Saksi Verbalisan Kasus Penganiayaan Diduga Palsu

Redaksi

Kamis, 31 Oktober 2019 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Liwa (Netizenku.com): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Verawati SH pada Kejaksaan Negeri Liwa menghadirkan saksi verbalisan yakni Brigpol Eko Yulianto dari Polsek Sumber Jaya Lampung Barat, terkait kasus penganiayaan terhadap saksi korban Dian Karis. Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar, di Pengadilan Negeri Liwa, Rabu (30/10)

Namun, ada yang janggal dalam persidangan tersebut. Pasalnya, Jaksa yang diperintahkan majelis Hakim untuk menghadirkan saksi verbalisan terkesan \”main mata\”. Lantaran saksi Brigpol Eko Yulianto bukan yang melakukan pemeriksaan BAP lanjutan terhadap tiga orang saksi yakni Dian karis, Ardian Saputra dan Ardeni saat penyidikan.

Keterangan Brigpol Eko Yulianto yang menyatakan bahwa dirinyalah yang melakukan pemeriksaan BAP lanjutan terhadap para saksi tersebut langsung dibantah oleh ketiga saksi dihadapan majelis Hakim yang dipimpin Muhamad Iman sebagai Hakim ketua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Mohon ijin yang mulia, saksi Eko bukan yang melakukan BAP lanjutan terhadap kami. Karena yang melakukan BAP lanjutan terhadap kami ada Supra Yogi,\” kata Dian saat dikonfrontir dalam sidang yang terbuka untuk umum tersebut.

Baca Juga  542 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Balam Peringkat Pertama

Menanggapi hal tersebut, majelis Hakim yang dipimpin Muhamad Iman langsung memerintahkan Jaksa agar dapat menghadirkan saksi verbalisan yang sesungguhnya.

\”Tolong Jaksa hadirkan saksi verbalisan atas nama Supra Yogi yang  melakukan BAP lanjutan terhadap ketiga saksi ini pada persidangan berikutnya,\” tutur majelis Hakim.

Sementara itu, ketiga saksi yang didampingi oleh tim Kuasa Hukumnya, Indah Meylan, SH mengaku sangat kecewa dengan Jaksa yang terkesan \”main mata\” dalam perkara tersebut. \”Dari awal kami mendampingi perkara ini menilai jaksa terkesan tebang pilih. Seharusnya jaksa mewakili hak korban dalam perkara ini. Namun, kenyataaan jaksa justru membela terdakwa,\” tutur Indah saat diwawancarai oleh awak media usai sidang.

Oleh sebab itu, kami hanya memohon kepada majelis Hakim yang mengadili kasus ini diharapkan mampu bersikap objektif meski Jaksa terkesan memihak kepada kepentingan terdakwa. \”Kami hanya memohon kepada majelis Hakim agar perkara ini dapat diungkap dengan sebenar-benarnya,\” kata Indah Meylan.

Baca Juga  Lima Warga Kupang Teba Ditangkap Satres Narkoba Polres Pesawaran

Indah menambahkan, untuk sidang selanjutnya jaksa akan menghadirkan verbalisan dari penyidik, karena yang dihadiri tadi bukan penyidik yang aslinya, BAP lanjutan itu saudra Supra Yogi bukan penyidik Eko. \”Makanya keterangan yang diberikan olehnya itu suatu kebohongan,\” kata Indah saat mendampingi ketiga saksi usai menjlankan persidangan kemarin.

Di dalam persidangan juga telah dijelaskan oleh saksi Ardian Saputra bahwa dirinya melihat salah satu pelaku sedang memegang golok bersarung. Kemudian saksi Ardeni juga mengatakan bahwa dia juga melihat dari ke empat pelaku memukul saksi korban Dian Karis secara membabi buta. Dari keterangan para korban tersebut Indah sebagai Penasehat Hukum menjelaskan, bahwa di sini sudah jelas ada suatu kebohongan dan kejanggalan yang dibuat oleh oknum, baik itu dari tingkat peyidikan maupun dari JPU.

\”Karena disini sudah jelas dari awal ini pengeroyokan kenapa di buat 351,\” kata Indah. Dia menambahkan, untuk sidang selanjutnya akan menghadirkan verbalisan dari penyidik, karena yang dihadiri tadi bukan penyidik yang aslinya, BAP lanjutan itu saudra Supra Yogi bukan penyidik Eko, makanya keterangan yang diberikan olehnya itu suatu kebohongan.

Baca Juga  Kepala Pekon Kutawaringin Diduga Korupsi Dana Desa Rp389,5 Juta

\”Selanjutnya, kami akan melihat tindak lanjut seperti apa perkembangannya setelah itu kami akan adakan upaya hukum sampai kami kejaksaan agung untuk melaporkan Jaksa Penuntut Umum bahkan penyidik ke Polda Lampung,\” katanya

Diketahui, kejadian tersebut bermula, pada Selasa tanggal 06 Agustus 2019 sekira jam 13.00 wib di Pekon Tugu Mulya Kec. Kebun Tebu, Kab. Lampung Barat telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh laki-laki yang bernama Beniyansa Putra kepada korban atas nama Dian Karis dengan cara memukul korban dengan menggunakan golok bersarung 3 kali, yang pertama dihidung menggunakan tangan, yang kedua menggunakan golok bersarung di kepala bagian belakang, yang ketiga kepala bagian belakang akibat kejadian korban melaporkan kejadian ke polsek Sumber Jaya. (*)

Berita Terkait

Pemuda Ditusuk Paman Kekasihnya di Pom Bensin Antasari
Mahasiswa Faperta Unila Jadi Korban Penganiayaan
JPU Gagal Menghadirkan Saksi Mantan Wabup Lamsel di Kasus Penggelapan Excavator
Sopir Travel Tanggamus Pelaku Tabrak Lari Ditangkap di Serpong
Miris, Lima Pelajar SMP Pringsewu Bobol Toko Vape
Berkas Lengkap, Tersangka Narkoba Dilimpahkan Polisi ke JPU
Polisi Tangkap IRT Pelaku Penipuan Pedagang Sembako di Pringsewu
Tangkal Radikalisme, Polres Pringsewu Silaturahmi ke Ponpes Al-Hidayah

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 17:49 WIB

Gubernur Lampung Resmikan RSH Kota Metro

Sabtu, 24 Februari 2024 - 16:49 WIB

Bangkit Haryo Utomo Buka Safari Dongeng Kota Metro

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:57 WIB

PKS Metro Antar Lima Anggotanya ke Kursi Legislatif

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:50 WIB

Wakil Walikota Metro Dukung Kelurahan Sesuai Kebutuhan

Minggu, 11 Februari 2024 - 12:52 WIB

Usai Salat Subuh, Walikota Metro Sapa Pasien RSUD Ahmad Yani

Jumat, 27 Oktober 2023 - 18:37 WIB

Presiden Tinjau Sarana Prasarana SMKN 3 Metro

Senin, 18 September 2023 - 22:50 WIB

UTD PMI Kota Metro Pastikan Stok Darah Cukup

Selasa, 22 Agustus 2023 - 22:58 WIB

Literasi Masuk Raperda Usul Inisiatif Kota Metro

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Bakal Tebar 525.000 Benih Ikan Endemik

Senin, 4 Mar 2024 - 16:02 WIB

Rayon PMII ketika mengabadikan momen disela-sela perhelatan RTAR. Foto: Kiriman WA Dimas.

Edukasi

PMII Rayon Pertanian Gelar RTAR

Senin, 4 Mar 2024 - 01:10 WIB

Pesawaran

Dendi Tinjau Kondisi Tanggul Jebol di Desa Bunut

Minggu, 3 Mar 2024 - 18:54 WIB