oleh

Walikota Bengkulu Kunjungi Tubaba, Cinderamatanya Istimewa

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad SP, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten setempat, menerima kunjungan kerja Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E, di Kota Budaya Uluan Nughik, Panaragan Jaya, Kamis (15/7).

Rombongan walikota Bengkulu sebanyak lebih kurang 10 orang tersebut diterima bupati di komplek Rumah Baduy, dan disambut dengan Tari Nenemo, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Umar Ahmad menyampaikan terima kasih dan perasaaan bangganya dapat menerima kunjungan Walikota Bengkulu ke bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini.

“Selamat datang Bang Haji di Tulangbawang Barat. Tempat ini kami sebut Uluan Nughik, uluan berarti awal, nughik berarti kehidupan, awal dari kehidupan. Wilayah yang kami buka sebesar 1800 Ha, yang diharapkan akan menjadi Kota Budaya berbasis Ekologi,” ujarnya.

Baca Juga  Diduga Tak Umumkan Sertifikat Hasil, PPS Tubaba Terancam Pidana

Bupati juga memperkenalkan istilah Tubaba sebagai masa depan yang ingin dituju oleh Tulangbawang Barat kepada rombongan dari Kota Bengkulu tersebut.

Sementara itu Helmi Hasan dengan antusias menyampaikan rasa bahagianya bisa menyambangi Tubaba, sebagai salah satu tujuan kunjungan kerjanya di beberapa daerah di Indonesia.

“Saya bisa bilang, dari seluruh daerah yang saya kunjungi di Indonesia, baru kali ini saya disambut dengan suasana yang berbeda. Tubaba punya suasana yang unik, rumah-rumah kayu masih dipertahankan dengan udaranya yang bersih,” ujar Helmi Hasan dalam sambutannya.

Helmi Hasan juga menyampaikan bahwasanya Kota Bengkulu juga sedang membangun sebuah Kota yang mengedepankan konsep kebahagiaan bagi warganya.

Baca Juga  Penggemar Bonsai Kembali Dimanjakan Dengan Pameran di Uluan Nughik

“Di periode pertama, Saya membuat program SAMISAKE, Satu Miliar Satu Kelurahan, sehingga kelurahan bisa memiliki kemampuan seperti halnya desa yang memiliki ADD,” terangnya.

Kota Bengkulu juga mengedepankan unsur religius dalam pembangunan kotanya. Rumah ibadah diinstruksikan untuk buka 24 jam. Kemudian, biaya air PDAM di gratiskan serta menggandeng CSR perusahaan untuk menanggung biaya listrik rumah ibadah yang buka 24 jam tersebut.

“Kita tahu, minimarket, hotel dan sarana lainnya bisa buka 24 jam. Tapi anehnya, kenapa rumah ibadah harus ditutup pada jam tertentu. Rumah ibadah sudah seharusnya dapat menjadi tempat penyejuk warga, sehingga harus dibuka setiap saat. Dan kami juga perintahkan agar rumah ibadah menjadi sumber kebahagiaan warga. Kami sediakan makanan gratis di setiap rumah ibadah sehingga umat ataupun warga yang berkunjung merasa disambut dan merasa nyaman di rumah ibadah manapun,” tutur Walikota Bengkulu.

Baca Juga  Tubaba Gelontorkan Tambahan Rp2 Miliar untuk Pilkati Serentak

Dalam kesempatan itu, Bupati Tubaba dan Walikota Bengkulu menandatangani MOU kerja sama antar daerah dalam rangka pendayagunaan potensi daerah guna meningkatkan kehidupan masyarakat yang religius.

Penandatanganan MoU tersebut juga menandai hubungan persahabatan antara kedua daerah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa destinasi wisata dan juga Islamic Center.

Walikota Bengkulu di akhir kegiatan memberikan tongkat yang digunakannya sehari-hari sebagai cinderamata kepada bupati Tulangbawang Barat.

“Tongkat ini asli dari bahan tanduk. Ini Saya pakai bukan karena ada masalah di kaki, tapi karena ini adalah salah satu Sunnah Rasul,” pesannya. (Arie/leni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *