Kemiskinan di Lampung PR Besar Gubernur Terpilih

Ilwadi Perkasa

Minggu, 1 September 2024 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemiskinan di Lampung PR Besar Gubernur Terpilih. (F: Ilustrasi)

Kemiskinan di Lampung PR Besar Gubernur Terpilih. (F: Ilustrasi)

Oleh: Iwa Perkasa

Proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung sudah melewati tahap pendaftaran dan tes kesehatan. Setelah ini, KPU akan menetapkan pasangan bakal calon Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela dan Arinal Djunaidi-Sutono sebagai calon pasangan tetap untuk dipertandingkan pada Pemilihan Gubernur Lampung 27 November 2024.

Apa boleh buat, dua pasangan calon ini harus dianggap sebagai putra-putri daerah terbaik yang lahir dalam proses demokrasi berbasis kepartaian yang sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan masyarakat, tentu saja menggantungkan harapan adanya perubahan besar dari siapa pun paslon yang dipilih nanti.

Dari rekam jejak, sesungguhnya tak ada perbedaan yang mendasar dalam perjalanan pencalonan kedua paslon, kecuali soal umur (tua muda), pengalaman dan jumlah dukungan partai yang hanya bersifat kuantitas.

Sementara yang bersifat kualitas, kedua paslon masih menjajakan visi misi yang relatif dan klasik, yakni sama-sama ingin Membangun Lampung Maju, Berjaya dan Sejahtera.

Baca Juga  Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Maju, Berjaya dan Sejahtera ukuran dasarnya adalah sejauh mana kepala daerah mampu mengurangi angka kemiskinan secara bertahap dan konsisten.

Hal inilah yang menjadi hakikat sesungguhnya dari pengejawantahan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada pemimpinnnya.

Di Provinsi Lampung, grafik angka penduduk miskin masih meliuk-liuk dalam angka lumayan tinggi. Grafiknya, memang condong menurun, meliuk-liuk tipis di atas dan terkadang di bawah satu jutaan penduduk.

Berdasarkan Profil Kemiskinan di Provinsi Lampung Maret 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2024 persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 10,69 persen, menurun 0,42 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,75 persen poin terhadap September 2022.

Persentase penduduk miskin itu setara dengan 941,23 ribu orang, menurun 29,4 ribu orang dibanding Maret 2023 dan menurun 54,36 ribu orang terhadap September 2022.

Baca Juga  Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Angka penduduk miskin sebanyak 941,23 ribu orang tersebut merupakan angka terendah yang berhasil dicapai oleh Provinsi Lampung.

Sebagai perbandingan, pada 2019 angka penduduk miskin di Lampung masih di atas 1 juta, persisnya sebesar 1.063, 66 juta atau 12,62 persen total penduduk.

Lalu, pada Maret 2020 turun menjadi 1.049,32 juta atau 12,34 persen penduduk.

Tahun berikutnya (2021), saat pandemi corona meningkat menjadi 1.083,93 juta atau 12,62 persen penduduk.

Tetapi, pada 2022, di mana pandemi masih menggeroti ekonomi Indonesia, jumlah penduduk miskin di Lampung tercatat menurun menjadi 1.002,41 juta penduduk atau 11,57 persen penduduk.

Puncak penurunan terjadi pada Maret 2023 dan Maret 2024, di mana jumlah penduduk miskin tercatat di bawah satu juta, masing-masing 970,67 ribu (11,11%) pada Maret 2023 dan 941,23 ribu (10,69%) pada Maret 2024.

Baca Juga  Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung

Bila ditelisik lebih dalam, angka jumlah penduduk miskin di bawah 1 juta orang pada Maret 2024 tersebut adalah sejarah terhebat yang pernah dicapai Provinsi Lampung sepanjang 2005-2024.

Sebelumnya, grafik tingkat kemiskinan sejak 2005 sampai 2018 terpapar turun naik dalam persentase cukup tajam.

Pada Maret 2005 persentase penduduk miskin di Lampung tercatat 21,42 persen. Lalu melonjak menjadi 22,77 persen hingga menjadi rekor tertinggi Profil Kemiskinan di Provinsi Lampung.

Persentase di atas 22 persen tersebut terus bertahan hingga empat tahun berikutnya.

Berikutnya, pada 2010 jumlah penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 18,94 persen. Lalu pada tahun berikutnya naik turun dalam kisaran tertinggi 16,58 persen dan terendah 13,14 persen pada 2018.

Sejarah panjang pengentasan kemiskinan 2005 sampai 2024 tersebut semestinya menjadi isu penting untuk disodorkan kepada dua calon gubernur.

Apa dan bagaimana strategi kongkretnya, itu yang patut ditagih!

Berita Terkait

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas
HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas
Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan
HUT ke-344 Bandar Lampung, Eva Dwiana Fokus Atasi Banjir dan Benahi Infrastruktur
HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
BBM Non-Subsidi Naik, DPRD Lampung Ingatkan Efek Domino ke UMKM dan Daya Beli
APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri
Budiman AS Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Partai Demokrat Lampung

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:39 WIB

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Pemuda Panca Marga Raih Penghargaan di Momen Menuju Indonesia Emas

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB