Pemkab Pringsewu Dukung Pengembangan Pertanian Organik Berteknologi BBM

Leni Marlina

Selasa, 17 September 2024 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu (Netizenku.com): Kabupaten Pringsewu akan menjadi lokasi pembuatan film dokumenter mengenai pengembangan pertanian padi organik. Film ini merupakan proyek kerjasama antara The ASEAN FAW Action Plan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Terkait hal tersebut, jajaran BRIN dan The ASEAN FAW Action Plan melakukan kunjungan audiensi bersama Pj Bupati Marindo Kurniawan, di Kantor Bupati setempat, Selasa (17/9/2024).

Ketua Kadin Kabupaten Pringsewu Dodi Bahar Fathory, yang mendampingi tim dari BRIN dan The ASEAN FAW Action Plan tersebut mengatakan, film dokumenter yang akan dibuat adalah mengenai perjalanan petani Pringsewu dan peran gender dalam pengembangan pertanian padi organik di Pringsewu Lampung (Pringsewu’s Farmers Journey and the Role of Gender in Producing Organic Rice Farming in Pringsewu, Lampung).

Baca Juga  Kapolres Pringsewu Bawa Tumpeng ke Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

“Film dokumenter ini akan mengambil lokasi syuting di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, diantaranya dengan mewawancarai beberapa petani organik dengan teknologi BBM atau Budidaya Berbasis Mikroba, dan petani yang sebelumnya menggunakan pupuk kimia yang beralih ke jenis organik. Budidaya padi secara organik dengan teknologi BBM ini tanpa aplikasi pupuk kimia, tanpa pestisida kimia, dan tanpa herbisida kimia sama sekali, dengan produktifitas yang setara, bahkan lebih tinggi berbanding pupuk kimia,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teknologi BBM ini, kata Dodi, mampu memperbaiki tanah secara cepat dan permanen. Untuk diketahui, bahwa salah satu petani di Kelurahan Pajaresuk yang bernama Bapak Busroni, telah menggunakan teknologi BBM selama lebih dari 10 tahun dan saat ini tanpa menggunakan pupuk sama sekali. Menurut dia, Pringsewu harus dapat melahirkan ciri khas wilayahnya, sehingga menjadi icon yang melegenda.

Baca Juga  Bupati Pringsewu Panen Raya Corporate Farming di Pekon Pujodadi

“Misalnya, karena wilayah ini adalah wilayah pertanian, maka dunia pertanian harus didorong menjadi brand Kabupaten Pringsewu. Diantaranya adalah Aneka Ragam Pertanian Organik atau ARPO, salah satunya adalah padi atau beras organik, disamping produk organik lainnya, mulai dari sayur mayur hingga ternak organik,” ujarnya.

Hal ini akan menjadi contoh bagi daerah lainnya, sehingga industri organik akan ikut terangkat mulai dari packing produk, kegiatan promosi, berkembangnya Organic Mart dan beragam industri lainnya juga akan terdongkrak.

Baca Juga  Pendapatan dan Belanja Pringsewu Naik dalam Perubahan APBD 2026

“Selain itu, Wisata Agri Organik juga akan menjadi bagian yang juga ikut terangkat. Hotel, kafe dan kedai akan menyajikan produk organik yang sehat. Kemudian SMK Pertanian juga akan tumbuh dan berkembang, bahkan bukan tidak mungkin kelak akan ada Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Organik (STIPO),” tambahnya.

Sementara itu, Marindo sangat mendukung penggunaan teknologi BBM dalam bidang pertanian di Kabupaten Pringsewu. Salah satu bentuk pengembangannya adalah dengan kegiatan pembuatan film dokumenter mengenai pengembangan pertanian padi organik di Kabupaten Pringsewu oleh The ASEAN FAW Action Plan dan BRIN.

“Kami juga mengharapkan adanya tindak lanjut berupa MoU antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan BRIN ini,” ucapnya. (Reza)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan
Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata
Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak
Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi
6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026
Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi
Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah
Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:33 WIB

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas

Rabu, 23 September 2026 - 12:36 WIB

Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun

Rabu, 23 September 2026 - 12:30 WIB

Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal

Selasa, 22 September 2026 - 17:57 WIB

Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Sabtu, 12 September 2026 - 14:12 WIB

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

Jumat, 11 September 2026 - 20:41 WIB

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Kamis, 10 September 2026 - 17:19 WIB

DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terbaru

Lampung

Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:16 WIB