Tubaba Ambil Langkah Tegas Selesaikan Masalah Agraria Eks Transmigrasi

Arie

Senin, 10 November 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengambil langkah tegas dan strategis dalam menyelesaikan permasalahan agraria yang telah menahun.

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, memimpin penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara Pemkab Tubaba, Kantor Pertanahan, Kejaksaan Negeri, dan Kepolisian Resor setempat di Ruang Rapat Bupati, Senin (10/11/2025).

MoU tersebut berfokus pada Fasilitasi Permasalahan Pertanahan Eks Transmigrasi, isu krusial yang disebut Bupati mencakup 70–80 persen wilayah Tubaba. Langkah percepatan penyelesaian legalitas tanah transmigrasi dan penertiban aset desa ini mendapat apresiasi positif, bahkan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menegaskan, penyelesaian masalah tanah merupakan bagian dari pemenuhan hak warga negara.

“Ini menyangkut hak-hak warga negara terkait legalitas kepemilikan tanah. Jika dapat diselesaikan dengan baik dan cepat, hal ini akan menjamin kepastian hukum bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Aisyiyah Siapkan Kader Perempuan Jadi Penggerak Pembangunan, Tubaba Dorong Kolaborasi

Selain menjamin kepastian hukum, penyelesaian legalitas tanah juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Untuk menindaklanjuti MoU tersebut, Bupati menginstruksikan para camat dan kepala OPD terkait segera melakukan pendataan di lapangan, membagi klaster permasalahan, serta melaksanakan sosialisasi masif kepada masyarakat.

Di luar isu pertanahan, Novriwan juga menyoroti dua persoalan penting lainnya. Pertama, penertiban aset tiyuh yang tidak layak dan menunggak pajak agar dihapus dari beban daerah. Kedua, pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data masyarakat miskin.

Bupati menegaskan agar data kemiskinan dievaluasi dan diverifikasi setiap tiga bulan, mengingat banyaknya laporan terkait ketidaktepatan sasaran penerima bantuan.

“Ini bisa jadi pidana, nanti ke Pak Kajari. Bupati yang tanda tangan data ini,” tegasnya, menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga  Kapolres Tubaba Baru, Himmawan Ajak Personel Perkuat Soliditas dan Pelayanan kepada Masyarakat

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tubaba, Mochamad Iqbal menegaskan komitmen lembaganya untuk memerangi mafia tanah pasca penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, persoalan pertanahan umumnya berakar pada persoalan alas hak kepemilikan.

Peran Kejaksaan dalam sinergi ini mencakup tiga pilar strategis, yakni Pendampingan Hukum (Legal Assistance), Pengamanan Aset Negara, dan Pencegahan Mafia Tanah.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk penyimpangan dalam pengolahan maupun penerbitan sertifikat tanah,” tegasnya.

Ia juga memperkenalkan program unggulan bidang intelijen, “Jaga Desa”, yang menargetkan seluruh aset desa di Tubaba tercatat dengan baik dan memiliki alas hak pada tahun 2026.

“Program ini sejalan dengan fokus Pemkab Tubaba yang juga menyoroti penertiban aset tiyuh, termasuk kendaraan bermotor tiyuh yang menunggak pajak,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Perkuat Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak Lewat Kolaborasi Forum PUSPA

Kepala Kantor Pertanahan Tubaba, Muhammad Rifai Pinrua menambahkan, tantangan terbesar yang dihadapi BPN terletak pada lahan eks transmigrasi.

“Ada sedikit ganjalan, khususnya untuk tanah transmigrasi. Banyak transmigran, pemilik awalnya, sudah tidak lagi di tempat, bahkan kembali ke Jawa,” jelas Rifai.

Kondisi tersebut menciptakan kesenjangan antara data dan fakta di lapangan. Satu sertifikat induk bisa terpecah secara faktual menjadi sepuluh bidang dengan pemilik baru. Akibatnya, tingkat pendaftaran sertifikat menjadi rendah dan berpotensi menyebabkan kebocoran pajak daerah karena wajib pajak yang tercatat hanya satu keluarga.

“Kami berharap kerja sama erat dari aparatur tingkat bawah, seperti lurah atau kepala tiyuh dan camat, untuk memastikan seluruh syarat formil permohonan sertifikat terpenuhi, termasuk uji status kepemilikan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 14:45 WIB

Disdik Lampung Perkuat Pengawasan Siswa Cegah Keterlibatan Narkoba

Rabu, 30 September 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Lampung Permudah Peminjaman Aset melalui Aplikasi SIMASTER

Rabu, 30 September 2026 - 11:21 WIB

Koperasi IJP Lampung Luncurkan RPK, Perkuat Layanan Kebutuhan Pokok Anggota

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WIB

NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

Selasa, 29 September 2026 - 17:59 WIB

RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Teknologi DSA untuk Perkuat Layanan Stroke

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Berita Terbaru

Lampung

NTB Studi Tiru Program Desaku Maju di Lampung

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:03 WIB