Suhu politik di internal Karang Taruna Provinsi Lampung mulai menghangat. Menjelang pelaksanaan Temu Karya Daerah, sejumlah nama besar dari kalangan internal organisasi mulai mencuat sebagai kandidat kuat calon Ketua Karang Taruna Lampung periode mendatang.
Lampung (Netizenku.com): Sinyal persaingan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh jajaran pengurus provinsi serta seluruh ketua tingkat kabupaten dan kota se-Lampung baru-baru ini.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Barat, Ahmad Ali Akbar, mengungkapkan bahwa pembahasan dalam rakor tersebut sudah mulai mengerucut pada nama-nama potensial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa ketua kabupaten/kota yang hadir mulai mengusulkan nama bakal calon ketua. Dari internal sendiri, saat ini muncul empat nama,” ujar Ahmad Ali Akbar, pada Sabtu (23/5/2026).
Dari dinamika rapat tersebut, muncul empat nama figur internal yang kini diunggulkan. Nama pertama adalah Elsan Tomi Sagita, Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Lampung Tengah. Kandidat kedua adalah Nadirsyah, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat sekaligus Ketua Karang Taruna di wilayahnya.
Selanjutnya, ada nama M. Yuliardi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris sekaligus Plt. Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung. Nama terakhir yang tidak kalah kuat adalah Rahmawati Herdian, Anggota DPR RI Fraksi NasDem yang juga menduduki posisi Ketua Karang Taruna Kota Bandarlampung.
Meski arus utama masih berpusat pada empat figur internal tersebut, peluang munculnya kandidat dari eksternal organisasi dinilai masih terbuka lebar menjelang hari pemilihan.
Mekanisme pemilihan Ketua Karang Taruna Lampung nantinya akan dilakukan melalui sistem pemungutan suara atau voting di forum resmi Temu Karya. Total terdapat 17 pemilik suara sah yang akan menentukan arah kepemimpinan organisasi kepemudaan ini.
Pemilik hak suara tersebut terdiri dari 15 pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Lampung, satu suara dari pengurus tingkat provinsi, serta satu suara dari unsur Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT).
Walaupun bursa calon mulai memanas, struktur kepanitiaan resmi belum sepenuhnya rampung. Ahmad Ali Akbar menjelaskan bahwa tata tertib pemilihan serta struktur panitia pengarah maupun panitia pelaksana masih dalam tahap penyempurnaan.
Langkah cepat ini sengaja diambil karena masa jabatan pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung periode berjalan baru akan resmi berakhir pada Desember 2026. Persiapan matang dicicil sejak dini agar transisi kepemimpinan dapat berjalan dengan lancar dan demokratis.
Rakor strategis ini dihadiri oleh para tokoh kunci organisasi. Selain M. Yuliardi dan Feri Fauzin selaku Wakil Ketua OKK, tampak hadir pula para ketua Karang Taruna dari berbagai wilayah seperti Way Kanan, Lampung Timur, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang, hingga Mesuji. (*)








