oleh

Lestarikan Budaya Cangget Bakha, Dewi Siap Dukung Muli-Mekhanai Pugung

Pugung (Netizenku.com): Dalam rangka melestarikan seni budaya kegiatan adat seni khik budaya Lampung (Cangget Bakha) Bupati Tanggamus, Dewi Handajani siap memberikan dukungan, bagi muli mekhanai (bujang gadis) di Kecamatan Pugung, Minggu (23/2).

Di rangkaian pecinta budaya Indonesia jaya, serta melestarikan budaya Lampung, pemuda pemudi, Pugung bersama pemerintah dan sejumlah lembaga yang ada di Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, menggelar Cangget Bakha di halaman kantor Kecamatan Pugung, Sabtu malam, (22/2) sekira Pukul 20.30 WIB.

Acara adat seni khik budaya Lampung, yang dirangkai, ulang tahun Pubian Pugung Bersatu (P2B), merupakan pelestarian sekaligus mengenalkan budaya Lampung, berupa Cangget Bakha, atau tarian pemuda pemudi yang dibawakan saat bulan purnama, atau setelah panen.

Baca Juga  Selundupkan 49 Pil Ekstasi Dalam Lapas, Napi Way Gelang Ditangkap Polres Tanggamus

Di kesempatan itu, Dewi Handajani pada sambutannya siap memberikan suport, dalam hal ini Pemerintahan Kabupaten Tanggamus yang ia pimpin.

\”Saya Bupati Tanggamus siap memberikan dukungan dan suport, karena ini untuk melestarikan seni budaya Lampung yang ada di Kabupaten Tanggamus, saya sangat mengapresiasi serta mendukung kegiatan muli mekhanai Pubian Pugung Bersatu, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, serta teruslah untuk melestarikan seni budaya adat istiadat Lampung Pepadun yang ada di Kabupaten Tanggamus,\” harap Dewi Handajani.

Lanjutnya, pentas seni budaya Lampung Pepadun cangget bakha muli mekhanai Pubian Pugung Bersatu, Kecamatan Pugung, merupakan salah satu kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus.

\”Semoga kegiatan cangget bakha, dapat diagendakan sebagai kegiatan tahunan, sebagai destinasi wisata kebudayaan adat istiadat Lampung yang ada di Kabupaten Tanggamus,\” tuturnya.

Baca Juga  Dihalau Melintas, Sopir Dumptruck Aniaya Dua Warga Pekon Wayjaha Tanggamus

Acara cangget bakha merupakan acara yang ditunggu para bujang dan gadis. Di acara ini, mereka diantar orang kampung dan disampaikan gelar masing-masing.

“Artinya, muli-mekhanai adalah marwah sebuah desa. Kehormatan sebuah desa adalah menjaga muli-mekhanainya. Adat menempatkan muli-mekhanai sangat tinggi.
Dalam kegiatan itu, para muli-mekhanai mengenakan pakaian pengantin adat Lampung. Pembawa acara juga menggunakan bahasa Lampung.

Ketua Ikatan Warga Adat Pepadun Tanggamus, Hi. Juanto Muhajirin yang juga sebagai penasehat di P2B, menyampaikan ke depan penyelenggaraan kegiatan muli mekhanai di Kecamatan Pugung dapat terlaksana dengan baik.

Baca Juga  Kapolda Safari Ramadhan Di Tanggamus, Disertai Hibah dan Menyantuni Anak Yatim

\”Mohon maaf  kepada seluruh rekan-rekan dan seluruh tamu undangan, apa bila masih terdapat kesalahan-kesalahan yang di bawakan oleh adik-adik kita pada malam hari ini, sebab baru pertama kali ini, adik-adik kita mengadakan kegiatan seni budaya semacam ini, di Kecamatan Pugung. InsyaAllah kedepannya akan lebih baik lagi, saya atas nama ketua IWAPTA juga mengucapkan terima kasih, kepada saudara-saudara kita yang ada di Kecamatan Pugung, atas partisipasi dan dukungannya sehingga dapat terlaksananya kegiatan seni budaya cangget bakha ini,\” ucapnya.

Ucapan rasa terima kasih juga ia sampaikan, kepada adik-adik yang sudah mau mengembangkan, seni budaya adat Lampung Pepadun yang ada di Kecamatan Pugung ini.(Jn/Arj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *