Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung komit selesaikan masalah stunting yang kini berada di angka 13,4 persen. Hal tersebut di sampaikan Walikota Eva Dwiana pada acara rembuk stunting yang dihelat di Aula Semergou pada Jumat (21/6).
Eva Dwiana mengatakan meski angka stunting di Bandarlampung lebih rendah dari rata-rata provinsi yang sebesar 14,60% dan juga di bawah angka nasional sebesar 21,5%, upaya penurunan tetap menjadi prioritas.
“Angka ini cukup rendah dibandingkan dengan angka stunting Provinsi Lampung dan nasional. Namun, kita tetap harus berupaya menekan angka ini lebih jauh lagi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, pada tahun 2023 masih ada 520 anak di Bandarlampung yang mengalami stunting.
Untuk itu Eva menegaskan komitmen Pemkot Bandarlampung melalui pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di setiap kelurahan.
“TPPS ini bertugas untuk mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan program percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kota Bandarlampung,” jelasnya.
Ia berharap seluruh OPD dapat bekerja sama untuk menekan angka stunting. “Ini sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kita perlu gotong royong dan menjalin kekeluargaan dalam upaya menurunkan angka stunting di Bandarlampung,” tandasnya. (Agis)








