Amanah di Singgasana, Bukan Sekadar Pencitraan

iwan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di zaman serba sulit seperti sekarang, raja itu harus punya mental baja, bukan mental balon.

Lampung Barat (Netizenku.com): Karena kalau tiap keputusan menunggu disukai semua orang, jangan-jangan sampai akhir jabatan yang disukai cuma foto profilnya.

Padahal, raja sejati itu kadang memang harus berani tidak populer.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dicibir sedikit? Biasa.

Dihujat sedikit? Anggap vitamin.

Yang penting negeri jalan, warga hidup, dapur ngebul, bukan cuma baliho yang subur.

Tahun 2026 itu bukan waktunya raja rebahan sambil menunggu keajaiban turun dari langit.

Ini waktunya raja bangun pagi, minum kopi pahit, lalu mikir keras.

Kalau negeri mau maju, jangan cuma muter-muter di halaman sendiri.

Raja harus berani main jauh.

Ke Jakarta, misalnya.

Bukan buat pamer batik atau swafoto di lobi hotel, tapi buat nyari peluang.

Baca Juga  POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026

Datang ke pengusaha, jangan cuma bilang, “Pak, mohon bantuannya”.

Tapi tanya yang benar, “Gimana caranya industri mau masuk ke negeri kami?”

Masuk ke kementerian juga jangan cuma bawa proposal tebal tapi kosong makna.

Cari program mereka, cocokin sama kebutuhan negeri.

Infrastruktur? Gas.

Padat karya? Ayo.

Yang penting warga punya kerja, bukan cuma punya harapan.

Masalahnya, banyak raja itu rajin kumpul, tapi salah pilih teman diskusi.

Isinya orang-orang yang hobinya bikin sensasi, yang kalau bicara keras, tapi kalau ditanya solusi langsung sunyi senyap.

Raja harus sering diskusi sama orang yang punya kompetensi.

Yang kalau ngomong mungkin nggak viral, tapi kalau kerja, hasilnya kelihatan.

Karena maju mundurnya tanah kelahiran itu ada di tangan raja.

Baca Juga  Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo

Ini bukan main-main.

Amanah rakyat itu bukan aksesori, bukan buat dipajang waktu kampanye doang.

Ingat, raja duduk di singgasana bukan karena silsilah, bukan karena mimpi semalam, tapi karena rakyat yang rela antre, nyoblos, dan berharap.

Raja juga jangan kaku kayak tiang listrik.

Kepemimpinan itu perlu energi.

Energi itu nggak datang dari satu arah.

Harus diserap dari berbagai mata angin.

Pergaulan diperluas, jangan itu-itu saja.

Ajak diskusi orang-orang yang beda pandangan, yang kadang nyebelin, tapi justru bikin mikir.

Dan soal loyalis, ini sering salah kaprah.

Loyalis sejati itu bukan yang tiap hari bilang, “Raja selalu benar”.

Itu mah kipas angin.

Loyalis sejati itu yang berani bilang,

“Raja, ini kebijakan kayaknya perlu diperbaiki.”

Karena mereka dukung raja bukan karena pengen dapat jatah, tapi karena pengen negeri makin maju.

Baca Juga  Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Nah, urusan memilih para pembantu raja juga jangan asal comot.

Kalau dasar pemilihannya cuma koneksi, relasi, dan amunisi, ya jangan berharap banyak.

Mau marah juga susah, mau nuntut juga canggung.

Tapi kalau pengangkatan berdasarkan kompetensi, ceritanya beda.

Gagal? Pecat tanpa drama.

Berhasil? Reward tanpa iri.

Simpel sebenarnya.

Raja kerja, rakyat lihat.

Rakyat lihat, rakyat nilai.

Dan sejarah selalu jujur mencatat, mana raja yang sibuk pencitraan, mana raja yang benar-benar memimpin.

Karena pada akhirnya, raja yang hebat itu bukan yang paling sering dielu-elukan, tapi yang paling berani ambil risiko demi negeri.

Dan rakyat, walaupun sering diam, sebenarnya paling paham siapa yang kerja, dan siapa yang cuma kelihatan sibuk. (*)

Berita Terkait

POP III Lampung Barat Jadi Ajang Persiapan Porprov 2026
Gubernur Mirza Sepatutnya “Bantu” Presiden Prabowo
Menelisik Jejak Kaki-Tangan Dadan Cs di MBG Lampung
Bau Ikan Busuk dari Dapur MBG
Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah
Dramaturgi Geleng-Angguk MBG

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:55 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:47 WIB

Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar Kendalikan Inflasi

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:16 WIB

Bandarlampung

Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa Tak Lolos PPDB

Kamis, 9 Jul 2026 - 00:05 WIB