BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Pengadilan Negeri Tanjungkarang menetapkan perkara penganiayaan yang dilakukan terdakwa Dede Suganda, Lurah Pengajaran Telukbetung Utara, dan Agus Tredi Haryanto, Ketua RT 10 Kelurahan Pengajaran Telukbetung Utara, tidak termasuk tindak pidana ringan. Hal itu diungkapkan Majelis Hakim Tunggal, Dina Pelita Asmara, dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, Rabu (18/11) lalu.

“Berdasarkan catatan penyidik perkara ini secara substantif dan materil tidak termasuk tindak pidana ringan yang sifatnya jelas dan ringan,” ujar Dina dalam persidangan.

Dina menyatakan, perkara Dede Suganda dan Agus Tredi Haryanto tidak bisa diperiksa dalam pemeriksaan cepat. Selanjutnya ia memerintahkan kepada penyidik untuk melengkapi berkas perkara, agar perkara tersebut diperiksa dalam tindak pidana biasa.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum kedua terdakwa, Ajo Suprianto, berharap persidangan ini selanjutnya bisa berjalan dengan adil.

“Kami apresiasi penyidik menuntut dengan tidak pidana ringan, makanya kami tidak mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Ajo.

Terkait penetapan Majelis Hakim untuk dilakukan pemeriksaan perkara tersebut dalam pidana biasa, Ajo menyatakan pihaknya siap mendampingi terdakwa.

“Dan ini akan melakukan sistem peradilan biasa, saya nyatakan kami siap menghadapi proses hukum ini untuk maju ke proses peradilan biasa,” katanya.

Sementara kuasa hukum Yuliansyah, Ahmad Handoko, mengapresiasi putusan hakim yang menyatakan tidak terpenuhinya syarat apabila perkara diproses dengan mekanisme tindak pidana ringan.

“Tadi kami lihat pasal 352 KUHP, ini jelas-jelas tidak terpenuhi, peristiwa yang kami laporkan ini terlihat berdasarkan saksi-saksi yang kami hadirkan, kami berpendapat ini pasal pengeroyokan,” bebernya.

Handoko menambahkan, penyidik berpendapat beda yakni menyatakan perkara ini menjadi tindak pidana ringan.

“Kami hormati maka kami datang ke sini membawa saksi-saksi kami dan hakim menjatuhkan putusan bahwa perkara ini memang tidak layak disidangkan dalam mekanisme tindak pidana ringan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Dede Suganda dan Agus Tredi Haryanto diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu tim kampanye Paslon nomor urut dua.

Perkara ini berawal saat kedua terdakwa terlibat adu fisik dengan tim kampanye, Paslon Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo yang bernama Yuliansyah (47), di sekitar Kelurahan Pengajaran, Sabtu 29 Agustus 2020 lalu.

Atas kejadian tersebut, Yuliansyah kemudian melapor ke Polresta Bandarlampung atas tindak pidana pengeroyokan dan oleh penyidik dimasukkan ke dalam kategori tindak pidana ringan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here