oleh

Umar Ahmad: Jangan-jangan Kita Ini yang Berkebutuhan Khusus

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad SP berbaur dengan anak-anak disabilitas pada peringatan Hari Disabilitas Internasional yang berlangsung di gedung Sesat Agung Bumi Gayow, Komplek Islamic Center di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Senin (2/12).

Selain Bupati, kegiatan tersebut juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Tubaba, Budiman Jaya, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdik Provinsi Lampung, dan perwakilan sekolah.

Baca Juga  Bupati Tubaba Bantu Pembangunan 9 Masjid Rp10 Juta

Umar Ahmad mengatakan sebenarnya setiap anak diberi kelebihan, ada yang tidak berkesempatan untuk melihat namun dia mampu menghafal Al-Quran, malah mereka juga diberi kelebihan yang luar biasa.

“Sementara kadang kita yang merasa sehat normal fisik tetapi kita selalu dikasih kekurangan, selalu dikasih kegalauan-kegalauan mengejar sesuatu. Kalau mereka jujur, saya lihat mukanya bersinar begitu menghadapi hidup ini, nggak ada kegalauan,\” kata Umar saat menyaksikan keceriaan anak-anak disabilitas yang hadir.

Baca Juga  DPRD Apresiasi Kerja Ungkap Kasus Polres Tubaba

Menurut Umar, tidak dipungkiri kita sering merasa kasihan saat melihat mereka, tetapi jangan-jangan mereka juga merasakan kasihan dengan kondisi kita yang memiliki fisik sempurna.

\”Jangan-jangan ya kita ini yang berkebutuhan khusus, kita juga mesti bersyukur karena mungkin bisa jadi kondisi mereka inilah yang justru menjadi salah satu cara Allah SWT untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan bagi hamba-Nya,\” kata bupati.

Baca Juga  Bertambah, Warga Gunung Agung Tubaba Positif Covid-19

Walaupun menurut kita mereka diberi kekurangan, lanjut Umar, tetapi sering kali mereka malah diberikan kesalehan.

\”Di mata Allah SWT mereka adalah orang-orang yang namanya sungguh sangat luar biasa,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Umar berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi mengecek ke SLB Tubaba dan mempelajari aturan supaya program-program untuk penyandang disabilitas bisa disinergikan dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten setempat. (Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *