Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Tauriq Attala Gibran

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung resmi menginisiasi Gerakan Anti Kekerasan di lingkungan pesantren. Langkah strategis ini dikukuhkan dalam Temu Wilayah Pondok Pesantren dan Deklarasi Bersama yang berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Minggu (14/6/2026).

Lampung (Netizenku.com): Forum ini mempertemukan para pengasuh pesantren, pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, hingga organisasi kepesantrenan. Hasilnya, seluruh elemen menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan santri dan membangun ekosistem pesantren ramah anak di Lampung.

Sejumlah tokoh penting hadir sebagai narasumber. Di antaranya Anggota DPR RI sekaligus Pengasuh Ponpes Hasyim Asy’ari Jepara Dr. Hj. Hindun Anisah, M.A., serta perwakilan Dinas PPPA Aira Darmayanti Duarsa, S.H.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir pula Panit 3 Subdit 4 Renakta Krimum Polda Lampung Iptu A. Maria Thelessy, S.Sos., dan Pengasuh Ponpes Al-Hikmah Bandar Lampung Drs. KH. Basyaruddin Maisir.

Baca Juga  Wagub Jihan Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Saburai

Pesantren Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman

Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, menegaskan pentingnya adaptasi pesantren di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pesantren harus memperkuat sistem perlindungan internal agar proses belajar berjalan bermartabat.

“Pesantren harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa aman bagi seluruh santri. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan,” ujar Chusnunia.

Ia menambahkan, gerakan ini merupakan ikhtiar bersama. Tujuannya agar pesantren tetap menjadi pusat pendidikan akhlak yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Menjawab Kebutuhan Pesantren Ramah Anak

Dalam sesi pemaparan, Dr. Hj. Hindun Anisah menjelaskan bahwa konsep pesantren ramah anak kini menjadi kebutuhan mutlak. Lembaga pendidikan keagamaan wajib memenuhi hak-hak dasar anak. Hak tersebut meliputi pengasuhan layak, perlindungan dari kekerasan, akses kesehatan, hingga ruang partisipasi.

Baca Juga  Gubernur dan DPRD Lampung Sepakati 11 Aspirasi Ojol untuk Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Hindun mengingatkan, potensi kasus kekerasan di lingkungan pendidikan masih ada. Oleh karena itu, diperlukan sistem pencegahan yang konkret.

“Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, perundungan, maupun pelecehan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Secara prinsip Islam, fondasi ini sudah sangat kuat. Hal itu tercermin lewat nilai keadilan (al-’adalah), kasih sayang (rahmah), kesalingan (mubadalah), dan maqashid syariah.

Memutus Celah Penyalahgunaan Relasi Kuasa

Pada kesempatan yang sama, KH. Basyaruddin Maisir menyoroti pentingnya regulasi internal dan pengawasan yang ketat. Budaya takzim kepada guru adalah tradisi luhur, namun tidak boleh disalahgunakan.

“Tidak ada ketaatan dalam hal yang bertentangan dengan syariat, hukum, dan nilai kemanusiaan,” ujar Kiai Basyaruddin.

Ia mendorong setiap pesantren memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan santri. Sistem pelaporan harus dibuat aman agar korban berani melapor dan pelaku bisa ditindak tegas.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —

Komitmen Nyata: Penyusunan Modul Anti Kekerasan

Sebagai puncak acara, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Gerakan Anti Kekerasan oleh berbagai lintas sektor. Mulai dari MP3I, RMI PWNU Lampung, akademisi, JP3M, PCNU, DPW PKB Lampung, DPR RI, Polda Lampung, hingga Dinas PPPA.

Tidak sekadar seremonial, forum ini langsung membentuk tim kecil untuk menyusun Modul Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pondok Pesantren Provinsi Lampung.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Radityo Ariadi Nugroho, mengungkapkan modul ini akan menjadi panduan praktis yang siap didistribusikan.

“Modul ini memuat langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, prosedur penanganan, hingga kontak lembaga pengaduan,” pungkasnya.

Melalui gerakan berkelanjutan ini, DPW PKB Lampung berharap kapasitas pengasuh meningkat. Pesantren di seluruh Lampung pun diharapkan bertransformasi menjadi ruang aman yang berorientasi pada kemaslahatan umat. (*)

Berita Terkait

Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang
Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:24 WIB

HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Groundbreaking Kawasan Industri Katibung pada 2027

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB