300 Industri Genteng Terancam Tutup, Kapolres Pringsewu Ambil Diskresi Bantu Pengrajin

Reza

Rabu, 1 April 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 300 industri rumahan genteng di Pekon Banyuwangi, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu terancam gulung tikar akibat sulitnya bahan baku tanah lempung. Kondisi ini mendorong Kapolres Pringsewu M. Yunnus Saputra mengambil langkah diskresi guna membantu para pengrajin tetap berproduksi.

Pringsewu (Netizenku.com): Langkah tersebut disampaikan saat Kapolres bersama Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman meninjau langsung sentra industri genteng di Pekon Banyuwangi, Rabu (1/4/2026). Kunjungan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam peninjauan itu, rombongan melihat langsung proses produksi genteng, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan hingga pembakaran. Selain itu, mereka juga berdialog dengan para pelaku usaha dan buruh untuk menyerap aspirasi serta mengetahui persoalan yang dihadapi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Pringsewu mengungkapkan, kendala utama yang dihadapi para pengrajin adalah sulitnya memperoleh tanah lempung sebagai bahan baku utama. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya produksi hingga mengancam keberlangsungan usaha.

Baca Juga  Sopir di Pringsewu Gelapkan Uang Setoran Penjualan Ayam Rp50,4 Juta

Menanggapi hal tersebut, pihaknya mengambil langkah diskresi kepolisian untuk mengesampingkan sejumlah aturan yang dinilai tidak prinsipil, guna membuka akses bahan baku bagi para pengrajin.

“Langkah ini kami ambil untuk mendukung program gentengisasi pemerintah pusat. Usaha genteng di sini terkendala aturan, sehingga kami gunakan diskresi agar pengrajin bisa mendapatkan bahan baku tanah lempung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut telah melalui kajian. Selain membantu keberlangsungan industri genteng, pemanfaatan lahan juga berpotensi membuka sawah baru serta menjaga roda ekonomi masyarakat tetap berjalan.

Menurutnya, industri genteng di wilayah tersebut menyerap hingga ribuan tenaga kerja. Jika produksi terhenti, dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya pengangguran hingga potensi gangguan keamanan.

Baca Juga  Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

“Ini menjadi perhatian kami. Karena ketika masyarakat tidak berproduksi, bisa memicu masalah sosial, termasuk kriminalitas. Sumber penghasilan utama warga berasal dari produksi genteng,” katanya.

Ke depan, pihaknya berencana meninjau sentra-sentra produksi genteng lainnya di Kabupaten Pringsewu untuk menerapkan langkah serupa, sehingga satu kebijakan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman menilai industri genteng di Pekon Banyuwangi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Ia mengapresiasi langkah Kapolres yang turun langsung ke lapangan dan mendengarkan keluhan masyarakat.

“Kalau usaha kecil menengah ini bisa berjalan optimal, saya yakin ekonomi wilayah akan tetap stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha genteng di daerah tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi tumpuan hidup masyarakat. Menurutnya, jika industri ini berhenti, dampaknya tidak hanya pada hilangnya produk, tetapi juga pada kesejahteraan warga.

Baca Juga  Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

“Kalau usaha ini berhenti, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.

Di sisi lain, Miswanto, salah satu pengrajin genteng, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 300 unit usaha genteng yang menggantungkan hidup pada ketersediaan bahan baku tanah lempung.

“Ada sekitar 300 pengrajin yang menyerap ribuan tenaga kerja. Kami berharap tidak ada kendala lagi soal bahan baku, karena wilayah ini sebenarnya memiliki potensi lahan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia berharap adanya kerja sama antara pemerintah dan pihak terkait agar produksi genteng dapat kembali stabil, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurutnya, kelangkaan bahan baku saat ini sangat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat. “Kami hidup dari produksi genteng. Kalau bahan baku sulit, kami juga kesulitan bertahan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun
Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027
Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP
Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api
105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret
Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur
Ekonomi Pringsewu Tumbuh 5,44 Persen, Lampaui Provinsi Lampung dan Nasional
Sopir di Pringsewu Gelapkan Uang Setoran Penjualan Ayam Rp50,4 Juta

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Kamis, 24 September 2026 - 18:58 WIB

Ekonomi Pringsewu Tumbuh 5,44 Persen, Lampaui Provinsi Lampung dan Nasional

Selasa, 22 September 2026 - 19:14 WIB

Sopir di Pringsewu Gelapkan Uang Setoran Penjualan Ayam Rp50,4 Juta

Senin, 21 September 2026 - 16:57 WIB

Motor Teman Wanita Dibawa Kabur, Pemuda di Pringsewu Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB