Kahut Siger Bori, UMKM Binaan BRI Melenggang Gunakan Bahan Alami

Leni Marlina

Senin, 9 Desember 2024 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Bagi para pecinta fashion di Lampung, nama Kahut Siger Bori sudah tidak asing lagi. Ya, usaha fashion satu ini punya ciri khas sendiri yang menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat motif dan pewarnaan.

Kahut Siger Bori berhasil mencuri perhatian dengan produknya yang unik dan ramah lingkungan. Usaha fashion ini merupakan brand lokal asal Lampung yang berdiri sejak 2018.

Owner Kahut Siger Bori, Anggraeni Kumala Sari, mengatakan ia mengusung teknik eco print dalam setiap produknya. Sejarah Kahut Siger Bori bermula saat munculnya kesadaran Anggraeni bahwa bisnis fashion sangat berdampak pada pencemaran lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka Anggraeni Kumala Sari ingin mencoba sesuatu yang baru dalam usaha fashionnya dengan penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

“Awalnya saya punya usaha bordir di Jawa Tengah, dan saya sering berpindah-pindah karena mengikuti suami yang tugasnya berpindah-pindah. Tapi saya tidak bisa lepas dari usaha kriya dan wastra. Selama itu saya selalu memakai bahan-bahan sintetis,” jelasnya.

Baca Juga  Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan

“Kemudian saya mendapat informasi bahwa fashion itu adalah pencemar terbesar di dunia selain plastik. Akhirnya saya pikir harus menggunakan bahan-bahan alami tetapi, maka saya mempelajari dan mencari-cari, akhirnya saya bertemu dengan teknik pewarna alami ecoprint,” tambahnya.

Teknik ecoprint adalah yaitu dengan mencetak atau mewarnai kain menggunakan daun, bunga, kulit kayu, dan sebagainya.

Hal itu membuat setiap produk Kahut Sigerbori memiliki keunikan tersendiri dan berpotensi untuk menjadi salah satu brand lokal yang diakui di dalam negeri.

Namun pembuatan ecoprint tidaklah mudah. Karena ada banyak factor yang harus diperhatikan agar kain yang diwarnai dan diberi motif tidak gagal.

“Yang pertama kita harus memakai dedaunan yang memiliki tanin atau zat pewarna yang kuat. Kemudian kelembaban udara, PH air sangat berpengaruh. Jadi satu rumah produksi dengan rumah produksi yang lain pasti akan menghasilkan hasil yang berbeda,” jelasnya.

Baca Juga  Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Nama Kahut Siger Bori diambil dari bahas Lampung Pesisir. Kahut yang artinya sayang, Siger artinya mahkota wanita, dan bori diambil dari nama teknik pembuatannya shibori.

Ia mengaku awal berdirinya Kahut Siger Bori tidaklah mudah. Karena modalnya terbatas dan langsung terdampak pandemi covid-19 di awal 2020 lalu.

“Kami tumbuh dan besar di era pandemi, jadi ketika masa pandemi itu memang ada insentif-insentif dari pemerintah untuk lebih memperhatikan UKM agar tetap bisa bertumbuh,” jelasnya.

Anggraeni menyebut Kahut Siger Bori mendapat banyak support dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Support itu sangat besar dampaknya bagi kemajuan usahanya.

“Banyak insentif yang diberikan kepada kami baik kemudian kemudahan mengurus perizinan maupun kesempatan-kesempatan. Alhamdulillah kami merupakan binaan dari Bank Rakyat Indonesia atau BRI,” jelasnya.

“Jadi saya ini banyak disupport oleh BRI dalam hal pemasaran, kemudian banyak pelatihan-pelatihan juga dari BRI. Juga sekalian untuk promosi terutama kalau UKM itu kan yang dibutuhkan di mana kita bisa memperluas pasar. Kami itu sering sekali diajak oleh BRI untuk untuk ikut pameran-pameran skala nasional,” jelasnya.

Baca Juga  Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas

Dengan bantuan itu, Anggraeni menyebut dampak ekonominya sangat besar. Bahkan saat ikut satu event hanya dua hari, pendapatannya bisa setara dengan omset sebulan.

“Ya otomatis juga pemasukan kita omset, kita ketika pameran itu dalam waktu 2 hari bisa setara dengan hasil yang didapat dalam sebulan,” tandasnya.

Perjuangan untuk Kahut Siger Bori kini telah menuai keberhasilan. Awalnya usaha ini dibuma hanya dengan modal yang sangat minim, tidak lebih dari Rp500 ribu untuk membeli 10 meter kain.

Kemudian untuk peralatan yang dibutuhkan hanya memakai peralatan masak seperti panci dan kompor bekas dari dapur yang sudah tidak terpakai.

Kini berbagai produk Kahut Siger Bori tak hanya digemari di wilayah Lampung tapi juga dari berbagai daerah lain. (Leni)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:20 WIB

Pemprov Lampung Pastikan Seluruh Guru Honorer Sudah Diangkat Jadi PPPK

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:03 WIB

DPRD Lampung Pastikan Tak Ada Irigasi Baru Tahun 2026

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:19 WIB

Inflasi Lampung Terkendali, Pemprov Waspadai Harga Pangan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:55 WIB

Pengangkatan Petugas MBG Jadi Pegawai Negara, DPRD Lampung Soroti Nasib Guru Honorer

Senin, 26 Januari 2026 - 14:11 WIB

Pemprov Lampung Gaungkan Budaya K3 di 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:34 WIB

PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Lampung Siapkan PKN Tingkat II 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:06 WIB

Kominfo dan PPPA Lampung Perkuat Sinergi PUSPAGA

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:56 WIB

Tulang Bawang Barat

DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:48 WIB

Lampung Selatan

Tiga Inovasi Layanan Publik Lampung Selatan Segera Diluncurkan

Rabu, 28 Jan 2026 - 21:45 WIB

Tulang Bawang Barat

Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

Rabu, 28 Jan 2026 - 18:11 WIB