Menyikapi maraknya kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di sejumlah daerah, Polsek Pringsewu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) menggelar rapat koordinasi di aula kantor kecamatan, Kamis (2/10/2025).
Pringsewu (Netizenku.com): Rapat dihadiri Kapolsek Pringsewu AKP Ramon Zamora, Pabung Kodim 0424/TGM Mayor Inf P. Rachmat, Camat Pringsewu Christianto Hariadinata Sani, serta para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra pengelola MBG se-Kecamatan Pringsewu. Saat ini terdapat enam SPPG aktif yang melaksanakan program tersebut di sekolah-sekolah.
Kapolsek Pringsewu menegaskan, rapat ini digelar untuk mencegah terjadinya kasus serupa di wilayah Pringsewu.
“Program MBG ini sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah. Namun, keamanan dan kualitas makanan harus benar-benar terjaga,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah langkah disepakati, di antaranya kewajiban penyelenggara menjaga kebersihan dapur, peralatan, dan proses pengolahan makanan agar tetap higienis. Menu yang disajikan juga harus sesuai standar gizi serta dipublikasikan terbuka kepada sekolah maupun melalui media sosial masing-masing SPPG.
Selain itu, evaluasi rutin minimal sebulan sekali bersama sekolah dan orang tua siswa akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas. Program MBG juga diminta mengutamakan penggunaan produk lokal dari petani maupun produsen di Pringsewu. Jika ada kendala bahan baku, pemerintah daerah dan kecamatan siap memfasilitasi solusi, sementara aparat Polsek dan Koramil akan mendukung di lapangan.
Camat Pringsewu, Christianto Hariadinata Sani menekankan pentingnya sinergi semua pihak. “Tujuan kita adalah memastikan anak-anak mendapat makanan bergizi yang sehat dan aman,” ujarnya.
Dengan kesepakatan tersebut, Forkopimcam Pringsewu berkomitmen mengawal program MBG agar berjalan tepat sasaran, aman, dan memberi manfaat bagi siswa. (*)








