Lampu Jalan Raib di Jalur Bandara, DPRD Lampung Soroti Pengawasan

Tauriq Attala Gibran

Jumat, 17 April 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hilangnya sejumlah lampu jalan di jalur strategis menuju Bandara Radin Inten II menuai perhatian serius dari DPRD Provinsi Lampung. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, peristiwa ini juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap fasilitas umum.

Lampung (Netizenku.com): Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Mukhlis Basri, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Dari hasil pantauan, sedikitnya enam titik lampu jalan dilaporkan hilang, bahkan hingga tiangnya.

Baca Juga  Konsolidasi di Anak Ratu Aji, Golkar Lampung Tengah Targetkan Menang Pemilu

“Ini sangat berbahaya, terutama bagi pengguna jalan di malam hari. Risiko kecelakaan jelas meningkat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mukhlis menjelaskan, penanganan lampu jalan bergantung pada status jalan. Untuk jalan nasional menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), sementara jalan provinsi ditangani Dinas Perhubungan. Namun di lapangan, masyarakat kerap tidak mengetahui perbedaan tersebut sehingga bingung dalam melapor.

Baca Juga  Purnama Wulansari Dukung Agita Nazara di Puteri Indonesia 2026

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran publik dalam menjaga fasilitas bersama. Menurutnya, pengawasan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah.

“Tidak mungkin setiap fasilitas dijaga. Ini perlu kesadaran bersama agar tidak merusak atau mengambil fasilitas umum,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mukhlis menegaskan bahwa pencurian fasilitas umum merupakan pelanggaran serius. Ia meminta pelaku menghentikan tindakan tersebut karena dampaknya luas bagi masyarakat.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong Penguatan SDM dan Digitalisasi UMKM Lampung

Di sisi lain, ia mengakui perbaikan tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui mekanisme penganggaran pemerintah.

Meski demikian, DPRD Lampung memastikan akan segera menindaklanjuti persoalan ini melalui rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan serta koordinasi lintas instansi terkait guna mempercepat penanganan. (*)

Berita Terkait

SMAN 1 Tegineneng Jadi Bukti Mutu Pendidikan Lampung Meningkat
BGN Akui Banyak SPPG Melenceng dari Target Prioritas
IJP Lampung Salurkan 120 Paket Daging Kurban untuk Anggota dan Warga
Presiden Prabowo Serahkan Sapi Kurban Jumbo 1,5 Ton untuk Pemprov Lampung
DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025
Sikap Tegas Kapolda Lampung Terhadap Begal Didukung DPRD Lampung, Dinilai Beri Efek Jera
DPRD Lampung Soroti Pagar Laut Marriott Pesawaran, Jangan Ada Privatisasi!
Wagub Jihan Nurlela Minta SPIP Jadi Budaya Kerja di Lingkungan Pemprov Lampung

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:18 WIB

SMAN 1 Tegineneng Jadi Bukti Mutu Pendidikan Lampung Meningkat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:09 WIB

BGN Akui Banyak SPPG Melenceng dari Target Prioritas

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:46 WIB

IJP Lampung Salurkan 120 Paket Daging Kurban untuk Anggota dan Warga

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:06 WIB

Presiden Prabowo Serahkan Sapi Kurban Jumbo 1,5 Ton untuk Pemprov Lampung

Senin, 25 Mei 2026 - 21:41 WIB

Sikap Tegas Kapolda Lampung Terhadap Begal Didukung DPRD Lampung, Dinilai Beri Efek Jera

Senin, 25 Mei 2026 - 16:03 WIB

DPRD Lampung Soroti Pagar Laut Marriott Pesawaran, Jangan Ada Privatisasi!

Senin, 25 Mei 2026 - 15:01 WIB

Wagub Jihan Nurlela Minta SPIP Jadi Budaya Kerja di Lingkungan Pemprov Lampung

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:06 WIB

Kisah Haru Kyai Batua dan Sinta, Lahirnya Dua Anak Harimau Sumatera Pertama di Lampung

Berita Terbaru

Banyak mitra dan SPPG keliru menganggap Program Makan Bergizi Gratis hanya untuk anak sekolah karena istilah school meal.(Ilustrasi: Netizenku)

Lampung

BGN Akui Banyak SPPG Melenceng dari Target Prioritas

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:09 WIB

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB