Sistem Zonasi Risiko Covid-19 Berdasarkan Jumlah Tes

Redaksi

Kamis, 8 Juli 2021 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, usai rapat bersama Wali Kota Bandarlampung dan Direktur RS di Gedung Semergou Pemkot setempat, Kamis (7/7). Foto: Netizenku.com

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, usai rapat bersama Wali Kota Bandarlampung dan Direktur RS di Gedung Semergou Pemkot setempat, Kamis (7/7). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Dalam Rapat Kerja bersama DPR RI dan Menteri Kesehatan di Kompleks Parlemen, Jakarta, yang disiarkan kanal Youtube DPR RI, Senin (5/7) lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan mengubah sistem zonasi Covid-19 menyusul temuan sejumlah pemerintah daerah mengakali data penularan kasus di wilayahnya.

Budi mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah tidak menggelar tes secara agresif agar tak menemukan kasus Covid-19. Dia menyebutkan pemerintah daerah tersebut takut dicap gagal karena menemukan banyak kasus Covid-19.

“Seakan-akan semua daerah berebutan agar nilainya kelihatan baik dengan cara tidak membuka semua testing yang ada di sana atau tidak melakukan testing sebesar seharusnya,” kata Budi dalam rapat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi menyampaikan pemerintah pusat akan menentukan zonasi Covid-19 berdasarkan rasio tes. Pemerintah akan mengecek seberapa banyak tes yang digelar di satu daerah perhari.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, meminta pemerintah pusat mengatasi keterbatasan pemerintah daerah dalam melakukan tes di wilayahnya.

“Enggak sesimpel itu. Boleh saja, tapi pemerintah juga harusnya punya konsep kemampuan,” ujar dr Aditya di Bandarlampung, Kamis (8/7).

Aditya yang juga Tim Medis Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung menuturkan pada Senin, 5 Juli 2021, Lebkesda menerima kiriman 1.200 sampel dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya yang 600 sampel perhari.

Baca Juga  Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik

“Ini kan kirimnya 1.200 sampel, kami cuma bisa 600 perhari, sisa 600-nya ya tunggu besoklah,” kata dia.

Labkesda Provinsi Lampung, lanjut dr Aditya, memiliki 2 unit mesin unit alat test Polymerase Chain Reaction (PCR). Dia mengatakan peningkatan jumlah sampel untuk dites, dengan SDM terbatas, maka membutuhkan waktu lebih lama untuk hasil pemeriksaan.

“Kami itu sekali running, jalan mesinnya, bisa 75 sampel. Sehari bisa sampai 4 kali dan dengan 2 mesin, bisa 600 sampel. Satu kali putaran mesin butuh waktu 4-5 jam, dengan 4 kali pemutaran tiap 4 jam, bisa 16 jam,” jelas dr Aditya.

Dengan keterbatasan itu, Tim Medis Labkesda kemudian memberlakukan antrean pemeriksaan sampel.

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

“Yang duluan datang kita periksa, yang belakangan ya antre. Kemampuan kita untuk memeriksa terbatas, enggak masuk akal, cuma ya gimana kita enggak bisa tolak,” kata dia.

Baca Juga; IDI Bandarlampung: 3T terkendala stigma dan ketersediaan Lab

Menurut dr Aditya yang juga Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Lampung ini, peningkatan jumlah sampel yang dikirim ke Labkesda menyiratkan bahwa pelaksanaan tracking di daerah berjalan maksimal.

“Tidak apa-apa banyak meskipun kita kewalahan, tapi itu real di lapangan artinya trackingnya maksimal,” ujar dia.

Aditya meminta agar pemeriksaan sampel tes PCR, selain di Labkesda, juga dimaksimalkan di RSUD Abdul Moeloek, Balai Veteriner Lampung, dan BPOM Lampung. (Josua)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Berita Terbaru

Pringsewu

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Minggu, 4 Okt 2026 - 21:07 WIB