Bagi-bagi Gelar Doktor dan Paradigma Tangan di Atas 

Hendri Setiadi

Rabu, 1 November 2023 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mahasiswa memegang toga.

Ilustrasi Mahasiswa memegang toga.

Bandarlampung (Netizenku.com): Belum lama berlalu Unila menjadi buah bibir. Rektornya, Karomani, dicokok KPK lantaran terbukti demen “tangan di bawah”. Alias menadah duit suap seleksi jalur mandiri. 

Karomani hengkang ke hotel prodeo. Lusmeilia Afriani datang. Agaknya ada hal kontras yang kepingin ditampilkan new comer ini. Di bawah kepemimpinannya, Unila mendadak jadi demen “tangan di atas”. Alias suka memberi. Membagi-bagi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa, contohnya.

Kamis (26/10) lalu, Arinal Djunaidi diberi Gelar Kehormatan. Predikat yang disematkan kepada Gubernur Lampung itu tidak tanggung-tanggung. Doktor Honoris Causa (HC) Bidang Ilmu Ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya buat Unila. Pemberian penghargaan ini merupakan pengalaman kali pertama merilis gelar kehormatan. Sungguh sebuah kebetulan yang klop. Sebab penerimanya adalah orang nomor satu di Lampung. Perpaduan pertama dan nomor satu. Sempurna.

Baca Juga  Saat Keputusan Gubernur Tentang MBG Lampung Diteken, Ratusan Siswa Keracunan

Tapi siapa nyana kalau di luaran sana tetap saja menyeruak isu kurang sedap. Ada yang berspekulasi gelar doktor diberikan ke Gubernur Arinal satu di antaranya atas pertimbangan tanda balas budi. Aih, masa iya?!

Sebab pada Kamis (21/9) atau berselang satu bulan sebelumnya, Gubernur Arinal baru menandatangani prasasti hibah tanah 150 hektare di Kotabaru, Lampung Selatan. Kelak lahan itu bakal difungsikan sebagai pengembangan Kampus II Unila.

Pergunjingan hangat itu belum lagi hilang bergulir, Unila kembali memberi gelar kehormatan. Kali ini yang “tangan di bawah” (menerima) adalah Herman HN.

Mantan Wali Kota Bandar Lampung dua periode dan kini sebagai Ketua DPW NasDem Lampung itu, disebut-sebut juga didapuk gelar Doktor Honoris Causa Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila pada Rabu (1/11).

Tentu ini kabar gembira. Bagi Herman terutama. Tapi lagi-lagi di luaran sana berhembus aroma spekulasi. Karena rentang waktunya relatif berdekatan (kurang dari sepekan saja) dari pemberian gelar kepada Gubernur Arinal. Lalu ada yang mengait-kaitkan ini sebagai upaya meredam buah bibir yang sempat ramai sebelumnya. Sebagai netralisir. Aih, masa iya?!

Baca Juga  Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api

Kemudian ada juga isu berseliweran. Setali tiga uang seperti hibah yang digelontorkan Gubernur Arinal, pemberian gelar penghargaan kepada Herman HN juga dikaitkan dengan hibah yang pernah diulurkan Herman ketika dirinya masih menjabat Wali Kota Bandar Lampung.

Ketika itu pemkot disebut-sebut menghibahkan dana Rp 74 miliar untuk pembangunan 3 gedung bagi Rumah Sakit Unila. Juga 1 gedung di Fakultas Kedokteran. Lalu diberitakan pula masih ada gerujukan Rp 27 miliar untuk pembangunan Fakultas Teknik Unila, dan Rp 5 miliar untuk pembangunan Masjid Al Wasi’i.

Namun, masyarakat Lampung tentunya sangat berharap Unila tidak senaif itu. Kalangan akademisi pasti tidak rela “menggadaikan” maruah institusi untuk ditukar guling dengan mahar-mahar seberapa pun nilainya.

Baca Juga  Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Tapi kalau pun tetap masih ada yang keukeh berkeyakinan pemberian hibah turut berkontribusi atas pemberian gelar, kiranya perlu pula melihat dari perspektif positif. Bukankah saling menghargai dan memberi dalam hal-hal kebaikan juga merupakan perbuatan mulia. Saling membalas budi juga pertanda tahu adat. Dengan kata lain, saling pengertian aja, deh. Kelar!

Andai benar porsi saling balas budi turut dipertimbangkan dalam hal-hal tersebut, agaknya tidak berlebihan bila Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, dapat turut dimasukkan sebagai nominasi penerima gelar berikutnya dari Unila. Mengingat kontribusi Adipati cukup besar dalam merintis pengembangan PSDKU Unila di Way Kanan. Air susu dibalas air susu. Semua pun happy. (Hendri Std)

Berita Terkait

Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG
Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher
Sekber Pantau MBG Lampung, “Nggak Ada Gunanya?”
Porsi Menu MBG Lampung Jauh Panggang dari Api
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Minta MBG Berlanjut Puluhan Tahun, Gurih ya?

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:41 WIB

Kembalikan Berkas Pendaftaran, Budiman AS Siapkan Strategi Khusus untuk Musda Demokrat Lampung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:41 WIB

Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis Guru TK Bentuk Karakter Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:38 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Creative Financing

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:35 WIB

Jihan Dorong Penguatan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker di Lampung

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:07 WIB

Edy Irawan Resmi Kembalikan Berkas, Bidik Kembali Kursi Ketua Demokrat Lampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bidik PNBP Kehutanan, Pemprov Lampung Gandeng BPHL VI Bentuk Tim Khusus

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:18 WIB

Antrean Solar Mengular Hari Demi Hari, Budiman As Tuntut Penjelasan Pertamina

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:29 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Gelaran Bandar Lampung Color Run 2026 murni tanpa menggunakan APBD.(Ilustrasi: ist)

Bandarlampung

Bandar Lampung Color Run 2026 Targetkan 2.000 Peserta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 15:04 WIB