oleh

Mitigasi Konflik Manusia dan Gajah Lewat Kelompok Tani

Bandarlampung (Netizenku.com): Sedikitnya 30 orang wanita tani Desa Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur melakukan pertemuan di TPA Darul Quran desa setempat, Kamis (3/6).

Para srikandi ini berkumpul untuk menyatukan pendapat dan sebagai wadah belajar bersama antar anggotanya.

Pertemuan ini difasilitasi oleh Konsorsium Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Bandarlampung dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung dalam rangka memotivasi warga Desa Tegal Yoso melakukan mitigasi interaksi negatif dengan gajah.

YKWS melalui siaran pers yang diterima Netizenku.com, Kamis (3/6), menjelaskan berdasarkan mapping dalam peta tematik, lokasi interaksi negatif diketahui berada pada wilayah jelajah gajah yang ada di Dusun 4, 5 dan 6 meliputi luasan lebih dari 40 persen lahan di Desa Tegal Yoso.

Baca Juga  YKWS dan Walhi Gelar Pelatihan Budidaya Lebah Madu Trigona

“Hal ini berarti bahwa pengaruh interaksi yang negatif akan signifikan apabila terjadi gangguan gagal panen,” kata YKWS dalam siaran persnya.

Upaya mitigasi yang telah dilakukan yaitu melalui patroli secara rutin namun belum dapat menyelesaikan gangguan secara tuntas. Sehingga terjadi kerusakan akibat kelengahan pencegahan melalui patroli dan hal ini tidak mendapatkan ganti rugi oleh Pemerintah setempat.

Baca Juga  WALHI: Pembahasan Perda RZWP3K Terkesan Ditutupi

Berkenaan dengan kondisi ini, maka konsorsium menginisiasi pembentukan kelompok wanita tani sebagai wadah belajar anggota untuk berkreasi dalam upaya mitigasi gangguan gajah tersebut.

Siti Zaleha SP sebagai Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian Desa Tegal Yoso memberikan pembekalan dalam pembentukan/pengaktifan kembali kelompok wanita tani.

“Alhamdulillah, pertemuan ini menyepakati terbentuknya Kelompok Wanita Tani Sinar Mentari Sejahtera dan reaktifasi kembali Kelompok Wanita Tani Kebumen Cinta Lestari yang keanggotaannya bertambah 10 orang menjadi 34 orang,” ujar Siti Zaleha.

Baca Juga  Pemkab Lamtim Gelar Halal Bihalal; Nunik Puji Zaiful

Kedua kelompok wanita tani tersebut sepakat memenuhi tertib administrasi kelembagaan sebagai persyaratan registrasi di Kementerian Pertanian.

Pada sesi penutupan disampaikan testimoni keuntungan budidaya sayuran yang sudah dilakukan oleh Suradi selalu Kasi Pembangunan Desa Tegal Yoso yang sekaligus menutup acara secara resmi.

Desa Tegal Yoso berbatasan dengan Way Kambas dan sering dilintasi gajah-gajah liar dari Taman Nasional Way Kambas. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *