Dubes Palestina, Zuhair Al Shun Dijadwalkan Hadiri Pembukaan MTQ ke-47

Redaksi

Sabtu, 27 April 2019 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Duta
Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun dijadwalkan menghadiri pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-47 tingkat Provinsi Lampung di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Sabtu malam (27/4) yang akan dibuka sekitar pukul 19.30 Wib.

MTQ kali ini mengusung tema \’Allah Memberi Waktu, Kita Menuju Cahaya\’ rangkaian kegiatan mulai digelar sejak Sabtu (27/4), pembukaan di pusatkan di belakang komplek Islamic Center Tubaba di Rawakebo, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah

\”Duta Besar Palestina InsyaAllah hadir dalam pembukaan kegiatan MTQ ke-47 di Tubaba malam ini. Bahkan beliau juga dijadwalkan mengisi sambutan dalam kegiatan tersebut,\” kata Kepala Dinas Kominfo Tubaba, Fajril Hikmah didampingi Kasubag protokol Robi, Sabtu (27/4)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, tema MTQ ke-47 dimaksudkan mengajak manusia untuk lebih menghargai waktu, memanfaatkannya untuk beribadah, meningkatkan keimanan, beramal sholeh, serta nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Dalam konsep Islam, waktu sangatlah penting karena ia tidak bisa terulang. Memanfaatkannya secara efisien adalah hal yang harus dilakukan untuk meraih kebaikan bagi diri sendiri maupun bersama.

Baca Juga  Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha

Seberapa banyakkah waktu yang dimiliki manusia, hanya Allah yang tahu kapan waktu setiap manusia berakhir. Karena sesungguhnya setiap umat berada dalam sebuah perjalanan, yang menempatkan manusia pada ruang dan waktu yang dijabarkan dalam Konsep Perjalanan Manusia menurut Al Quran yang pasti akan dilalui oleh setiap manusia.

Perjalanan manusia melalui masa di alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur, hari kiamat, hisab, dan hari pembalasan.

Di arena MTQ ke-47 Provinsi Lampung, simbol perjalanan manusia dalam memanfaatkan waktu antara lain tercermin dalam “Lorong Waktu”, yaitu sebuah terowongan bambu yang merupakan jalan akses menuju mimbar utama MTQ, di Kompleks Islamic Center, Panaragan Jaya, Tubaba.

Makna Arsitektur Ornamen Bambu pada MTQ ke-47 tingkat provinsi di Tubaba.

Bupati Tubaba, H Umar Ahmad, diberbagai kesempatan mengatakan  penunjukan Tubaba sebagai tuan rumah MTQ dimaknai sebagai sebuah kesempatan untuk belajar menjadi pelayan yang baik bagi masyarakat luas sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Lampung.

\”Penyelenggaraan MTQ ke-47 tingkat provinsi Lampung, ingin kami jadikan sebagai penyemangat dalam proses pembangunan daerah, karena di usianya yang baru genap 10 tahun, Kabupaten Tubaba memang sedang berbenah, memperbaiki diri, dan berupaya meraih kesejajaran dengan Kabupaten dan kota lain yang sudah lebih dahulu maju dan berkembang,\” kata dia.

Baca Juga  Tergabung di Kloter 18, Ratusan Jamaah Haji Tubaba Bertolak ke Asrama Rajabasa

Menurut Umar, atas kesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-47 itu, pemerintah daerah benar-benar ingin dijadikan sebagai salah satu penyemangat dalam melaksanakan pemerintahan di bumi Ragem Sai Mangi Wawai.

\”Atas kesempatan ini akan kita jadikan untuk lebih giat membangun, lebih elegan dalam menyatukan kebersamaan, lebih matang dalam menghadapi tantangan, dan lebih siap dalam meraih kemajuan di masa depan,\” ungkapnya

Umar juga menjelaskan konsep penyelenggaraan MTQ ke-47, peserta dan tamu undangan disuguhkan dengan pandangan bangunan tradisional modern dengan arsitektur bangunan yang terbuat dari material alam yakni bambu dan bebatuan.

\”Bangunan Kafilah untuk menampung tamu dan kafilah yang berjumlah 1.500 orang, dibuatlah bangunan teratak dengan bahan utama bambu betung dengan bentang 40 meter. Batang-batang bambu utuh ditegakkan dan diperkuat strukturnya dengan sistem gapit dan pasak,\” jelasnya

Baca Juga  Kunjungan TU Delft, Tubaba Kian Dilirik Dunia

Dilanjutkannya, Kubah Panggung Ujung dari Lorong Waktu adalah kubah panggung utama. Desainnya meniru bentuk rebung bambu, sebuah tunas kehidupan yang dalam perjalanan waktu, akan tumbuh kuat, kokoh, tetapi juga lentur.\” Batang bambu tidak patah dihantam angin sekuat apa pun. Interior panggung diilhami oleh Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama,\” ujarnya

\”Lorong bambu yang  membentang sepanjang kurang lebih 200 meter, dimaknai sebagai lorong waktu yang melambangkan perjalanan hidup manusia dari segumpal tanah menuju cahaya. Dirancang berbentuk bubu, yang. merupakan alat penangkap ikan berbahan bambu, sebagai penghormatan terhadap kearifan leluhur, orang-orang yang mendiami tanah dengan banyak genangan air, embung, dan dilintasi sungai,\” jelasnya

Ia juga menjelaskan Menara Sembilan yang terbuat dari bambu dimaknai sebagai kabupaten Tubaba yang memiliki 9 kecamatan dan 9 kelompok masyarakat yang terdiri dari 4 marga asli dan 5 suku pendatang.

\”Mereka tumbuh bersama, dalam kesetaraan dan keserasian, menjadi menara- menara yang membentuk satu yakni Tubaba,\” Imbuhnya. (Arie)

Berita Terkait

Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha
Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha
Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing
Wabup Tubaba Gotong Royong Perbaiki Jalan Bersama Warga
Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba
Wabup Nadirsyah Lantik 30 Pejabat Tubaba, Tekankan Capaian Target Program.
Tubaba Q Sehat, Jemput Bola Layanan Kesehatan Gratis di 16 Titik

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Senin, 27 April 2026 - 16:50 WIB

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:14 WIB

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB