Catatan GJ: Indikator Utama Lampung Bersinar, Kemiskinan Teratasi!

Ilwadi Perkasa

Senin, 28 Juli 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo (GJ)

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo (GJ)

Catatan ini dirangkum oleh Ganjar Jationo (GJ), mengenai perkembangan ekonomi Lampung selama semester I 2025. Sebagian dari catatan ini ditambahkan oleh pendamping. GJ adalah Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.

***

Provinsi Lampung sedang bersinar! Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis data fenomenal yang menunjukkan penurunan kemiskinan yang signifikan. Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo (GJ), menyambut optimis sinaran ini.

Ia menyatakan bahwa 6 indikator utama itu ikut memberi dampak menurunnya angka kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikator utama tersebut antara lain, inflasi turun dari 2,16% menjadi 1,58%. Pertumbuhan ekonomi 5,47% tertinggi se-Sumatera. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06%.

Harga Gabah Kering Panen naik 0,12%. Petani dilaporkan peroleh keuntungan yang juga ikut didorong oleh meningkatnya produktivitas padi sebesar 0,9 kuintal/hektare.

Ganjar Jationo mengatakan, capaian ini merupakan hasil nyata dari program strategis Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Program “Desaku Maju” fokus pada peningkatan nilai tambah produk pertanian langsung dari desa.

“Dengan mengarahkan pembangunan ekonomi berbasis desa, Lampung tidak hanya mampu menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutup Ganjar Jationo.

Terkait angka kemiskinan Lampung yang turun 0,62%, GJ menjelaskan hal itu merupakan laju penurunan tertinggi kedua nasional setelah Gorontalo.

Ekspor Meningkat Surplus Neraca Perdagangan

Kinerja ekspor Lampung fluktuatif dalam grafik yang menanjak dalam kisaran 352,16 juta dolar AS sampai 578,06 jota dolar di periode Januari-Mei 2025. Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor Lampung tahun ini secara kumulatif jauh lebih baik.

Baca Juga  Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Angka Kemiskinan Turun, Nafas Ekonomi Rumah Tangga Masih Diuji

Badan Pusat Statistik melaporkan nilai ekspor Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mencapai 2.491,01 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 36,98 persen dibandingkan Januari-Mei 2024 yang mencapai 1.818,56 juta dolar. Sementara nilai ekspor Provinsi Lampung Mei 2025 mencapai 565,33 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 74,89 persen dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 323,25 juta dolar AS.

Di sisi impor juga terjadi peningkatan. Nilai impor Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mencapai 979,84 juta dolar AS, bertambah sebesar 5,93 persen dibandingkan Januari-Mei 2024 yang mencapai 924,95 juta dolar AS.

Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung Mei 2025 mencapai 177,25 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 18,37 persen dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 149,74 juta dolar AS.

Dengan posisi tersebut neraca perdagangan Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mengalami surplus 1.269,09 juta dolar AS yang dipicu surplus pada sektor nonmigas sebesar 1.840,52 juta dolar AS, sementara sektor migas defisit 571,43 juta dolar AS.

Khusus selama Mei 2025 Lampung surplus 146,00 juta dolar AS. Surplus berasal dari transaksi perdagangan sektor nonmigas senilai 254,06 juta dolar AS, sementara sektor migas defisit 108,06 juta dolar AS.

Baca Juga  Refleksi Lampung 2025: Infrastruktur Melaju, Keuangan Daerah Jadi Penentu

Tingkat Penghunian Kamar (TPK)

BPS Lampung melaporkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Lampung pada Mei 2025 tercatat 42,94 persen, turun 0,48 poin dibanding TPK hotel bintang pada April 2025 yang tercatat sebesar 43,42 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024 dimana TPK hotel berbintang tercatat sebesar 45,34 persen, TPK hotel berbintang ini turun sebesar 2,40 poin. Bila diamati menurut klasifikasi hotel bintang pada Mei 2025, TPK hotel bintang 1 dan 2 tercatat sebesar 34,83 persen, hotel bintang 3 sebesar 43,79 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 47,99 persen.

Sementara pada bulan April 2025 TPK hotel bintang 1 dan 2 sebesar 37,88 persen, hotel bintang 3 sebesar 45,69 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 45,12 persen. Di sisi lain, TPK hotel non-bintang pada Mei 2025 sebesar 24,26 persen, turun 1,91 poin dibandingkan dengan TPK bulan April 2025 yang tercatat sebesar 26,17 persen. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024 dimana TPK hotel non bintang tercatat sebesar 27,28 persen, TPK hotel non-bintang ini turun sebesar 3,02 poin.

Secara total TPK hotel pada bulan Mei 2025 tercatat 31,19 persen, turun 1,45 poin dibandingkan dengan bulan April 2025, serta turun 2,69 poin dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024.

Baca Juga  Kadalistik Kebijakan dan Produksi Citra di Lampung (Bagian 2 in 3)

Penurunan TPK juga disertai penurunan rata-rata tamu menginap yang pada Mei 2025 tercatat 1,25 hari. Angka itu mengalami penuruban sebesar 0,13 hari, bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan April 2025 yang tercatat 1,38 hari.

Dilaporkan, rata-rata tamu asing menginap pada Mei 2025 selama 1,50 hari, sedangkan rata-rata tamu domestik menginap selama 1,25 hari.

Nilai Tukar Petani

Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) juga dilaporkan kurang menggembirakan, meski retata nilainya masih perkasa di atas titik impas (100).

NTP Provinsi Lampung Juni 2025 sebesar 128,31 atau turun 1,78 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan It turun sebesar 1,77 persen dan Ib yang naik sebesar 0,02 persen.

NTP Provinsi Lampung Juni 2025 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) (103,62), Tanaman Hortikultura (NTP-H) (116,74), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (167,86), Peternakan (NTP-Pt) (99,73), Perikanan Tangkap (112,09), dan Perikanan Budidaya (96,97).

Penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung dimana pada Juni 2025 tercatat sebesar 131,94 atau turun 1,77 persen dibanding NTUP Mei 2025 sebesar 134,31.

Dengan demikian, makro ekonomi Lampung semester I 2025 masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal inflasi dan nilai tukar petani. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Di Bawah Larangan Kembang Api, Dini Menjajakan Harapan di Ujung Tahun
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: “Cemomot” dari APBD ke BUMD, Jejak Korupsi Terbuka
Ekonomi Tumbuh, Upah Tertahan: Lampung Kalah Berani dari Sumatera Lain

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Februari 2026 - 13:38 WIB

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:51 WIB

Yusnadi, Sesalkan Kebijakan RSUD Sukadana yang Wajibkan Pasien Gunakan Ambulans Rumah Sakit Saat Rujukan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:18 WIB

TRIGA Lampung Kepung Kejaksaan Agung–KPK, Bongkar Dugaan Oligarki Gula, Pajak, dan Politik Uang

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:13 WIB

Bapenda Lampung dan GGPC Perkuat Sinergi Optimalisasi PAD

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Selasa, 3 Feb 2026 - 00:02 WIB

Lampung

KONI Riau Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032

Senin, 2 Feb 2026 - 13:38 WIB