Walhi Minta DPRD Awasi Penegakan Hukum Atas Dataran Bahuga Permai

Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2020 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri (dua dari kiri) saat hearing bersama Komisi II DPRD Provinsi Lampung di Ruang Rapat Komisi II DPRD setempat, Rabu (7/10). Foto: Netizenku.com

Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri (dua dari kiri) saat hearing bersama Komisi II DPRD Provinsi Lampung di Ruang Rapat Komisi II DPRD setempat, Rabu (7/10). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung melakukan hearing (rapat dengar pendapat) bersama Komisi II DPRD Provinsi Lampung terkait penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana oleh PT Dataran Bahuga Permai, Rabu (7/10) di Ruang Rapat Komisi II DPRD setempat.

Hearing dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Wahrul Fauzi Silalahi didampingi Wakil Ketua Komisi II I Made Bagiasa dan Sekretaris Komisi II Sahlab Syukur serta melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Ditreskrimsus Polda Lampung, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan bahwa tidak ada ketegasan Pemerintah Provinsi Lampung dan aparat penegak hukum dalam menangani kasus dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang dilakukan PT Dataran Bahuga Permai di Dusun Panubaan Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”PT Dataran Bahuga Permai telah melakukan reklamasi dan penebangan mangrove tanpa izin untuk dijadikan tempat wisata,\” kata Irfan, Rabu (7/10).

Perusahaan tersebut sampai saat ini hanya mendapatkan teguran tertulis dari Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Lampung.

Setdaprov mengatakan penghentian kegiatan sampai dengan adanya izin, tetapi yang terjadi di lapangan kegiatan tersebut masih berjalan seperti biasa.

Baca Juga  Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai di Bandar Lampung Expo

\”Dan Walhi Lampung sudah melakukan pengaduan kepada Ditreskrimsus Polda Lampung pada Juni 2020 namun juga belum mendapatkan tanggapan,\” ujar dia.

Adapun temuan-temuan Walhi Lampung dalam investigasi yang dilakukan bahwa PT Dataran Bahuga Permai telah melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 109 yang menyatakan:

“Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).\”

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007  Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil disebutkan dalam Pasal 73 Ayat (1) huruf (b) yang berbunyi :

“Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Setiap Orang yang dengan sengaja menggunakan cara dan metode yang merusak ekosistem mangrove, melakukan konversi ekosistem mangrove, menebang mangrove untuk kegiatan industri dan permukiman, dan/atau kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf (e), huruf (f), dan huruf (g).

Baca Juga  TPA Bakung Bersiap Terapkan Sanitary Landfill

Kemudian Pasal 75 yang berbunyi:

\”Setiap Orang yang memanfaatkan ruang dari sebagian Perairan Pesisir dan pemanfaatan sebagian pulau-pulau kecil yang tidak memiliki Izin Lokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).\”

Dan Pasal 75A yang berbunyi :

“Setiap Orang yang memanfaatkan sumber daya Perairan Pesisir dan perairan pulau-pulau kecil yang tidak memiliki Izin Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).\”

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Pasal 69 Ayat (1) yang berbunyi:

“Setiap orang yang tidak menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf a yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).\”

Hal tersebut juga disampaikan dengan tegas  oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bahwa aktivitas PT Dataran Bahuga Permai tidak memiliki izin dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Baca Juga  LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi

\”Dan sudah dilakukan sanksi administrasi teguran secara tertulis yang pada intinya menghentikan aktifitas di wilayah tersebut sampai dengan dipenuhinya izin,\” katanya.

Hasil kesimpulan dalam kegiatan rapat dengar pendapat tersebut, Ketua Komisi II DPRD Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan akan melakukan peninjauan lokasi secara langsung bersama pihak-pihak terkait dalam waktu dekat ini.

DPRD Lampung juga melakukan pengumpulan data dan informasi terhadap pihak yang telah melakukan advokasi dan upaya-upaya yang sudah dijalankan terkait dugaan tindak pidana oleh PT Dataran Bahuga Permai.

Demi kepentingan bersama dan untuk keberlangsungan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan sebagai bagian dari hak asasi manusia, dan demi terjaminnya hak-hak masyarakat pesisir atas akses sumber daya alam kelautan, Walhi Lampung menegaskan Pemprov Lampung dan aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum yang serius kepada PT Dataran Bahuga Permai.

\”Walhi meminta kepada aparat penegak hukum dan pemerintah untuk melanjutkan penegakan hukum terhadap kejahatan di sektor pesisir dan pulau-pulau kecil yang telah berjalan sebelumnya,\” ujarnya.

Irfan juga meminta DPRD Lampung untuk mengawasi upaya-upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum dan dinas terkait, atas dugaan tindak pidana PT Dataran Bahuga Permai. (Josua)

Berita Terkait

Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Mirzani Dorong IWAPI Hilirisasi Pangan dan Digitalisasi Usaha

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Mikdar Ilyas Minta Bulog dan Dinas Terkait Bergerak Cepat Kendalikan Harga Beras

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lampung Mulai Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Ketua PP PMKRI Temui Massa Pati Melawan Jelang Aksi 27 Agustus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Angkasa Pura Indonesia Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Yozi Rizal Soroti Lemahnya Perhatian Pemprov Lampung terhadap Dunia Sastra

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:55 WIB

203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:26 WIB

Tulang Bawang Barat

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:11 WIB