PMII ‘Ultimatum’ Pejabat UIN Lampung Jika tak Mau Bernasib Macam Rektor Unila

Redaksi

Minggu, 21 Agustus 2022 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist/ilustrasi

Foto: Ist/ilustrasi

Bandarlampung (Netizenku.com): Kasus penangkapan rektor di Lampung begitu disayangkan oleh sejumlah kalangan. Masalah yang tergolong sebagai tindak pidana korupsi tersebut, dinilai telah mencemari dunia pendidikan di Lampung.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Lampung, Sapriyansah, menyayangkan komersialisasi pendidikan yang memaksa Rektor Unila dan beberapa pejabat di sana mengenakan rompi orange, di tambah lagi suap-menyuap melibatkan mantan Rektor IBI Darmajaya.

“Kita semua berduka, kasus ini melibatkan orang-orang penting dalam dunia pendidikan di Lampung. Dari hal ini kami semakin yakin, bahwa apa yang diteriakan oleh para aktivis selama bertahun-tahun di Lampung benar adanya,” tegas mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Lampung tersebut kepada Netizenku.com, Minggu (21/8).

Baca Juga  Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, masih banyak oknum yang tak ‘tahu diri’ memanfaatkan dunia pendidikan sebagai ladang bisnis. Ia pun wanti-wanti kepada seluruh pejabat UIN Lampung agar tak bernasib sama dengan Rektor Unila dan mantan Rektor IBI Darmajaya.

“Di UIN Lampung kami masih menemukan pungutan-pungutan liar yang melanggar hukum. Kami masih terus melakukan kajian terkait dengan uang kuliah tinggal (UKT-red) yang kian meroket tiap tahunnya. Hati-hati untuk pejabat-pejabat di sini jika tak mau bernasib sama,” jelasnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Intensif Pantau Harga Pangan Jelang Nataru 2026

Sementara itu, Ketua PMII Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Dicko Kurniawan, menjelaskan bahwa UIN Lampung tak pernah transparan soal UKT mahasiswa.

“Kami selalu lakukan kajian dengan pihak komisariat, bahkan menjelang pengenalan budaya akademik kampus (PBAK-red), isu soal mahalnya biaya kuliah yang tak sesuai dengan sarana prasarana yang didapat mahasiswa, masih menjadi persoalan pokok yang kami soroti. Kami akan menuntut transparansi pejabat soal semua anggaran yang berkenaan dengan mahasiswa,” pungkasnya.(Agis)

Baca Juga  Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun

Berita Terkait

KETUM JPPN MENGHIMBAU PEMERINTAH UNTUK MEMBELI HASIL PANEN JAGUNG PETANI SESUAI HPP
Wagub Jihan Apresiasi Penggalangan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Lampung
Komisi V DPRD Lampung Dukung Inisiatif Perda Anti LGBT
Gubernur Lampung Tutup AI Ideathon 2025, Lahirkan Inovasi untuk Desa
Disorot Konten Kreator, DPRD Lampung Tinjau Jalan Rusak di Way Kanan
Buku, Hukum, dan Keteladanan Seorang Pendidik
Kunjungan Wisatawan Nataru di Lampung Diperkirakan Tembus Jutaan
Pemprov Lampung Lepas 42 Penyuluh Pertanian ke Kementan

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:23 WIB

Dari Dapur MBG ke Meja Anak: Siapa yang Kenyang Sebenarnya?

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:42 WIB

Kolaborasi dengan PTN, Jalan Cerdas Parosil Mabsus Membangun Daerah

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:05 WIB

Bus DAMRI Akhirnya Masuk Lumbok Seminung, Wisata dan Aktivitas Warga Jadi Makin Gampang

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:37 WIB

Sat Intelkam Polres Lampung Barat Gelar Doa Bersama Peringati HUT Intelijen Polri ke-80

Rabu, 31 Desember 2025 - 11:04 WIB

Tak Sekadar Imbauan, Arahan Parosil Mabsus Tumbuh di Polibag ASN

Senin, 29 Desember 2025 - 13:05 WIB

Fraksi ADEM DPRD Lambar Setujui Ranperda Cadangan Pangan Jadi Perda

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:27 WIB

ASN Lampung Barat di Persimpangan 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:30 WIB

Ketua DPRD Lambar Salurkan Bantuan PMI ke Pos Pelayanan Nataru Sumberjaya

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

ADD Tubaba 2026 Menyusut, Siltap Kepala Tiyuh dan Aparatur Ikut Terpangkas

Kamis, 8 Jan 2026 - 17:03 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementerian PUPR Survei Lahan Usulan Sekolah Rakyat di Tubaba

Kamis, 8 Jan 2026 - 16:07 WIB