizenku.com

Dikutip dari laman Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama RI, Masjid Agung Al-Furqon Kota Bandarlampung berdiri pada tahun 1958 di atas lahan seluas 60.850 m² dengan luas bangunan 7.000 m² dan mampu menampung 3.000 jamaah.

Baca Juga  Pemkot Bentuk Tim Khusus Pencekal Banjir

Ketua Takmir Masjid Agung Al-Furqon, Dr KH A Buchori Muslim LC MA, mengapresiasi pembangunan menara masjid oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

Dia menuturkan Wali Kota Bandarlampung Periode 2010-2021, Herman HN, terinspirasi membangun Menara Masjid Agung Al-Furqon setelah melihat Menara Masjid Nusa Tenggara Barat (NTB) Islamic Center yang memiliki ketinggian 99 meter.

“Wali Kota Herman HN merubah (ketinggian menjadi) 114 meter, sebanyak jumlah surat yang ada di dalam Alquran. Ini bukan saja kebanggaan Kota Bandarlampung tapi kebanggaan semua yang ada di Provinsi Lampung,” ujar KH A Buchori.

Dia berharap Menara Masjid Agung Al-Furqon bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, apalagi Wali Kota Eva Dwiana ingin menjadikan Masjid Agung Al-Furqon sebagai salah satu destinasi wisata religi dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Dinsos Beberkan Mekanisme Penerimaan PKH

“Menara ini bukan hanya sebatas untuk kita orang-orang Islam tapi pintu juga terbuka untuk silaturahmi oleh saudara-saudara kita yang beragama lain,” kata dia.

Peresmian Menara Masjid Agung Al-Furqon, lanjut KH Buchori, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung tidak hanya perduli pada pembangunan fisik tapi juga pada pembangunan mental spiritual.

“Agama Islam wasathiyah, bersifat moderat dan saling menghargai perbedaan, agama yang antiradikalisme, anti kepada ekstrim dan sikap-sikap yang berlebihan karena negara kita adalah negara Pancasila yang berdasarkan UUD 1945,” pungkas dia.

Peresmian Menara Masjid Agung Al-Furqon turut dihadiri Wali Kota Bandarlampung Deddy Amarullah, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Yan Budi Jaya, Dandim 0410/KBL Kolonel (Inf) Romas Herlandes, dan unsur Forkopimda lainnya, serta Kepala OPD, bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *