Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan institusi pendidikan asal Mesir. Hal ini ia sampaikan saat membuka Seminar Ulama Internasional bertajuk “Pesan Perdamaian Al-Qur’an untuk Dunia” di Hotel Emersia, Minggu (26/4/2026).
Lampung (Netizenku.com): Acara yang diinisiasi Yayasan Darul Fattah bersama Yayasan Risalah As Salam Mesir ini menjadi momentum strategis.Sejumlah delegasi dari universitas ternama, seperti Suez Canal University dan Cairo University, turut hadir membahas peran nilai-nilai agama dalam perdamaian global.
Dalam sambutannya, Jihan menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai mitra kerja sama lintas negara. Selain kekayaan sumber daya alam, Lampung juga memiliki modal sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan inklusif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami percaya masyarakat kami siap berkolaborasi. Lampung tidak hanya punya alam yang luar biasa, tapi juga SDM berkualitas untuk dikembangkan bersama di bidang pendidikan dan ekonomi,” ujar Jihan.
Ia berharap kehadiran delegasi Mesir mampu memperluas kemitraan strategis, khususnya dengan kampus-kampus lokal di Bumi Ruwa Jurai. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga pada stabilitas perdamaian dunia.
Di tengah konflik kemanusiaan yang melanda berbagai belahan dunia, Jihan menilai kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Menurutnya, dunia saat ini lebih membutuhkan kebijaksanaan nurani.
“Al-Qur’an hadir sebagai pedoman yang menawarkan keadilan dan kedamaian. Ini adalah solusi konkret dalam menjawab tantangan global saat ini,” tegasnya.
Jihan juga mengingatkan kembali kejayaan peradaban Islam yang dibangun oleh tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina dan Al-Khawarizmi. Seminar ini menjadi ruang untuk memperkuat narasi Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin rahmat bagi seluruh alam.
Sebagai pemimpin daerah, Jihan bangga menyebut Lampung sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Harmoni antarumat beragama yang telah terjaga selama bertahun-tahun menjadi fondasi kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Darul Fattah Lampung, Abu Azzam Aryasin, mengungkapkan ambisinya untuk membawa pusat ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Lampung.
“Kami ingin membawa ilmu tersebut ke Lampung agar manfaatnya dapat dirasakan langsung,” pungkasnya. (*)








