Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh

Ilwadi Perkasa

Senin, 6 Oktober 2025 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan strategi fiskal baru sejalan dengan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, menekankan inovasi, efisiensi, dan kemandirian ekonomi daerah.

***

Di tengah tekanan fiskal nasional yang kian ketat, ketika ruang belanja fleksibel negara hanya tersisa sekitar 11 persen, Provinsi Lampung memilih untuk tidak larut dalam kekhawatiran. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Lampung justru memandang situasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan meneguhkan semangat Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Oleh sebab itulah APBD 2026 disusun dengan penuh kehati-hatian dan orientasi keberlanjutan. Target pendapatan sebesar Rp7,6 triliun disertai pemanfaatan SiLPA lebih dari Rp1 triliun menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tetap menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan arah pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di balik langkah hati-hati ini, tersimpan semangat besar membangun “napas fiskal baru” agar Lampung tidak terus hidup dari sisa, melainkan tumbuh dari inovasi, kemandirian, dan efisiensi.

Baca Juga  Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi

Gubernur Mirzani Djausal menegaskan tiga misi utama pembangunan Lampung, yakni mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif. Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Dan Meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Ketiga misi tersebut kini menjadi landasan fiskal daerah. Pemerintah Provinsi tidak sekadar menjaga anggaran, tetapi memastikan setiap rupiah memberi dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Dengan kekuatan visi misi itulah Lampung menjawab jepitan fiskal yang kini jadi tantangan ecara nasional.

Dalam konteks nasional, pemerintah pusat tengah menata ulang kebijakan Transfer ke Daerah (TKD). Alokasi dana akan lebih selektif dan berbasis kinerja. Hanya daerah dengan pengelolaan keuangan bersih dan efektif yang akan mendapat tambahan dukungan.

Lampung menatap ini sebagai tantangan sekaligus peluang. Karena dengan tata kelola yang transparan, penyerapan anggaran yang baik, dan sinergi lintas sektor, Lampung siap menjadi salah satu daerah yang paling dipercaya pemerintah pusat.

Baca Juga  Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Tekanan fiskal nasional memang nyata. Belanja wajib menyerap sebagian besar APBN, sementara ruang fleksibel makin sempit. Namun bagi Lampung, situasi ini justru menjadi ujian untuk membuktikan kemampuan berinovasi. Program penyertaan modal Rp140 miliar ke BUMD merupakan langkah konkret untuk memperkuat sektor produktif dan menciptakan multiplier ekonomi.

Di sisi lain, digitalisasi pajak dan retribusi, optimalisasi aset daerah, serta perluasan basis PAD menjadi strategi jangka menengah menuju kemandirian fiskal sejati.

Langkah-langkah ini sejalan dengan Tiga Program Prioritas Gubernur Mirza, yakni Pemberian Makan Bergizi untuk Anak Sekolah dan Santri, Lampung Menjadi Lumbung Pangan Nasional, dan Inisiasi Lumbung Energi Terbarukan.

Selain itu, Tiga Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang fokus pada penguatan ekonomi desa, kemandirian BUMDes, dan stabilitas harga pangan, menunjukkan arah pembangunan yang berpihak pada rakyat dan tumbuh dari bawah.

Baca Juga  Pemprov Lampung Tindaklanjuti Aspirasi PPRL soal Konflik Agraria

Dengan fondasi misi yang kuat dan visi yang jelas, Lampung menolak berpikir sempit. Bila dibutuhkan, opsi pembiayaan baru seperti pinjaman pembangunan dapat dikaji secara matang, bukan untuk konsumsi, melainkan untuk investasi produktif seperti infrastruktur ekonomi, logistik, dan industrialisasi daerah.

Sebab dalam pandangan Gubernur Mirza, keberanian mengambil langkah strategis adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk membawa rakyat Lampung menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

Akhirnya, kekuatan fiskal Lampung tidak lagi diukur dari seberapa besar dana yang datang dari Jakarta, tetapi dari seberapa efektif uang itu bekerja untuk rakyat di Sai Bumi Ruwa Jurai. Dengan integritas, inovasi, dan semangat kolaborasi, Lampung siap menghadapi tantangan fiskal sesulit apa pu karena masa depan Indonesia Emas dimulai dari daerah yang berani mandiri.***

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB