Oknum Kepala SMA PGRI Talangpadang Diduga Aniaya Guru BK

Redaksi

Kamis, 31 Maret 2022 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talangpadang (Netizenku.com): Seorang Guru Bimbingan dan Konseling (BK) Yayasan SMA PGRI Talangpadang berinisial Mh, mengalami tindakan kekerasan fisik diduga dilakukan (VH) oknum Kepala Sekolahnya sendiri, Rabu (30/3).

Penganiyaan yang dialami Mh terjadi saat guru BK tersebut menanyakan surat rekomendasi sertifikasi yang harus ditanda tangani oleh sang Kepala Sekolah. Namun bukan surat rekomendasi yang telah ditandatangani ia dapatkan dari VH selaku Kepala Sekolah, malah tindakan kekerasan harus diterimanya.

Saat dikonfirmasi, Mh mengatakan, kronologis kejadian penganiyaan terjadi pada Rabu (30/3) pagi sekira pukul 10.00 WIB, saat itu korban menghadap kepala sekolah di kantor, di mana antara ruang guru dan kepala sekolah tidak ada sekat pembatasnya, untuk meminta tanda tangan rekomendasi sebagai syarat mengurus sertifikasi. Sebelumnya upaya tersebut sudah beberapa kali diajukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari Selasa (29/3) saya juga berniat menemui ibu kepala untuk meminta tandatangan rekom, namun Kepsek tidak masuk, karena harus mengajar di salah satu sekolah lain, dan kebetulan pada hari Rabu dia masuk, setelah ada di ruangan, saya langsung menyampaikan permohonan minta tandatangan berkas saya ketinggalan, saya baru ngomong begitu dia langsung menimpali penyampaian saya dengan nada tinggi, “kan dari awal nggak ada omongan apapun!, lalu saya jawab dengan nada yang sama dengan awal (nada datar), “kan ini mau diurus bu, dan saya juga sudah pernah bilang, meski harus mengeluarkan biaya dalam proses pengurusan saya tetap akan ikut, tapi ternyata punya saya nggak ditandatangani”, kemudian ibu kepala sekolah mengatakan berkas saya tidak ditandatangani lantaran saat proses dan penandatanganan surat rekomendasi untuk sertifikasi saya malah izin tidak masuk kerja karena ada urusan ke Tangerang,” beber Mh.

Baca Juga  Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga BPJS Nonaktif di Reses DPRD Tanggamus

Karena merasa alasan VH tak tandatangan rekom terkesan mengada-ada, Mh tetap berupaya memberi penjelasan serta meminta penjelasan dan alasan yang logis, kenapa VH tak juga bersedia menandatangani berkasnya.

“Tapi bukan mendapatkan penjelasan yang diharapkan VH malah langsung berdiri lalu membentak saya dan menggebrak gebrakan meja dihadapannya sambil berkata,” disini saya kepala sekolahnya” karena merasa diperlakukan tidak adil saya langsung menjawab perlakuan tersebut dengan mengatakan, “adek kamu berbulan bulan nggak masuk kelas gaji jojong dibayar, kamu diam saja dan nggak jadi masalah? pas saya jawab begitu, dia mengambil sesuatu di atas meja saya nggak liat, saya liat ada hp, tapi bukan (hp) saya yang liat itu kunci mobil, dihantemin ke muka hampir menusuk mata sebelah kiri, nggak dilempar, itu posisi dipegang, lalu saya coba mendekati VH tapi saya sudah ditarik oleh guru yang ada di ruangan untuk melerai, namun sebelum saya ditarik, saya sempat menggapai jilbab yang dikenakan VH dan langsung saya tarik, lalu VH terlihat sengaja menjatuhkan badan dan pura-pura tak sadarkan diri (pingsan), tapi sekejap kemudian dia langsung bangun lagi kemudian duduk lalu berusaha melepas sepatu, dan adik VH yang saat kejadian ada di ruangan juga melontarkan omongan tak pantas ke saya, adiknya VH ini juga sebagai bendahara SMA PGRI,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Tanggamus Klarifikasi Kondisi Sekolah Batu Nyangka

Setelah itu, khawatir dengan luka di bagian bawah mata kiri akibat ditusuk VH, korban mengatakan langsung visum di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, lalu hari itu juga korban langsung melaporkan tindakan kekerasan yang dialami ke Polsek Talangpadang yang diterima oleh Aipda Daryanto dengan Laporan Polisi nomor ,53/III/2022/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Talang, tertanggal 30 Maret 2022,” Sudah visum, langsung saya laporkan ke Polsek Talangpadang,” tandasnya.

Baca Juga  Pisah Sambut Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan Serahkan Jabatan kepada Ruh Harijadi

Ironinya, kejadian tak pantas yang dilakukan VH oknum kepala SMA PGRI Talangpadang kepada guru BK tersebut selain disaksikan tenaga pendidik yang lain juga sempat dilihat beberapa anak didik (siswa) sekolah ini.
(Arj/tim)

Berita Terkait

Bupati Tanggamus Klarifikasi Kondisi Sekolah Batu Nyangka
Lantik Kepala Pekon, Bupati Tanggamus, Jangan Coba Coba Salahgunakan Anggaran
136 ASN Tanggamus Ikuti Sumpah dan Kenaikan Pangkat
Pisah Sambut Kalapas Kotaagung, Andi Gunawan Serahkan Jabatan kepada Ruh Harijadi
Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga BPJS Nonaktif di Reses DPRD Tanggamus
Banyak Ruas Jalan di Kotaagung Rusak, Warga Pertanyakan Komitmen Pemkab Tanggamus
Sekcam Kota Agung Timur Kukuhkan 9 Anggota BHP Kampung Baru
FBKOP Tanggamus Desak Transparansi Anggaran Publikasi Advertorial

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB