Polisi Olah TKP Lakalantas Penyebab Balita Kritis di Tubaba

Redaksi

Senin, 1 November 2021 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Setelah viral di media sosial balita 10 bulan mengalami kritis akibat kecelakaan lalu lintas, hari ini jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (1/11).

Menurut Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P. Silalahi, didampingi Kasat Lantas IPTU. Suarjono mengatakan, setelah pihaknya mendengar berita dan adanya laporan keluarga Balita tentang Lakalantas yang terjadi beberapa waktu lalu, hari ini kita langsung turun olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari olah TKP ini kita sudah memanggil pengemudi mobil Pick Up yang diduga menyerempet motor ibu dan balita sehingga menyebabkan balitanya kritis dirawat di rumah sakit,” kata Suarjono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, driver mobil Pick Up tersebut bernama Sudirman (42) warga Tiyuh Karta Raharja. Namun, dari hasil olah TKP dan pemanggilan terhadap pengemudi belum dapat kita simpulkan, karena pihaknya juga sedang menunggu keterangan ibu balita dan mencari saksi saat kejadian.

“Selain itu, kita juga sedang menunggu laporan resmi pihak keluarga ke Mapolres. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan reka ulang jika sampai keterangan kedua belah pihak berbeda-beda,” ulasnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di TKP dan hasil CCTV yang terpasang di panglong kayu milik Kusno tertanggal 27 Oktober 2021 pukul 13.13 WIB, lanjut dia, terlihat kendaraan roda empat jenis pick up bermuatan kayu terparkir sekitar 40 meter dari TKP dengan posisi berlawanan arah dan bersiap siap berjalan menuju arah Daya Murni.

Baca Juga  Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

“Diduga kuat mobil yang bermuatan kayu tersebut berbelok secara tiba-tiba, membuat Jenika anggraini sang ibu korban yang datang berlawanan arah seketika kaget dan tidak bisa mengendalikan laju motornya, sehingga menabrak bak samping bagian ban belakang mobil Grand max,” jelasnya.

Terpisah, saat ini ayah korban Darwin tengah membuat laporan resmi ke Polres Tubaba.
Dia  juga membenarkan, jika istrinya Jenika saat ini tengah berada di RS Muhammadiyah Kota Metro mendampingi korban Aldafi Anggara yang tengah menjalani perawatan serius.

“Ya saya sedang membuat laporan resmi ke Polres Tubaba bang, kami sangat yakin dan percaya aparat kepolisian bekerja secara profesional dalam menangani kasus ini,” singkatnya.

Diketahui, kejadian laka lantas tersebut bermula diduga Mobil Grand Max warna hijau bermuatan kayu keluar dari panglong dan menyeberang, tepatnya di tengah badan jalan sehingga menyerempet motor Yamaha Mio hingga anak pengemudi yang masih balita usia sepuluh (10) bulan Aldafi Anggara mengalami keritis Di Rumah Sakit Muhammadiyah Metro.

Baca Juga  Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha

Korban merupakan anak pertama dari pasangan Jenika Anggraini dan Darwin, warga Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU). Korban telah menjalani operasi dibagian kepala akibat benturan insiden kecelakaan Naas yang terjadi pada Rabu (27/10) sekira pukul 12.57 WIB lalu.

Menurut keterangan, Jenika Anggraini ibu dari sang bayi, dirinya saat itu hendak pulang menuju ke rumahnya bersama orang tuanya Eka Wati dan anak balitanya yang masih berusia 10 bulan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BE 3447 SQ.

“Kami abis dari belanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Daya Murni, saya yang mengemudikan motor, anak saya digendong ibu saya di belakang, tepatnya di depan pertamini partashop Tiyuh Karta Raharja ada mobil Grand Max bermuatan itu mendadak melaju menyeberang menutup jalan seketika itu kami mengelakkan kayu yang menjulur keluar dari bak mobil malah menabrak bak samping mobil tersebut kemudian kami terjatuh dan anak kami pingsan tidak sadarkan diri,” terangnya.

Setelah melihat anak saya tidak sadarkan diri, pihaknya langsung menghubungi suami dan keluarga untuk memberi tahu bahwa telah mengalami musibah kecelakaan, selanjutnya pihaknya dibantu oleh warga sekitar diantar ke Puskesmas Tiyuh Karta Raharja.

Namun, setiba di Puskesmas tim medis menyarankan korban harus dirujuk ke Rumah sakit Asy-Syifa Medika Daya Murni karena kondisinya sangat buruk. Di Asy-Sifa korban langsung dilakukan tindakan oleh tim medis, selang beberapa menit ada perubahan sedikit, korban mulai sadar namun tim medis juga menyarankan harus di rujuk ke rumah sakit di daerah Bandar Jaya dan Metro

Baca Juga  Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing

“Dari hasil penanganan tim medis anak kami harus dilakukan sekening di bagian kepalanya, akibat benturan kejadian kecelakaan yakni ada penggumpalan darah di bagian kepala kemudian kami langsung berangkat menuju Rumah sakit Muhammadiyah Metro,” ulasnya.

Setiba di rumah sakit, korban langsung di sekening, selang beberapa menit kemudian pihak rumah sakit memberitahu bahwa korban harus segera dilakukan operasi, karena hasil dari sekening ada gumpalan darah dan keretakan tulang di bagian kepala.

Setelah dioperasi selama tiga hari, dalam proses pengobatan di ruang ICU ada perubahan mulai membaik namun tim medis tidak menjamin bahwa anak kami bisa normal seperti sedia kala.

“Tepatnya hari ke tiga (3) hari sabtu (30/10) sekira 16.34 WIB kondisi fisik anak kami mengalami perubahan buruk, anak kami tingkat kesadarannya menghilang, nafas tersenggal-sengal. Dan di hari ke empat pada hari minggu (31/10) sekira pukul 18.26 WIB kondisi bayi kami semakin memburuk keadaannya kritis,” jelasnya. (Arie/leni)

Berita Terkait

DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar
Kwarcab Pramuka Tubaba Lantik Pengurus PAW, Fokus Kejar Program Strategis
SDN 14 Tulang Bawang Barat Terbakar, Ruang Kelas Hangus Dilalap Api
DPRD Tubaba Sidak Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar yang Diduga Bermasalah
Proyek Irigasi Rp48 Miliar di Tubaba Diduga Mangkrak
Pemkab Tubaba Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut
Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:20 WIB

Dukung Nobar Piala Dunia 2026, Ketua Komisi II DPRD Lampung Dorong Kebangkitan UMKM

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:14 WIB

Disnaker Lampung Gelar Pelatihan Vokasi di 33 Titik, Siap Cetak Tenaga Kerja Produktif

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:39 WIB

Lampung Tuan Rumah Penas Tani Nelayan 2029

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:57 WIB

Empat Kandidat Ramaikan Perebutan Ketua Apindo Lampung

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:27 WIB

Wali Kota Metro Ramaikan Bursa Ketua Demokrat Lampung

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:41 WIB

Kembalikan Berkas Pendaftaran, Budiman AS Siapkan Strategi Khusus untuk Musda Demokrat Lampung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:41 WIB

Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis Guru TK Bentuk Karakter Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:38 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Creative Financing

Berita Terbaru

Tanggamus

PAN Tanggamus Konsolidasi Dini Hadapi Pemilu 2029

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:50 WIB

Lampung

Lampung Tuan Rumah Penas Tani Nelayan 2029

Minggu, 21 Jun 2026 - 18:39 WIB

Ketua Pendaftaran dan Penjaringan Apindo Lampung, Mico Periyando (nomor tiga dari kanan) menerima tim Liaison Officer (LO) Ary Meizary. (Foto: ist)

Lampung

Empat Kandidat Ramaikan Perebutan Ketua Apindo Lampung

Minggu, 21 Jun 2026 - 17:57 WIB