Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Arie

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, mencatat sebanyak 28 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2026.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Meski kasus ditemukan di sejumlah wilayah, seluruh pasien yang terjangkit DBD dinyatakan sembuh dan hingga saat ini tidak ditemukan adanya kematian akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, Ns. Majril, S.Kep., MM, melalui sekretaris Eka Riyana mengatakan penanganan DBD terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh Puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, serta dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan data hingga 16 Juli 2026, jumlah kasus DBD di Kabupaten Tubaba tercatat sebanyak 28 kasus. Alhamdulillah seluruh pasien sudah sembuh dan tidak ada kasus kematian akibat DBD,” ujar Eka, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga  Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Korupsi Pendataan PBB-P2

Berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Tubaba, kata dia, kasus DBD tersebar di sejumlah wilayah kerja Puskesmas. Kasus tertinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Margodadi dengan tujuh kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Daya Murni mencatat lima kasus, Puskesmas Marga Kencana empat kasus, Puskesmas Panaragan Jaya tiga kasus. Sementara wilayah kerja Puskesmas Candra Mukti, Sukajaya, dan Mercu Buana masing-masing mencatat dua kasus.

Adapun Puskesmas Mulya Asri, Toto Katon, dan Pagar Dewa masing-masing mencatat satu kasus. Sedangkan beberapa wilayah seperti Karta Raharja, Kibang Budi Jaya, Gilang Tunggal Makarta, Toto Mulyo, Dwikora Jaya, serta Indraloka Jaya belum ditemukan kasus DBD.

Eka menjelaskan, perkembangan kasus DBD sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Curah hujan yang meningkat dapat memicu munculnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Sanitasi lingkungan, kepadatan penduduk, serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan gerakan 3M Plus juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan maupun penurunan kasus DBD,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Pringsewu Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Menurutnya, tempat penampungan air yang tidak dibersihkan secara rutin menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan populasi nyamuk penyebab DBD.
Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, Dinas Kesehatan Tubaba telah melakukan berbagai langkah, mulai dari imbauan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) minimal satu kali dalam seminggu, pemantauan wilayah, penyuluhan 3M Plus, fogging focus, hingga pemberian abate pada lokasi yang ditemukan kasus.

Petugas Puskesmas juga melakukan penyelidikan epidemiologi setiap kali ditemukan laporan kasus untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar serta melakukan pengendalian agar penyebaran tidak meluas.
“Setiap ada laporan kasus, petugas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil langkah pengendalian sesuai kondisi di lapangan,” kata dia.

Dinas Kesehatan Tubaba mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Baca Juga  Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan langkah tambahan seperti menggunakan larvasida pada tempat air yang sulit dikuras, memasang kawat kasa pada ventilasi rumah, menggunakan obat antinyamuk, tidak menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah, serta rutin membersihkan lingkungan.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, maupun tanda-tanda perdarahan.

“Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi akibat DBD. Upaya pencegahan dan pengendalian akan terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Renovasi Jembatan Gantung Bumi Arum Rampung, Warga Berharap Segera Dibangun Permanen
Pringsewu Raih Penghargaan Kabupaten Pangan Aman Level 5 dari Badan POM
Jejak Ponsel Antar Polisi Ungkap Persembunyian Terduga Pelaku Pencurian dan Pencabulan
Dengarkan Radio Rapemda, Pengerusi Koperasi Malaysia Jajaki Potensi Mocaf Pringsewuu
Pemkab Pringsewu Salurkan Bantuan Beras Tahap II kepada 55.048 Penerima
Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos
Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026
Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Lentera Swara Lampung | 165 | Rabu, 19 Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:10 WIB

Lentera Swara Lampung | 164 | Jumat, 17 Juli 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:36 WIB

Lentera Swara Lampung | 163 | Rabu, 8 Juli 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 03:10 WIB

Lentera Swara Lampung | 162 | Senin, 29 Juni 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 01:59 WIB

Lentera Swara Lampung | 161 | Senin, 22 Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:01 WIB

Lentera Swara Lampung | 160 | Jumat, 12 Juni 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:05 WIB

Lentera Swara Lampung | 159 | Jumat, 22 Mei 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:53 WIB

Lentera Swara Lampung | 158 | Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:45 WIB

Lampung

PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Jumat, 28 Agu 2026 - 22:07 WIB

Bandarlampung

PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

Jumat, 28 Agu 2026 - 17:20 WIB