BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Tulangbawang Barat (Tubaba) International Bamboo Festival (TIBF) telah berakhir. Bupati, Umar Ahmad SP, memberikan catatan penting selama gelaran festival berlangsung.

“Ada beberapa catatan penting selama mengikuti pelaksanaan internasional bambu festival ini, mulai dari awal sampai dengan malam penutupan ini,” kata bupati saat memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi TIBF 2020 di Kota Budaya Uluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Minggu malam (8/11).

Umar Ahmad mengurai, catatan tersebut yakni festival TIBF tidak hanya sekadar menyajikan sebuah hiburan kepada warga masyarakat Tubaba, tetapi festival ini lebih jauh daripada itu adalah mendidik masyarakat Kabupaten Tubaba.

“Karena ruh dari festival ini sebenarnya ingin kita melakukan pendidikan secara besar-besaran terhadap masyarakat Tubaba, diantaranya menjaga lingkungan, mengembangkan SDM, dan meningkatkan nilai barang,” ulasnya.

Festival ini, lanjut bupati, juga tidak hanya sekadar festival, ini juga akan menjadi titik sekaligus tahapan perjalanan semua untuk menuju ke masa depan yang lebih baik lagi, dalam kehidupan kita khususnya untuk kehidupan warga masyarakat Tubaba “Pulang ke Masa Depan”.

Ketiga, kata bupati, festival ini juga sekaligus menjadi ujian terhadap orang maupun barang, bagaimana kita meningkatkan kualitas orang Tubaba bagaimana kita meningkatkan barang-barang yang akan ada di Tubaba.

“Sekali lagi ini adalah ujian bagi orang-orang dan barang-barang yang layak ada di Tubaba,” ujar Umar Ahmad.

Umar melanjutkan, pihaknya juga mencatat hadir di dalam festival ini beberapa hal-hal yang sangat keren, yang pertama tadi pagi melihat ada segerombolan anak kecil usia sekolah dasar dan rombongan ibu-ibu yang hadir membawa kantung dan memungut sampah plastik dalam kegiatan festival internasional ini.

“Ini adalah kerja-kerja yang luar biasa, kerja-kerja mereka sangat menarik. Kerja mereka adalah kerja-kerja yang terpuji dan sangat mulia, mereka memberikan contoh kepada kita semua bahwa kita ingin mengurangi sampah-sampah plastik,” tuturnya.

Kemudian, ia juga melihat ada kehadiran dari Komunitas Pencinta Burung Perkutut, yaitu untuk menjaga kelestarian alam, mereka juga ingin menjaga bagaimana keseimbangan burung perkutut yang ada, mereka memelihara 2 ekor dan melepas 1 ekor, itu juga adalah komitmen yang sangat kuat untuk menjaga keseimbangan yang ada.

“Komunitas brugo yang hadir juga dengan komitmen yang sama untuk menjaga kelestarian alam. Dan hadir juga banyak anak-anak muda di dalam festival ini yang penuh kreatif dan membanggakan bagi Kabupaten Tubaba,” lanjut Umar.

Terselenggaranya festival ini, tambahnya, juga mencerminkan kolaborasi yang sangat baik, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, anak-anak muda, dan lain sebagainya ini tercermin di dalam festival yang digelar sangat baik ini.

“Atas nama Pemkab Tubaba mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja-kerja mulia, kerja-kerja baik ini kepada semua pihak yang telah terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan festival yang kita gelar di tahun 2020. Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di titik ini kita masih banyak kegiatan-kegiatan di masa-masa yang akan datang untuk terus kita laksanakan,” tutupnya.

Sementara Kurator Festival, I Gede Kresna mengaku dibuat terpukau oleh festival bambu tersebut. Mulai dari pembukaan yang begitu fenomenal, dan pertunjukannya sangat keren.

“Hasilnya jauh dari pengharapan yang saya bayangkan sebelumnya,  terima kasih untuk semuanya  kawan-kawan ini investasi besar buat Tubaba,” kata dia.

Bli Gede sapaan akrabnya, mengaku telah berkali-kali mengikuti festival bambu dalam skala internasional, diakuinya Tubaba International Bamboo Festival ini adalah festival bambu terbaik yang pernah ada di Indonesia ada 25 partisipan dan 17 pembicara internasional yang ikut terlibat dalam acara ini, bahkan pembicara tidak tahu Tubaba itu di mana dan ketika dicari peta tidak ada, tapi bisa menyelenggarakan sebuah festival bambu terbaik di Indonesia. Bahkan pengakuan Evan ini adalah festival bambu terbaik di dunia.

“Terbayar sudah kerja keras anak-anak muda Tubaba. Setiap penyelenggaraan apapun itu pasti ada faksi-faksi kecil pertikaian-pertikaian kecil, tapi kita tidak bisa memandang pertikaian ini sebagai awal dari sebuah permusuhan anggap saja pertikaian atau faksi-faksi kecil ini adalah awal dari sebuah jalinan,” ulasnya seraya menitipkan pesan kepada anak-anak muda di seluruh Tubaba, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Pemkab Tubaba ini sangat keren dan sangat bagus, dan berharap untuk terus mengembangkan diri, kreasi, atas ilmu dan pengalaman yang di dapat dari festival tersebut.

Kegiatan penutupan inj turut dihadiri Wakil Bupati, Fauzi Hasan, Ketua DPRD, Ponco Nugroho, Dr Meta dari keluarga Ibu Megawati Soekarnoputri, Dandim 0412 / LU Letkol  Inf Hary Prabowo, Kapolres Tubaba diwakili Wakapolres Tubaba, Kompol Tri Hendro Prasetyo, unsur Forkompinda, para pejabat eselon menyuguhkan pertunjukkan Overture, Musik Reaggae, Fire Dance, Duel Seruling, dan musik eksperimental yang dibawakan oleh Senyawa Band dari Jogjakarta. (Arie/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here