ASN Lampung Barat di Persimpangan 2026

iwan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun 2026 itu ibarat tamu tak diundang. Datangnya pelan-pelan, tapi begitu duduk langsung minta minum. Bagi sebagian orang mungkin disambut dengan resolusi, harapan, dan kalender baru. 

Lampung Barat (Netizenku.com): Tapi bagi ASN Lampung Barat? Tahun 2026 terdengar seperti suara “kring” di mesin kasir—tanda tunjangan kinerja berkurang.

Ya, resmi berkurang. Bukan isu, bukan bisik-bisik warung kopi, tapi kebijakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasannya juga masuk akal kalau dilihat dari atas meja: transfer daerah mengecil, sementara honorer naik kelas jadi PPPK paruh waktu. Jumlah pegawai bertambah, kue anggaran tidak ikut mengembang. Maka solusinya sederhana: kuenya dipotong lebih tipis. Masalahnya, yang lapar tetap banyak.

Apakah kebijakan ini tepat? Belum tentu salah, belum tentu juga benar. Yang pasti, bupati Lampung Barat seperti sedang main catur sendirian. Papan catur besar, bidak banyak, tapi yang mikir cuma satu kepala. Padahal membangun kabupaten itu bukan lomba lari estafet satu orang. Butuh tim, butuh ide, butuh keberanian memangkas yang tidak produktif.

Baca Juga  Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah

Contohnya? Jabatan Staf Ahli Bupati. Secara teori, ini jabatan penuh gagasan. Secara praktik, sering kali penuh tanda tanya. Evaluasi rasanya bukan pilihan, tapi keharusan. Karena sampai hari ini, publik lebih sering melihat mereka lewat tanda tangan di disposisi ketimbang lewat terobosan kebijakan.

Fungsinya seolah hanya memperpanjang jalur birokrasi—dari meja ke meja, dari map ke map—tanpa kreasi, tanpa inovasi.

Penggabungan OPD? Jangan alergi dulu. Ini bukan soal memangkas orang, tapi memangkas pemborosan. Kalau dua OPD kerjanya tumpang tindih, kenapa harus dua gedung, dua kepala, dua sekretariat, tapi output satu? Anggaran pegawai membengkak, pelayanan tetap segitu-gitu saja. Ini bukan diet ekstrem, ini diet logis.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Namun, ada penyakit lama yang lebih kronis. Penyakit yang mungkin tidak terdeteksi karena jarang diperiksa. Banyak ASN yang rajin datang… untuk absen. Titik. Setelah itu? Hilang seperti sinyal di daerah blank spot.

Ini bukan cerita karangan. Ini pemandangan pagi hari. Sekitar pukul 07.00 WIB, kantor sudah dibuka penjaga. Lalu datanglah ibu-ibu ASN, santai, pakai daster. Bukan karena lembur semalaman, bukan juga karena shift pagi super sibuk. Mereka datang untuk satu ritual sakral: tap absen. Setelah itu, entah ke mana. Kantor kembali sunyi, pelayanan masih mimpi.

Yang lebih miris, kepala OPD banyak yang tidak tahu. Atau pura-pura tidak tahu. Kantor dipimpin, tapi isinya tak dipantau. Pegawai ada di daftar hadir, tapi tidak ada di kursi kerja. Ini bukan soal tunjangan besar atau kecil, ini soal etos dan pengawasan.

Baca Juga  POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026

Kalau tunjangan dipotong tapi budaya kerja tetap bolong-bolong, yang sakit dobel. ASN mengeluh, rakyat mengeluh, bupati pusing sendiri. Maka sebelum menyentuh dompet pegawai, sentuh dulu sistemnya. Rapikan pengawasan, hidupkan kembali disiplin, dan pastikan kantor itu bukan cuma tempat absen, tapi tempat bekerja.

Tahun 2026 sebentar lagi datang. Semoga yang berkurang bukan hanya tunjangan, tapi juga kebiasaan malas. Karena kalau yang dipotong hanya uang, sementara kinerja tetap jalan di tempat, maka yang rugi bukan cuma ASN—tapi Lampung Barat seluruhnya. (*)

Berita Terkait

Henry Yosodiningrat Khawatir Keselamatan Tersangka Febri Adriansyah
Mukhlis Basri Perjuangkan Peningkatan Bandara M. Taufiq Kiemas dan Pelabuhan Kuala Stabas di DPR RI
Anak Kembar dari Keluarga Kurang Mampu Asal Krui Lolos ke UI, Mukhlis Basri Berikan Apresiasi Langsung
POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026
Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:14 WIB

Guru PPPK Keluhkan Penempatan, DPRD Lampung Minta Pemerintah Bertindak

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:58 WIB

Gibran, Teknologi dan Budaya Harus Berjalan Selaras

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Soroti Hibah Rp35 Miliar untuk Kejati, DPRD Lampung Desak Pemprov Utamakan Kepentingan Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:28 WIB

DPRD Lampung, Jalan Mulus Dorong Wisata Lampung Makin Kompetitif

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Komisi II DPRD Lampung Minta Praktik Meracun Ikan dengan Putas Ditindak Tegas

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:13 WIB

Warga Bangun Swadaya Jembatan Waykubu, DPRD Lampung Desak Pembangunan Permanen

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:07 WIB

Wagub Jihan Lepas Dua Paskibraka Nasional Asal Lampung

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:04 WIB

Gubernur Lampung, SDM Kunci Kemajuan Lampung

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,758 Triliun pada 2027

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:18 WIB

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Terima KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp1,75 Triliun

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:04 WIB