Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat kabupaten di Lapangan SMP Negeri 4 Pringsewu, Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Senin (4/5/2026) pagi.
Pringsewu (Netizenku.com): Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, M. Andi Purwanto, bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, serta insan pendidikan.
Hadir dalam kesempatan itu Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, Pabung Kodim 0424 Mayor Inf. Agus Supriyadi, perwakilan Kejaksaan Negeri Pringsewu, Kepala Kantor Kementerian Agama Pringsewu H. Khuzil Afwa Kahuripan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Supriyanto, serta Ketua BAZNAS Pringsewu H. Untung Suhendro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam amanatnya, Sekda membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Ia menyampaikan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan komitmen dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus dan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia, sekaligus mengembangkan potensi serta fitrah sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujarnya.
Ia menegaskan, inti pendidikan adalah memuliakan manusia, sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui konsep sistem among, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan).
Mengacu pada UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta bertanggung jawab.
Selain itu, pendidikan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia maju, makmur, dan bermartabat.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam sebagai program prioritas. Dalam 18 bulan terakhir, kementerian juga telah memperkuat fondasi “pendidikan bermutu untuk semua” melalui regulasi dan penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
“Keberhasilan kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh pola pikir maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus. Tanpa itu, kebijakan hanya akan menjadi formalitas tanpa makna,” tegasnya.
Upacara juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pelajar dan guru berprestasi serta para pemerhati pendidikan. BAZNAS Pringsewu turut menyalurkan bantuan berupa kursi roda bagi pelajar disabilitas serta santunan untuk pelajar yang membutuhkan.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu. (*)








