Distribusi Biosolar B50 resmi dilakukan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Lampung. Seiring penerapan bahan bakar dengan campuran biodiesel 50 persen tersebut, pasokan biosolar juga ditingkatkan dari kuota normal sekitar 2.100 kiloliter (KL) menjadi 2.797 KL per hari guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Lampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, mengatakan peningkatan pasokan dilakukan untuk mengatasi tingginya permintaan biosolar yang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
“Kuota normal distribusi biosolar di Lampung sekitar 2.100 kiloliter per hari. Saat ini realisasinya sudah mencapai 2.797 kiloliter atau hampir 2.800 kiloliter per hari. Dengan penambahan tersebut, antrean di SPBU dalam beberapa hari terakhir mulai berkurang,” kata Budhi usai rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Lampung, Selasa (21/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Budhi menjelaskan, seluruh tambahan pasokan yang didistribusikan ke SPBU kini telah menggunakan Biosolar B50. Berdasarkan informasi dari Pertamina Patra Niaga, distribusi B50 telah menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
“Informasi dari Pertamina Patra Niaga, produk yang dikirim ke SPBU saat ini memang sudah menggunakan B50,” ujarnya.
Meski komposisi biodiesel dalam biosolar meningkat dari sebelumnya B40 menjadi B50, Budhi memastikan tidak ada perubahan harga jual kepada masyarakat.
“Harganya tetap sama, tidak ada perubahan. Yang berubah hanya komposisi campurannya, dari sebelumnya B40 menjadi B50,” jelasnya.
Berdasarkan data realisasi distribusi hingga 15 Juli 2026, penyaluran biosolar di sejumlah daerah telah melampaui kuota harian. Di Kota Bandar Lampung, realisasi distribusi mencapai sekitar 107 persen dari kuota, sementara rata-rata penyaluran di tingkat Provinsi Lampung mencapai sekitar 105 persen.
Menurut Budhi, peningkatan distribusi terjadi hampir di seluruh SPBU di Lampung. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan biosolar sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah titik.
“Distribusi meningkat hampir di seluruh wilayah Lampung. Rata-rata realisasinya sudah di atas 100 persen dari kuota harian,” pungkasnya. (*)








