Menimbang Ekonomi Lampung Kuartal I 2025

Ilwadi Perkasa

Minggu, 20 April 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramalan, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi melemah pada kuartal I 2025 juga menghinggapi ekonomi Provinsi Lampung. Namun ekonomi Lampung diperkirakan masih tetap tumbuh terjaga di atas 3,3 persen (yoy) atau masih di atas capaian ekonomi periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menggambarkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini selalu mengalami tekanan hingga gagal menembus 5 persen selama tiga tahun terakhir.

Data statistik menunjukkan ekonomi Lampung pernah terpuruk pada kuartal I 2021, yakni mengalami kontraksi sebesar -2,10% (yoy) akibat pandemi Covid-19.

Berikutnya, pada kuartal I 2022 terjadi recovery hingga ekonomi kembali berdenyut positif sebesar 2,96 persen. Kemudian meningkat tajam pada kuartal I 2023 menjadi 4,94 persen yang didorong oleh faktor psikologis naiknya pertumbuhan konsumsi rumah lebih dari 3 persen setelah lepas dari belenggu pandemi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kuartal I 2024, ekonomi Lampung kembali mengalami tekanan hanya mencapai 3,3 persen (yoy), meski akhirnya bisa mencatatkan pertumbuhan kumulatif 4,57 persen pada 2024.

Merujuk data-data tersebut dan mencermati kondisi ekonomi nasional dan regional Lampung, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada kuartal I 2025 sulit menembus 4,5 persen.

Baca Juga  Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan

Kondisi ini dipahami betul oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni. Untuk itu dia mengatakan pembangunan lima tahun ke depan harus mendukung pencapaian visi dan Asta Cita pembangunan nasional, sejalan dengan visi Gubernur Lampung 2025–2030 yaitu, Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

“Visi tersebut akan dijalankan melalui tiga misi atau Tiga Cita, yaitu mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif. Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif serta meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas,” ujarnya.

Elvira juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, yakni pertumbuhan ekonomi daerah yang masih di angka 4,57 persen, atau di bawah rata-rata nasional.

Ia juga menyoroti tingkat kemiskinan masih berada di angka 10,69 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) baru mencapai 73,13, juga masih di bawah angka nasional.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan daerah.

Sejumlah lembaga meramal ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 mengalami tekanan pada kisaran 4,7 hingga 4,9 persen atau di bawah pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2024 yang mencapai 5,02%.

Baca Juga  Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025

Angka ini lebih rendah dari target dalam asumsi ekonomi makro 2025 sebesar 5,2%, dan juga target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 bahwa ekonomi tahun ini ditargetkan tumbuh 5,3%.

Kepala Makroekonomi dan Keuangan Indef Muhammad Rizal Taufikurahman mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan oleh faktor global dan domestik, seperti masalah fiskal yang seret dan defisit keuangan yang secara fundamental memperlambat pertumbuhan.

Kondisi yang sama dipastikan mempengaruhi ekonomi regional Lampung yang diketahui masih tertatih-tatih di sisi pendapatan sehingga melemahkan kinerja belanja daerah pada kuatal I 2025.

Melemah, Tapi Ada Gairah di Sisi Ekspor

Sampai Maret 2025 atau sampai akhir kuartal I 2025, nyaris tidak ada momentum atau kegiatan ekonomi yang diharapkan bisa menyokong pertumbuhan, kecuali ramadan, lebaran dan guyuran THR untuk ASN.

Namun ada indikator yang menggembirakan dan diyakini bisa menyumbang pertumbuhan Lampung tetap terjaga, yakni membaiknya kinerja ekspor pada Januari-Februari 2025.

Setelah sempat menurun sebesar 16,19 persen di awal tahun 2025 lalu, kinerja ekspor Provinsi Lampung kembali mengalami kenaikan sebesar 8,46 persen pada pada Februari 2025. Seperti biasa, lonjakan ekspor masih didominasi sektor industri pengolahan.

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

Nilai ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2025 mencapai US$517,93 juta, mengalami peningkatan sebesar US$40,39 juta atau naik 8,46 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai US$477,54 juta.

Peningkatan ini menggambarkan pembalikkan keadaan dari perkembangan ekspor yang sempat turun sebesar 16,19 persen pada Januari 2025.

Tercatat, sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung masih mendominasi ekspor, yakni lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; bahan bakar mineral; olahan dari sayuran, buah, dan kacang; ampas dan sisa industri makanan; pulp dari kayu; berbagai produk kimia; karet dan barang dari karet; ikan, krustasea, dan moluska; serta olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska.

Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Februari 2025 adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Pakistan, Belanda, India, Spanyol, Belgia, Philipina, Bangladesh, dan Inggris.

Sementara ekspor menurut sektor selama sebulan terakhir menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan. Sektor industri pengolahan naik sebesar 8,51 persen. Sektor pertambangan dan lainnya naik 8,48 persen dan sektor pertanian naik sebesar 8,30 persen.(*)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:51 WIB

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 23 Februari 2026 - 15:27 WIB

DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:34 WIB

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi TNI-Polri Lewat NPHD

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:34 WIB

Pemprov Lampung Tuntaskan Tunda Bayar 2025 Lebih Cepat

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:05 WIB

FLL Ajak Penggiat Perkuat Kolaborasi Literasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Lampung

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 23 Feb 2026 - 18:51 WIB

Lampung

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Minggu, 22 Feb 2026 - 22:34 WIB

Petugas menunjukkan barang bukti senjata api dalam rilis kasus perampokan Rp800 juta di Mapolres Tubaba, Jumat (20/2/2026). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Polisi Ungkap Dua Pelaku Perampokan di Tiyuh Daya Asri Masih Diburu

Sabtu, 21 Feb 2026 - 07:43 WIB